'Tahan raf. Cuma dua tahun buat iqb. Demi iqbal. Hanny semoga kamu mengerti. Aku bukan mengkhianati kamu. Aku sudah berjanji tak akan ada wanita yang bisa menggantikan kamu bukan?!'
Hati rafael bergejolak, menentang sikap manis dan kebohongan manis itu. Tapi harus dia lakukan demi iqbal. Setelah iqbal lepas asi dia juga akan melepaskan sasya..
Sasya terperangan dengan ucapan rafael. Mau kapan mereka menikahnya? Sasya bingung harus berkata apa?
"Gak tau tuan, coba nanti tanya mama aja." kata sasya meminta pendapat mama rafael nanti setelah sampai di rumah..
"Sya, kan kita udah mau nikah? Masak kamu masih panggil saya tuan?" tanya rafael yang mempertanyakan panggilan sasya padanya, tuan?
"Emm, terus saya harus panggil apa?" sasya tau, ada satu panggilan diotaknya, mas? Tapi sasya malu mengakuinya.
"Tanya mama deh nanti." rafaek juga punya satu diotaknya. Tapi dia juga gensi mau menyebutnya. Rafael lebih memilih melemparkannya pada sang mama nanti.
-
Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com