webnovel

Secret Love for Secret Admirer

Tak pernah terpikirkan, apa yang menjadi kesukaanmu aku juga menyukainya. Tanpa sadar, aku selalu menuruti nasihat dan perintahmu. Lama-lama, aku tahu artinya bahwa itu semua hanyalah sebuah keinginan agar diakui untuk menjadi lebih dari seorang sahabatmu. Aku, sebagai pengagum rahasia, yang menyukaimu secara diam-diam. (Nadia Naraya) Rasa simpati dan sebuah ketertarikan biasa. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa penasaran dan selalu ingin tahu tentangmu. Katakan saja, kalau ini adalah sebuah cinta rahasia untuk seorang pengagum rahasia. Lupakan perasaanmu darinya dan berbaliklah menyukaiku. (Fauzan Narendra) Nadia memendam perasaan pada sahabatnya - Agra - hampir selama enam semester terakhir sejak mereka bersahabat. Sayangnya, saat Nadia ingin mengungkapkan perasaannya, bertepatan dengan itu, Agra bercerita bahwa ia sudah memiliki kekasih. Nadia tidak bisa menghindar begitu mudah, karena ia terjebak di dalam satu proyek dengan Agra cukup lama. Inilah yang bisa dilakukan Nadia, mengagumi dalam diam. Saat Nadia sudah mencapai puncak kegalauannya, seorang laki-laki bernama Fauzan datang ke dalam hidupnya. Nadia pikir, ia baru pertama kali bertemu laki-laki ini. Namun, ternyata Fauzan sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu. Fauzan muncul begitu saja saat Agra menghilang menangani proyek dosen selama beberapa bulan. Fauzan bilang bahwa ia menyukai Nadia. Lantas, apa yang akan Nadia lakukan selanjutnya? Cover by : Diarra_design Follow me on Instagram : @NurulAyuHapsary

N_Ayu_Hapsary · 都市
レビュー数が足りません
372 Chs

348. Nadia in Panic

Nadia melihat ke arah layar konputernya dengan paniknya. Ia melihat waktu yang tertera sudah pukul lima sore tepat. Tapi, Nadia belum juga menyelesaikan pekerjaannya. Membuat ia merasa khawatir dan semakin cemas saja.

"Nadia?"

Suara seorang laki-laki yang ada di samping Nadia, memanggilnya. Nadia yang terlalu fokus itu, segera menolehkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya itu. Di sana, ia dari tadi sedang membantu Nadia.

"Kenapa kamu kelihatan panik begitu?" tanya laki-laki yang tadi baru saja memanggil Nadia. Laki-laki itu dari tadi menemani Nadia saat Nadia mengerjakan tugas dari manajernya. Tentu saja laki-laki itu adalah Erick.

"Ini sudah hampir jam lima. Dan laporannya masih belum selesai," kata Nadia yang merasa masih panik tersebut.

"Tidak apa-apa. Kita telah mengerjakan semampunya. Pastikan kalau kita bisa menyelesaikannya," jawab Erick.

"Tapi, ini masih belum ada setengahnya, Rick," kata Nadia.

ロックされた章

webnovel.com で好きな作者や翻訳者を応援してください