"Terima kasih atas kemurahan hatimu, Yang Mulia!!" seru Zhi Yang membungkuk memberi penghormatan.
Kedua tangannya memeluk erat lalu mengacungkannya tinggi-tinggi. Kemudian, beralih berdekam tunduk hingga menegak kembali.
Tak sedikit pun orang-orang memandang rendah baginya karena kecantikan yang ia miliki cukup menyentuh penglihatan. Setiap pelayan bahkan pria dewasa menyenangi pandangan bola mata lentik dan menawannya.
Zhi Yang sedikit terharu lalu terbawa oleh pemimpinnya untuk melangkah. Kakinya melangkah menjauhi Daming, lurus ke sisi depan istana. Dimana bangunan panjang dan tinggi mengiringi langkahnya.
Penuh dengan sekat, lorong, bahkan tikungan persimpangan bangunan. Seorang pria dan lainnya berhenti tepat di bangunan panjang. Tepat di sisi bagian Utara, akhirnya bertemu banyak dari para senior.
Zhi Yang mulai melangkah setelah disambut baik oleh salah satu senior tabib.
Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com