webnovel

81

*

rubi duduk di kursi bagaikan seorang raja dan di keliling oleh para pembantu dan bodyguart dia memberikan perintah melarang siapapun masuk kediamannya tampa seijinya dan harus menjaga nyonya mereka dengan baik jika tidak maka konsekuensinya harus meraka tanggung yang mungkin akan begitu mengerikan jika di bayangkan namun dalam hal gajih rubi membayar mereka dua kali lipat dari gajih standar mereka

"saya akan pergi sebentar kalian jaga istri ku baik-baik" titah rubi

"siap tuan" kata ketua bodyguart itu

setelah itu rubi melangkah pergi menuju kediaman orangtuanya sedari tadi papanya menghubungi dan marah karena rubi membawa sisi tanpa pamit pada mereka

**

sesampainya di kediaman Adinata rubi berjalan menghampiri keluarganya yang sudah menunggu dari tadi

"kamu bawa sisi kemana"tanya ayah dimas pada rubi

"sisi ada di rumah baru kami"jawab rubi sambil duduk di sofa seolah olah tak terjadi apapun

"bawa dia kesini...orang tua sisi akan mmemba sisi pulang untuk sementara itu yang terbaik"papa doni ikut berbicara

"itu gak bisa..sisi istri ku wajar jika dia bersama ku"jawab rubi

"rubi...sayang kasih tau mama nak dimana kamu bawa sisi" kali ini mama maya mencoba membujuk rubi

"mama bunda sisi baik baik aja kok...jika kalian mau bertemu sisi aku bisa atur itu tapi kalian harus membuang pikiran untuk memisahkan aku dari sisi...semua masalah ini aku butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan" jelas rubi kepada dua wanita paruh baya itu karena kasihan melihat merek yang terlihat cemas

"tapi kita semua mau tau di mana sisi"bentak papa doni

"kalian semua egois... dulu ketika aku tak mencintainya kalian memaksa aku menikahinya tapi sekarang saat aku mencintai istriku dengan sungguh sungguh bahkan dia sedang mengandung anakku kalian ingin memisahkan kami...hahaa sungguh lucu sekali"jawaban rubi sanggup membungkam mereka

mereka semua berdebar sangat lama namun tak menemukan titik terang, ayah sisi bersikeras ingin sisi tinggal sementara waktu bersama mereka namun rubi tetap pada pendiriannya tak akan memberikan peluang sedikitpun untuk sisi pergi

karena perdebatan yang tak ada akhirnya rubi memilih pergi dengan keadaan emosi kembali ke rumah mereka

***

"bagaimana ini jeng..rubi gak mau kasih tau keberadaan sisi"tangis bunda suci

"sabar jeng suci kita harus pelan pelan bujuk rubi"jawab mama maya

"iya pak dimas dan bu suci jangan khawatir meskipun rubi tak memberi tahu keberadaan sisi namun satu hal yang saya jamin rubi gak bakal melakukan kekerasan dengan orang yang di cintainya"papa doni mencoba menenangkan orang tua sisi

"baiklah saya percaya itu... tapi saya sangat ingin tau keberadaan sisi secepatnya" kata ayah dimas sambil pergi membawa bunda suci.