webnovel

WITCH'S LOVE

-Selesai- Sebuah pertemuan yang tidak pernah diduga terjadi, Amara Iris, seorang Penyihir yang terjebak selama ratusan tahun di rawa kematian bertemu dengan Thomas Phyla, Pangeran dari Kerajaan Megalima yang terbuang dari tahta dan dikutuk oleh Penyihir Putih. Iris awalnya hanya memanfaatkan Thomas agar bisa keluar dari rawa kematian, tapi melihat penderitaan Thomas dengan kutukannya, ia bertekad untuk membantu sang Pangeran untuk mematahkan kutukan Penyihir Putih dan mempertahankan laki-laki itu di sisinya sebagai Pasangan jiwa. Karena kutukan Penyihir Putih, Thomas selalu berjalan mendekati kematian, ia sekarat dan berkali-kali hampir mati. Keadaan menjadi kacau dengan kemunculan Morgan Lloyd, manusia serigala yang diyakini telah membantai packnya, laki-laki itu dengan seenaknya menjadikan Iris sebagai pasangan sehidup sematinya, membuat Iris kebingungan. Apa yang akan dilakukan oleh Iris? Akankah ia tetap bersama Thomas sampai akhir dan membantunya mematahkan kutukan dari Penyihir putih atau pergi bersama Morgan sebagai kekasih dari sang serigala? "Selama kita terhubung, kamu adalah milikku!" Iris. "Apa pun yang terjadi aku tidak akan pergi darimu." Thomas. "Kita harus bersama, kau adalah pasanganku, jangan melirik laki-laki lain!" Morgan. Pilihan manakah yang akan Iris pilih? Petualangan penuh pengorbanan, kehangatan, keromantisan dan pertumpahan darah segera dimulai! Ig : Winart12

Winart12 · Fantasia
Classificações insuficientes
517 Chs

Kelahiran Putra Mahkota 3

Karena kehamilannya, semua orang menjadi lebih protektif pada Iris, mereka bahkan tidak mengizinkan Iris untuk berjalan atau menuruni tangga terlalu banyak, selain ramuan yang harus Iris minum setiap pagi, ia memakan apa pun yang terlihat enak di matanya.

Akibatnya, tubuh Iris sedikit lebih berisi seiring dengan perutnya yang semakin membesar. Thomas tidak mempermasalahkan hal tersebut, baginya Iris mau mengandung anak mereka saja sudah salah satu hal yang harus ia syukuri.

Yuxie adalah orang yang paling sering berkunjung, dengan Lioun dan Arie atau sendirian, tidak jarang ia menyentuh perut Iris dan bergumam-gumam pada anak-anaknya apakah mereka ingin melihat perut Yuxie seperti ini.

"Tidak," kata Lioun sambil memeluk pinggang Yuxie. "Kalau Yuxie punya anak, Lioun dan Arie akan kemana?"

Lioun bahkan belum mendengar perkataan Yuxie, ia sudah menangis tersedu-sedu dan Yuxie tidak bisa membahas soal anak lagi pada mereka berdua.

Capítulo Bloqueado

Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com