webnovel

remember that day

Airin Kamiliana, wanita yang hampir selalu baik-baik saja dalam hidup. Terlahir dalam keluarga yang berkecukupan, memiliki orangbtua yang sangat mencintainya, tumbuh menjadi wanita cantik dan cerdas, hingga dinikahi oleh laki-laki yang behitu mencintainya dan dicintainya. Seperti ini kan perjalanan hidup yang diinginkan semua orang? Dan Airin beruntung bisa menjalani kehidupan sempurna seperti ini Namun, bukan hidup tidak pernah akan sesempurna itu. Begitu pula yang akhirnya harus Airin rasakan. Dia akhirnya harus merasakan perihnya kecewa dan penghianatan. Bian, pacar yang sudah sekian tahun ia pacari dan kini sudah menjadi suaminya dengan tega membuat keputusan untuk menceraikannya karena tergoda oleh sahabat lamanya. Namun, untuk menutupi semua kesalahamnya dia justru menuduh Airin berselingkuh dengan sahabat lamanya juga Setelah persidangan memutuskan perceraian mereka secara resmi, hari-hari penuh kenangan terus menjadi bayang-bayang untuk Airin dan Bian. Seperti banyak kalimat bijak yang sering kita dengar, kita akan merasa sangat menyesal setelah kita kehilangan. Dan yaps... Bian akhirnya membuktikan kebenaran kalimat bijak itu. Bian kini terus menyesal karena melepaskan Airin. Namun apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Airin sudah menemukan kehidupan barunya, kebahagiaan barunya. Apakah Bian akan yega datang lagi kepada Airin dan menghancurkan kehidupan bahagia Airin untuk kedua kalinya?

Galuh_Fifiana · Fantasi
Peringkat tidak cukup
377 Chs

Bagian 62

"Ya Tuhan…. Terserah apa kata lo aja deh," sahut Airin.

"Ayo, Lif! Kita langsung ke apartemen aku aja," ujar Airin sambil masih sibuk merapikan meja kerjanya.

"Masih sibuk kaya gitu kok udah ayo ayao aja. Aku mah tinggal jalan aja, Rin. Kamu yang lama nggak selesai-selesai, beresin apa sih?" Alif menunggu dengan santai di dekat meja Selin yang sedang kosong.

"Hehe… ini bentar lagi kelar. Tinggal masukin buku catatan aku ke laci,ok… done… beres," sahut Airin sambil menyimpan semua buku catatannya ke dalam laci.

"Udah?" tanya Alif memastikan.

Airin mengangguk yakin.

"Akhirnya cuti juga lo," ledek Selin.

"Iya, nih…. tolong bantuin handle kerjaan gue selama seminggu kedepan ya, Lin. Gue minta tolong banget ke lo," kata Airin.

"Iya, tenang aja. Beres sama gue. Lo sama Alif hve fun aja di Jogja, nggak usah pikirin kerjaan yang di sini. Gue yang handle semuanya,"

"Eeem… peluk dulu boleh?" tanya Airin yang sudah merentangkan kedua tangannya dan siap untuk memeluk Selin.

Bab Terkunci

Dukung penulis dan penerjemah favorit Anda di webnovel.com