webnovel

Secret Love for Secret Admirer

Tak pernah terpikirkan, apa yang menjadi kesukaanmu aku juga menyukainya. Tanpa sadar, aku selalu menuruti nasihat dan perintahmu. Lama-lama, aku tahu artinya bahwa itu semua hanyalah sebuah keinginan agar diakui untuk menjadi lebih dari seorang sahabatmu. Aku, sebagai pengagum rahasia, yang menyukaimu secara diam-diam. (Nadia Naraya) Rasa simpati dan sebuah ketertarikan biasa. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa penasaran dan selalu ingin tahu tentangmu. Katakan saja, kalau ini adalah sebuah cinta rahasia untuk seorang pengagum rahasia. Lupakan perasaanmu darinya dan berbaliklah menyukaiku. (Fauzan Narendra) Nadia memendam perasaan pada sahabatnya - Agra - hampir selama enam semester terakhir sejak mereka bersahabat. Sayangnya, saat Nadia ingin mengungkapkan perasaannya, bertepatan dengan itu, Agra bercerita bahwa ia sudah memiliki kekasih. Nadia tidak bisa menghindar begitu mudah, karena ia terjebak di dalam satu proyek dengan Agra cukup lama. Inilah yang bisa dilakukan Nadia, mengagumi dalam diam. Saat Nadia sudah mencapai puncak kegalauannya, seorang laki-laki bernama Fauzan datang ke dalam hidupnya. Nadia pikir, ia baru pertama kali bertemu laki-laki ini. Namun, ternyata Fauzan sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu. Fauzan muncul begitu saja saat Agra menghilang menangani proyek dosen selama beberapa bulan. Fauzan bilang bahwa ia menyukai Nadia. Lantas, apa yang akan Nadia lakukan selanjutnya? Cover by : Diarra_design Follow me on Instagram : @NurulAyuHapsary

N_Ayu_Hapsary · 都市
レビュー数が足りません
372 Chs

364. Suspicion

Nadia menyisir rambutnya di depan cermin. Di sana, dia melihat ada bayangannya yang tampak terdiam. Sama persis seperti yang dilakukannya. Wajahnya juga nampak sedang penasaran.

"Aku akan mandi di kos. Bagaimana denganmu? Apa kamu akan pulang ke rumah? Rumahmu kan jauh sekali?"

"Tentu saja aku akan mandi di tempat latihan."

"Lalu, apa kamu membawa baju ganti?"

"Tentu saja bawa. Hari ini, adalah hari yang aku tunggu-tunggu."

Teringat percakapan antara Fauzan dan Nadia sebelum mereka sama-sama mandi di tempat pilihan mereka masing-masing. Nadia memikirkan wajah dan jawaban Fauzan saat itu. Kenapa Fauzan kelihatan sangat senang ketika ia akan ke taman bunga? Dan lagi, Fauzan seolah memang sudah menyiapkan semuanya.

Bahkan Fauzan juga bilang sudah membawa baju ganti. Jadi, apa yang sudah dilakukan Fauzan? Selain Fauzan tadi sedang menyembunyikan sesuatu darinya, Fauzan kelihatan nampak antusias sekali. Apa mungkin, Fauzan sedang janji bertemu dengan perempuan lain? Sherly?

ロックされた章

webnovel.com で好きな作者や翻訳者を応援してください