webnovel

Ardiansyah: Raja dari Neraka

Dunia yang kalian semua kenal telah lama hancur, teman dan keluarga kalian kini entah bertamasya di Surga atau membusuk di Neraka. Namun bagi yang terpilih, Sang Pencipta telah membangunkan Dunia baru untuk mereka yang di dasarkan atas sihir dan sains. Dunia yang diisi oleh tiga bangsa, dengan rumah dan tubuh yang berbeda. Ilmuan cerdas di Angkasa, pengrajin kreatif di Daratan, serta seniman yang bermandikan keindahan di Lautan. Kisah Dunia baru ini terlalu panjang untuk kuceritakan dalam satu kali pertemuan. Jadi untukmu temanku, akan kubagi mereka menjadi beberapa bagian. Part 1: Prologue (Vol 1 & 2) Takdir Amartya untuk menjadi raja atas Bumi ini sudahlah ditetapkan. Demi mengagungkan kelahirannya, Sang Pencipta mengalirkan api neraka di dalam darahnya. Namun hatinya jatuh cacat sebagai bayarannya, dan satu-satunya yang bisa menyempurnakannya hanyalah seorang gadis es, dengan kunci di hatinya. Part 2: A Party of 8 (Vol 3 - 7) Makhluk-makhluk nista datang mencemari Daratan, dan atas nama kemurnian tanah suci ini, Mereka yang Abadi mengumpulkan prajurit-prajurit terbaik dari generasi termuda. Manggala dan rekan-rekannya harus bisa menghadapi tantangan ini, dan menyelamatkan apa yang berhak diselamatkan. Part 3: Throne of the Ocean (Vol 8 - 10) (Warning 18+ only) Perang tiada akhir terus melanda seisi Samudra, yang sudah teramat ganas dari detik dirinya dilahirkan. Gumara yang ditinggalkan keluarganya terpaksa mengemban tanggung jawab untuk bangkit, dan kembali membangun kejayaan itu atas nama sang pembawa ular. Dunia ini dipenuhi aturan yang nista, namun bukan berarti kita harus tenggelam di dalamnya.

PolarMuttaqin · Fantasia
Classificações insuficientes
413 Chs

Chapter 16: Grassland Camping

Oleh: Manggala Kaukseya

Setelah selesai makan kami semua kembali berkumpul dan membentuk formasi yang akan menjaga kereta Talaria kami, formasi segi enam. Aku tak meminta Himeka untuk menggunakan matanya kali ini, dan membiarkan para Taanji itu datang ke kami.

"Oh iya Me."

"Ya?" Sahut gadis Serenada itu.

"Pas kamu nyari-nyari Guantatan kamu ngeliat ada orang gak di sekitar kita?"

"Orang? Kayak manusia gitu?" Dari tampangnya sepertinya ada sesuatu yang menyantol di benaknya.

"Iya, tapi pendek dan berkulit hitam abu."

"Lihat, lumayan banyak malah! Mereka tampak seperti petani dari pakaian dan peralatan sawah yang mereka kenakan."

"Petani?"

"Iya! Ada hewan ternaknya juga! Atau mungkin… Taanji ternak. Kenapa memangnya kak?"

Dari antusiasme penjelasan Himeka sepertinya para Uhndak cukup menarik perhatiannya.

"Hanya bertanya saja… mereka juga termasuk Taanji kalau menurut Guild, tapi aku tak menyangka Tuan Verslinder akan menaruh mereka ke kebun binatang."

Capítulo Bloqueado

Apoie seus autores e tradutores favoritos em webnovel.com