webnovel

When Love Knocks The Billionaire's Heart

L'amour est comme le vent, nous ne savons pas d'ou il vient. Cinta datang seperti angin, kita tidak tahu kapan dia datang. -Balzac- ---- Ditinggalkan dua orang wanita yang sangat dicintai dalam hidupnya membuat William James Hunter, 27, kesulitan untuk mempercayai wanita. Di matanya, wanita hanyalah objek pemuas hasratnya. Dengan uang yang ia miliki ia bisa dengan mudah mendekati wanita manapun yang ia mau. Pandangan William pada wanita mulai berubah ketika ia bertemu Esmee Louise, 24, di sebuah restoran kecil di desa Riquewihr, Perancis. Perlahan tapi pasti, sikap hangat dan pribadi Esmee yang pekerja keras kembali mengetuk hati William. Pada awalnya, William berencana ingin menghancurkan restoran milik Esmee karena gadis itu tidak mau menjual restoran tersebut pada perusahaan milik keluarganya. Namun, perasaan yang ia rasakan pada Esmee akhirnya membuat William memikirkan kembali semua rencana yang sudah ia buat untuk menghancurkan restoran tersebut. Akankah William kembali melanjutkan rencananya untuk menghancurkan restoran milik Esmee agar ia bisa menjadi pewaris seluruh kekayaan keluarganya? Atau, ia akan memilih melupakan warisannya dan memilih cintanya pada Esmee? Let's find out by adding this book to your library for an update. Support this book on WSA events through reviews, comments, power stones, gifts, etc. Your support means a lot. Thank you, and happy reading. ^^ Cover source: Pinterest *The cover is temporary until the main cover is ready

pearl_amethys · Perkotaan
Peringkat tidak cukup
409 Chs

Bonjour Paris 7

William dan Esmee duduk bersama di atas tempat tidur yang ada di kamar utama apartemen William sambil menutupi tubuh mereka dengan selimut. Mereka membuka jendela di kamar sehingga mereka bisa melihat atraksi lampu Menara Eiffel dari kamar tersebut. Esmee menyuapkan es krim ke dalam mulut William.

"Kali ini menara Eiffel benar-benar terlihat lebih indah," gumam William.

Esmee tertawa pelan sembari menyuapkan es krim ke dalam mulutnya. "Ini benar-benar sempurna. Kau, es krim dan menara Eiffel."

William tertawa pelan mendengar ucapan Esmee. Ia merapatkan pelukannya pada Esmee yang duduk di depannya. Setelah itu ia mencium leher Esmeee. "Sepertinya aku tidak akan pernah bosan dengan aroma tubuhmu."

"Tanganmu juga sepertinya tidak pernah bosan bermain di dadaku," sahut Esmee ketika ia merasakan jari-jari William mulai bermain di dadanya.

William terkekeh. "Semua pria sangat suka bagian itu."

"Kita akan menginap disini?" tanya Esmee.

Bab Terkunci

Dukung penulis dan penerjemah favorit Anda di webnovel.com