webnovel

The Darkest Destiny's

Merasa selalu di permainkan takdir membuat gadis itu menjadi sosok yang tidak tersentuh. Hati dan jiwanya sudah menjadi batu. Kehilangan orang yang dicintai dengan cara yang curang, membuatnya sadar jika hidup mewah yang di rasakannya selama ini hanyalah semu. Jika bagi orang lain keluarga adalah jalan mereka untuk pulang, maka baginya keluarga adalah jalan menuju kematian. Seorang lelaki yang seharusnya menjadi lelaki pertama yang merangkul dan memberinya rasa aman, namun sosok itu pula yang membuatnya kehilangan kemampuan bicara karena rasa sakit dan trauma yang mendalam. Menghakimi semua orang yang membuatnya menjadi seperti sekarang adalah tujuan hidupnya. Mimpi buruk akan segera datang bagi mereka yang telah membuat hidupnya hancur. Dia bersumpah akan membuat mereka semua memohon kematian padanya. "Kau yang menjadikan ku monster jadi jangan bersikap seolah-olah kau adalah korban" katanya sambil berseringai dingin. Pria itu shock mendengar perkataan gadis dihadapannya ini, ternyata akulah yang telah mengubahmu menjadi seperti ini, pikirnya. ********* "Aku adalah dewa kematian, akan kuturuti semua keinginanmu, dan kau hanya perlu melakukan satu hal untukku" ucap pria itu dengan tersenyum licik Sambil tertawa dingin gadis itu berucap "Ha ha ha... Jika kau adalah dewa kematian, maka aku adalah kematian itu sendiri. Jika kau tidak ingin mati ditanganku, maka enyahlah kau membuatku muak."

zaharafth_ · Urbano
Classificações insuficientes
393 Chs

153

Rosse yang sedari tadi melamun langsung tersadar saat menyadari kehadiran pria itu. Dia melihat jam yang berada di nakas sebelah ranjangnya, angka menunjukan pukul sebelas malam.

Durasi mereka bercinta sangat lama hari ini seperti biasa. Rosse mencoba bangkit namun dia meringis. Rich yang paham langsung membuka selimut dan terpampanglah tubuh polos yang menggiurkan itu.

Mirip seorang peri.

Rich mengambil salep yang selalu di bawanya, dia mengoleskannya di bagian inti Rosse agar rasa sakit itu berkurang.

"Milikmu selalu seperti perawan, selainsakit karena durasi kita yang lama, di sebabkan juga karena milikmu yang sangat sempit sehingga kesulitan menerima punyaku."

Pipi Rosse bersemu, dia malu sampai tidak bisa berkata-kata. Rich juga mengoleskan salep ke pembuangan Rosse yang tidak luput sari serangan miliknya.

Lalu dia membantu Rosse bangun dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang.

"Makanlah." Rich menyuapkan soup pada Rosse setelah meniupnya pelan.

Capítulo Bloqueado

Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com