webnovel

A Wedding Planner

Adolescente
Contínuo · 8K Modos de exibição
  • 4 Chs
    Conteúdo
  • Avaliações
  • N/A
    APOIO
Sinopse

Gendhis adalah seorang perempuan aktif. Dia berkarir di sebuah usaha kecil miliknya yang ia dirikan dengan bantuan temannya Maya. Dan sudah pasti dengan dukungan penuh dari keluarga dan Haikal, pacarnya. Karirnya cemerlang seiring berjalannya dengan kisah cintanya dengan Haikal, lelaki yang menemani sejak dari bangku kuliah. Mereka sosok yang membahagiakan. Bagaimana tidak, Haikal dan Gendhis adalah pasangan yang saling pengertian. Terlebih lagi soal waktu dengan pekerjaan. Hingga, pada satu ketika sempat ada sedikit ketidaksesuaian rencana pada hubungan mereka. Kisah baru dimulai dari sini... Bagaimana nasib hubungan mereka ? Apakah Gendhis bisa mengatur hubungannya sesuai rencananya seperti dia mengatur semua tugas - tugas pada pekerjaannya ? Lalu, apa yang menjadi masalah dalam kehidupan percintaan mereka ? Dan apakah hubungan mereka tetap berlanjut ?

Tags
1 tags
Chapter 1Chapter 01 : PERTEMUAN

Sore itu,

"Sayang, kamu pulang jam berapa hari ini ? Ada lembur ?" Tanyaku kepada Gendhis. Perempuan yang selalu manis kepadaku

"Nanti habis maghrib palingan aku juga sudah selesai kok. Kenapa, sayang ?" Tanya Gendhis

"Oh, nggak apa - apa. Mau aku jemput ?" Tanyaku melanjutkan.

"Mmm... Nggak usah deh, sayang. Kan kamu juga pasti lelah kan ? Kamu jaga badan kamu, jangan dibiarin sering kelelahan. Aku tahu kamu lelaki hebat. Tapi kan tubuh kamu punya hak juga untuk istirahat. Kalo nanti kamu sakit gimana ?" Ucap Gendhis kepadaku menasihati.

"Ya, kan ada kamu nanti yang jagain aku." Jawabku sambil senyum - senyum dibalik telepon genggamku

"Ih, apa sih kamu. Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu. Pokoknya, kamu harus janji harus jaga kesehatan kamu. Jangan sering telat makan." Jawab Gendhis menasihatiku.

"Iya, bawel... Uh, pacarnya siapa sih ini bikin gemes aja nih." Rayuku kepada gendhis sambil manja.

"Mmm... Sayang, aku kayaknya terima telpon masuk dulu deh. Nanti aku telepon kamu lagi ya. Nanti aku kabarin kalo udah selesai semuanya, ya !" Ucap Gendhis dari ujung telepon genggamnya.

   Dia, adalah sosok yang membuatku selalu bersemangat menjalani hari - hariku. Sejak dari sekolah, hingga kuliah dan sampai saat ini kita telah bersama. Naik - turun perjalanan kisah asmara kita pasti ada.

   Dia sosok perempuan mandiri setelah ibu. Ya, ibuku satu - satunya wanita yang selama ini menghidupi dan menyekolahkanku hingga berada pada posisi saat ini, itu semua berkat ibu. Sejak bapak meninggal, ibu satu - satunya tulang punggung bagi keluarga. Sebelum ibu menikah lagi dengan bapakku saat ini.

   Beruntungnya aku mampu sekolah tinggi karena selalu mendapatkan beasiswa. Pertemuanku dengan perempuan yang setiap harinya selalu aku tanyakan kabarnya setelah ibuku berawal pada saat kita masih sama - sama dibangku SMA. Kami tidak langsung jatuh cinta, karena pada waktu itu dirinya masih memiliki kekasih. Dan aku, tak ingin hadir sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka, selain itu aku memang sedang tak ingin memikirkan hal - hal selain belajar. 

   Duniaku sempit kala itu, 3 tahun kita selalu satu kelas. Kita berdua sering sekali mewakili sekolah untuk ikut partisipasi lomba waktu itu. Akhirnya, kami pun sering bertukar pikiran. Suatu ketika, secara tidak sengaja kami bertemu kembali pada satu universitas yang sama. Hanya saja kali ini kami berbeda untuk mengambil jurusan kuliah. Tetapi kami masih sering bertegur sapa pada saat kami bertemu di kantin atau perpustakaan kampus.

   Sekar Gendhis Tirtoadmodjo memang berbeda, dia lain dari perempuan yang kala itu sering aku temui di kampus. Banyak hal yang jika aku sebutkan sudah tak lagi menjadi kata, melainkan kalimat. Bagaimana aku tak mengenalnya secara detail ? Karena seringnya kita bertemu saat membahas tugas pada kala itu membuatku sering berbicara dan berargumentasi dengannya. 

   Sebagai seorang perempuan dia adalah sosok yang cukup mampu untuk mengerjakan tugasnya sendiri. Tetapi aku paham betul bagaimana dia, sejak SMA Gendhis memang seperti itu. Ketika dia mampu melakukan semuanya sendiri. Dia pasti akan melakukannya semua sendiri selama ia mampu. Itu salah satunya yang aku sukai darinya.

   Aku sesekali melirik ke arah jam tanganku. Sebentar lagi sudah masuk waktu maghrib. Bergegas aku raih handphoneku pada saku celana. Aku memulai obrolanku kepada Gendhis lewat pesan singkat untuk mengingatkan dia agar tidak lupa supaya sholat maghrib.

   Dia tidak pernah lupa akan hal itu. Tetapi aku senang sekali jika aku mampu mengingatkan hal tersebut. Biasanya dia akan tetap singgah pada meja kerjanya sambil menunggu maghrib dan mengumpulkan ide - idenya. Selain itu setiap sore kota ini selalu macet, bising membuat kepala pusing.

*****

"Selamat pagi, sayang !" Sapaku…

"Hey, pagi sayang... Udah sarapan ?" Tanya Gendhis dari ujung telepon, dan aku bisa menebak rutinitas apa yang sedang dia lakukan.

"Udah, tadi sebelum aku mandi. Kamu, habis lari ya ?" Tanyaku balik kepada Gendhis.

"Iya, ini barusan aja selesai. Hari ini jadwalnya lari, besok mau ikut kelas yoga pagi sih, sekalian mau berangkat kerja dari sana." Jawabnya

"Wah, hebat nih cewek aku yang satu ini. Kayaknya aku bakalan kalah nih kalo lomba lari sama kamu, sayang !" Gombalku

"Mmm... Mulai deh gombalannya. Pasti ada yang dipengenin ya ?" Jawab Gendhis dengan menyodorkan pertanyaan curiga kepadaku.

"Hehehe.... Tahu aja sih kamu. Iniloh sayang, aku kan ada undangan pernikahan teman kantor. Kamu bisa kan akhir pekan nemenin ?" Pintaku kepada gendhis

"Tuh kan beneran apa aku bilang. Nanti aku kabarin ya, akhir pekan ini aku ada acara atau nggak. Tapi seinget aku sih nggak ada acara." Jawabnya sedikit menenangkanku.

"Usahain ya sayang, masak sih kamu tega lihat cowok kamu diledekin sama temen - temennya ?" Jawabku

"Iya.. iya, aku usahain deh. Apa sih yang nggak buat kamu ?" Jawabnya yang pagi itu membuatku bahagia.

"Ya udah aku mandi dulu deh mau siap - siap."

"Ya udah aku juga. Makasih ya udah dikasih semangat pagi - pagi gini." Ucapku pada gendhis.

   Pagi ini aku berangkat menuju tempat kerjaku dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Suara gendhis dari ujung telepon mampu membangkitkan semangatku untuk memulai hariku hari ini.

   Dia selalu mampu memberikan energi positifnya kepadaku. Beruntung aku memilikinya. Aku tak pernah menjelaskan apapun kepadanya ketika aku telat memberikan kabar, susah dihubungi, atau bahkan seperti menghilang seharian. Dia memahamiku dan juga pekerjaanku.

   Begitu pun juga aku. Aku tak pernah mempermasalahkan ketika dia hampir lupa denganku seharian berkutat dengan beberapa janji kepada client yang harus ditanganinya. Kita memang sama - sama memahami. Bahka kita adalah pasangan yang tak harus mengikat dengan kabar - kabar melalui telepon setiap menitnya. Untuk itu kita selalu menyempatkan untuk satu hari penuh bersama. Meskipun itu hanya untuk sekedar olahraga bareng di pagi hari saat akhir pekan. Ataupun hanya sekedar makan siang di warung mie ayam langganan kita waktu sekolah dulu. Sesederhana itu gaya pacaran kita.

   Aku dan Gendhis tak pernah berusaha untuk turut campur dalam meraih mimpi kita masing - masing. Apapun langkah yang kita ambil sebwlum memutuskan aku dan Gendhis pasti akan melakukan rundingan untuk mempertimbangkan baik dan buruknya untuk kedepannya nanti. Diskusi ini yang sebenarnya membuat kita semakin erat. Aku memahami Gendhis sama halnya dia memahamiku. Ketika ada masalah diantara kita. Kita menyelesaikannya di hari itu. Sebab aku dan Gendhis tidak mau saling menjadi beban pikiran masing - masing. Entahlah, sudah berapa hal yang telah kita ributkan. Dari hal yang begitu sepele. Hingga hal yang paling rumit sekalipun. Setelahnya, kita tidak akan membahasnya lagi. Sesederhana itu hubungan kita. Ya, sesederhana itu.

*****

Você também pode gostar

Jodoh! Masa Gitu?

Heningtyas Permata Hati (17) seorang gadis desa yang polos tapi bar bar, dalam hidupnya hanya ada satu tujuan, menikah dengan anak juragan tanah yang gantengnya mirip aktor Bolywood kesayangannya. Di sela menjalani hari dengan tujuan hidup yang tak tergoyahkan, nasib buruk menghampirinya, seorang pemuda tampan dari kota (Anggara Yuda Pradipta, 18) datang dan tinggal di rumahnya dengan alasan yang tidak jelas. Orangtuanya pun tak bisa memberi jawaban yang memuaskan. Pemuda itu memiliki kepribadian ganda menurut Hening, kadang dingin kaya kulkas khusus es batu, kadang panas kaya api neraka. Dan jangan tanyakan tingkat ketajaman lidahnya, kalo udah ngomong nyakitin sampe ubun-ubun bayi baru lahir. Nasib buruk Hening tak sampai di situ, setiap hari pemuda itu menjadi sumber masalahnya, dimana dia tak bisa lagi khusyuk berdo'a untuk meminta pada Tuhan agar anak juragan tanah itu menjadi jodohnya. Sial! "EHHH ... MONYET! ANGKAT KAKI DARI RUMAHKU!!!" Dengan angkuh Dipta berkata, "ngusir gue? Nggak sadar diri! Gubuk reot lo ini berdiri di atas tanah kakek gue! Kalo ada yang harus angkat kaki, itu lo!" Mulut Hening menganga sampe hampir jatuh ke lantai, baru tekatup saat mendengar pintu kamar di banting dengan kuat. "Ya Tuhan! Apa salah dan dosaku!!" Jerit Hening yang di sambut tendangan maut dari dalam pintu kamar. Jantungnya hampir copot di buat cowok gila itu. Keselnya bukan main si Hening. Bagaimana nasib Hening selanjutnya? Bisakah dia mempertahankan tujuan hidupnya? Sementara Anggara Yuda Pradipta terus mengusik jiwa dan raganya. Dan apakah penyebab Anggara Yuda Pradipta berakhir di rumahnya? Ikuti kisah mereka dalam novel 'Jodoh! Masa Gitu?' Yakin bakal di buat ngakak dan baper parah. Dan yang paling penting, kalian bakal menemukan banyak rahasia dalam kisah mereka. Baca juga novelku yang lain ya. 1. Annaya dan Takdirnya. (700 views dan 900 colection) 2. Pernikahan Sementara. (2M views dan 8,6k colection)

Ardhaharyani_9027 · Adolescente
Classificações insuficientes
347 Chs

LUDUS & PRAGMA

WARNING! VOL. 2 & 3 = MATURE CONTENT 18+! (Harap bijak untuk memilih bacaan dan menyikapi bacaan yang ada^^) Vol. 1 : The Meeting of Ludus And Pragma *Chapter Prolog - Chapter 145 Vol. 2 : The Secret of Destiny *Chapter 146 (1) - Chapter 285 (140) Vol. 3 : Ending "Reduce To Tears" *Chapter : 286 (1) - 368 (82) Ludus bukan nama seseorang, melainkan sebuah sifat dalam psikologi bagaimana manusia menjiwai dan bermain dalam sebuah hubungan percintaan. Mania, sedikit posesif dengan penuh bumbu romance yang dilebih-lebihkan. Orang-orang ludus akan mementingkan sebuah kesenangan juga penaklukan saat dirinya 'bermian' dengan lawan mainnya dalam sebuah hubungan. Bagi orang-orang ludus, percintaan adalah sebuah permainan kejar dan mengejar. Jika 'orang ludus' lelah, maka bosan adalah kata yang menjadi alasan untuk meninggalkan pasangannya. Lalu, Pragma. Sama seperti Ludus, pragma bukanlah nama orang meskipun kata itu sangat indah untuk diucapkan. Pragma adalah si dia yang kaku dalam mencinta. Hanya menginginkan sebuah hubungan yang realistis untuk dirinya dan masa depannya. Orang-orang pragma cendurung memilih menyeleksi pasangannya dengan baik. Ia tak suka bermain 'kejar mengejar' seperti yang Ludus lakukan. Sebab bagi pragma, cinta adalah sebuah hubungan yang harus realistis tanpa adanya bumbu romance yang berlebihan serta untuk pragma, pasangan yang menunjang masa depan adalah pasangan yang ia butuhkan. Lalu, bagaimana jika 'orang pragma' mencintai 'orang ludus' ? Jawabannya adalah ... sebuah hubungan yang penuh teka-teki dan keunikan, dan di sinilah kalian akan menemukan hubungan seperti itu. Sebuah cerita yang mengisahkan gadis pragma yang mencintai pria brengsek berwatak ludus. Cover by : @jc_graphicc

Lefkiilavanta · Adolescente
4.9
368 Chs

MY...sterious HUSBAND

WARNING!!! novel ini bukan untuk pembaca di bawah 21th. mengandung kebucinan dan perasaan yang menggebu-gebu, yang tidak kuat jantung di harap segera mundur. tq Menjalani pernikahan paksa, yang berawal dari sebuah rencana licik dalam memainkan sebuah taruhan kecil yang di peran dan di rencanakan oleh kakeknya. Orlando terpaksa menikahi gadis yatim piatu yang bernama Desty.. Gadis itu memiliki cita-cita tinggi, ingin mengelilingi dunia..  walau ia adalah gadis miskin, bukan berarti ia tidak bisa mewujudkan keinginannya tersebut. Ia adalah gadis tangguh, multi talented, cerdas dengan segudang prestasi. Telah lama ia merencanakan untuk dapat mewujudkan mimpinya itu. Hanya tinggal satu langkah lagi, maka keinginannya dapat terkabulkan. Tapi sayang, sebelum mimpinya tercapai, gadis itu malah memiliki hutang budi pada seseorang yang membuat ia terpaksa mengikuti sebuah pertaruhan kecil. Yang pada akhirnya ia harus menjalani pernikahan paksa dengan seorang pria misterius yang bahkan tak pernah ia lihat sebelumnya Bahkan, pria itu menjalani akad nikah sendiri tanpa kehadirannya. Begitu pula sebaliknya, Destypun menjalani resepsi pernikahannya tanpa kehadiran si pria. Meski dirinya telah terikat tali pernikahan, Desty tetap tak melupakan mimpinya untuk berkeliling dunia Hingga ia pun menyusun kembali rencana untuk mewujudkannya Bagaimana kelanjutan kisah mereka??  apakah desty dapat meraih mimpi nya? Atau tetap bertahan pada pernikahannya? Kapan orlando menunjukan wajah tampan nya pada desty?  Akan kah mereka akhirnya benar benar bisa bersatu??

Call_me_MI · Adolescente
5.0
430 Chs

Avaliações

  • Taxa Geral
  • Qualidade de Escrita
  • Atualizando a estabilidade
  • Desenvolvimento de Histórias
  • Design de Personagens
  • Antecedentes do mundo
Opiniões
Uau! Você seria o primeiro revisor se você deixar seus comentários agora!

APOIO