webnovel

WITCH'S LOVE

-Selesai- Sebuah pertemuan yang tidak pernah diduga terjadi, Amara Iris, seorang Penyihir yang terjebak selama ratusan tahun di rawa kematian bertemu dengan Thomas Phyla, Pangeran dari Kerajaan Megalima yang terbuang dari tahta dan dikutuk oleh Penyihir Putih. Iris awalnya hanya memanfaatkan Thomas agar bisa keluar dari rawa kematian, tapi melihat penderitaan Thomas dengan kutukannya, ia bertekad untuk membantu sang Pangeran untuk mematahkan kutukan Penyihir Putih dan mempertahankan laki-laki itu di sisinya sebagai Pasangan jiwa. Karena kutukan Penyihir Putih, Thomas selalu berjalan mendekati kematian, ia sekarat dan berkali-kali hampir mati. Keadaan menjadi kacau dengan kemunculan Morgan Lloyd, manusia serigala yang diyakini telah membantai packnya, laki-laki itu dengan seenaknya menjadikan Iris sebagai pasangan sehidup sematinya, membuat Iris kebingungan. Apa yang akan dilakukan oleh Iris? Akankah ia tetap bersama Thomas sampai akhir dan membantunya mematahkan kutukan dari Penyihir putih atau pergi bersama Morgan sebagai kekasih dari sang serigala? "Selama kita terhubung, kamu adalah milikku!" Iris. "Apa pun yang terjadi aku tidak akan pergi darimu." Thomas. "Kita harus bersama, kau adalah pasanganku, jangan melirik laki-laki lain!" Morgan. Pilihan manakah yang akan Iris pilih? Petualangan penuh pengorbanan, kehangatan, keromantisan dan pertumpahan darah segera dimulai! Ig : Winart12

Winart12 · Fantasia
Classificações insuficientes
517 Chs

Cinta Saudara Murni 4

"Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia Ratu!"

Tiersa menundukkan kepalanya dalam-dalam, berlutut di depan sang Ratu, Thomas yang masih terisak menatap Ibu dan kakaknya secara bergantian lalu ikut berlutut di samping sang kakak.

"Maafkan Thomy …." Thomas mengguncang tangannya, siapa pun yang melihat akan luluh karena gerak-geriknya yang lugu, tidak terkecuali sang Ratu. "Maafkan kakak juga, Ratu jangan marah lagi, oke?"

Tiersa mengedipkan matanya, hal seperti ini tidak sekali dua kali terjadi. Meski ia selalu terkena hukuman atas kecerobohannya, akan ada Thomas yang meminta maaf atas dirinya.

Tiersa menghela napas, mau menyalahkan adiknya pun tidak akan mungkin saat ini.

Ratu Dwizella menghela napas, ia mengusap kedua kepala anaknya.

"Sudah, sudah. Hukuman hari ini berakhir, ayo pergi ke ruang makan."

Capítulo Bloqueado

Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com