webnovel

UNFORGIVEN BOY

Adolescent
Terminé · 97.3K Affichage
  • 160 Shc
    Contenu
  • 5.0
    12 audimat
  • NO.200+
    SOUTIEN
Synopsis

Bertemu dengannya adalah anugerah, karena dia menunjukkan ku sisi lain dunia yang tak pernah ku lihat. Mengenalnya adalah kebahagiaan, karena dia memberi ku warna lain dalam hidup yang tak pernah ku tahu.... Bersamanya adalah mimpi, karena dia membuatku seolah menjadi gadis sempurna di balik semua kekurangan yang aku punya. Aku, bukanlah gadis cantik yang sempurna. Aku adalah gadis buruk rupa yang sering disebut sebagai anak singa. Namun begitu, andai takdir bisa diulang kembali, maka aku tak ingin bertemu dengannya, aku tak ingin mengenalnya, dan aku tak ingin bersamanya. Karena, terlalu banyak hal yang hilang tak bersisa, semenjak ada dia. Dia, adalah seorang lelaki, yang sampai kapanpun tak akan pernah ku lupa. Dia, adalah seorang lelaki yang sampai kapanpun tak akan pernah ku maafkan, dia, ya dia.

Étiquettes
2 étiquettes
Chapter 1~First Time~

Langit malam yang mulai kelam, di jembatan merah yang tak bertuan. Ya, seperti ini, tepatnya saat aku bertemu dengannya dulu. Seharusnya, Tuhan tak membiarkanku bertemu dengannya, seharusnya takdir tak mempertemukanku dengannya, karena setelah pertemuanku itu, aku yang awalnya begitu membencinya, kemudian mulai takut dengannya, dan hal buruk setelah itu semua, tanpa sadar aku telah jatuh hati padanya.

Tapi entah kenapa, seandainya bisa lebih baik ku urungkan saja rasa cintaku ini padanya, rasa cinta yang seolah meremas hati, yang membuatku sulit bernafas karenanya. Jujur, awalnya aku fikir, dia adalah lelaki yang sangat menyebalkan. Menyebalkan karena di balik kelakukan buruknya di sekolah, nilainya selalu sempurna, di balik semua gelak tawanya, seolah ada duka yang tak mampu dia pendam. Dan itu semakin membuatku tersiksa, untuk ingin selalu dekat dengannya, atau pergi menjauh dari sisinya. Dia adalah, sosok yang tak akan pernah termaafkan, dalam hidupku, selamanya.

Aku ingat dulu, saat pertama kali kami bertemu. Sebelumnya, satu tahun yang aku lakukan hanya menjadi seorang pengintai, tapi tahun berikutnya aku mulai mengenal sosoknya secara nyata, tepat di hari itu,

Prrrrrrrrt!!!!!

"Berhenti!!!"

Teriakku, saat ini aku sedang berada di tengah-tengah dua kubu yang akan tawuran, kubu SMAku, dan kubu SMA sebelah. Kata seniorku dulu, kedua SMA ini memang tidak pernah bisa akur, dan dendam itu sudah dibawa sampai turun temurun.

Aku bisa melihat dengan jelas, puluhan preman yang berpakaian putih abu-abu itu memandangku dengan galak, preman-preman sekolah yang sudah membawa senjata mereka, untuk siap bertempur.

"Kalau kalian nggak bubar, gue akan panggil polisi!" ancamku saat itu,

Aku seperti orang bodoh.

Berdiri di antara mereka, sendiri. Sementara anggota OSIS yang lainnya, hanya berani, bersembunyi di balik semak-semak yang jaraknya terlalu jauh dariku.

Seharusnya aku tak melakukan ini.

Aku memang bodoh, mau saja dijadikan kambing hitam atas semua tugas yang mengerikan. Di saat semuanya lepas tangan, aku yang dipaksa maju di barisan paling depan. Jujur, aku memang seorang siswi yang menyedihkan.

"Siapa sih cewek aneh ini?! Pergi lo!"

Cowok bertubuh besar itu datang mendekat, kemudian membentakku. Matanya yang mulai memerah terlihat garang, alis tebalnya bertaut menakutkan. Jujur, tubuhku gemetar, karena takut. Tapi, mau bagaimana lagi, ini adalah tugas dari sekolah, andai saja mereka tidak berkelahi, andai.

"Elo cewek aneh yang ada di kelas itu, kan?" mata coklat itu menatap ke arahku dengan dingin, mata coklat yang selalu aku benci, mata coklat yang pemiliknya selalu mengalahkanku.

Mengapa?

"G..gue ---"

BUUUKKKK!!!

"Nilam! Mau sampai kapan kamu tidur? Sudah jam berapa sekarang ini? Buruan bangun, cepat berangkat sekolah!"

Mimpi?

Aku membuka mata sambil terengah, nafasku terasa sudah habis. Kenapa? Bagaimana bisa ingatan tentang kejadian seminggu lalu masih saja menghantuiku dalam mimpi? Ingatan tentang kejadian yang membuatku takut dengan lelaki itu, lelaki yang awalnya ku benci.

Sejak insiden pemukulan anak SMA Harapan Bangsa, lelaki itu kabarnya dibawa oleh polisi. Bahkan, sudah seminggu ini, dia tidak masuk sekolah, dia tidak ada di kelas. Aku yakin, dia mendapatkan skorsing dari Pak Mahmud. Guru BP sekolahku.

Aku bangkit, buru-buru aku masuk ke dalam kamar mandi. Aku bahkan lupa, jam berapa semalam aku tertidur. Karena, aku sibuk belajar untuk ulangan hari ini. Bukan, rasanya belajar adalah kegiatan wajibku setiap hari selain sekolah, dan membantu Tante Rosi menjaga tokonya.

Tante Rosi, adalah Adik dari Ibuku, lebih tepatnya, Almarhum Ibuku. Kedua orang tuaku telah wafat. Karena kecelakaan mobil saat aku kecil dulu, dan mulai saat itu, aku diasuh dan dibesarkan oleh Tanteku, yang aku tak tahu kenapa, sampai sekarang dia lebih memilih hidup sendiri tanpa suami, padahal usianya, sudah terbilang tak muda lagi.

Ku sisir rambutku di depan cermin, hari ini adalah musim penghujan. Dan rambutku ini akan semakin mengembang, sebaiknya, aku kuncir. Rambutku bukanlah rambut keriting ataupun kribo. Hanya ikal, rambut ikal yang benar-benar ikal dengan volume cukup besar, yang kadang anak-anak sering menyebutku 'anak singa' karenanya.

Mungkin ku kuncir?

Apakah itu pilhan yang bagus? Mengingat selama ini aku tidak pernah sama sekali menguncir rambutku. Apa tidak akan terlihat aneh? Jika nanti anak-anak melihatku?

Tentu saja tidak.

Karena aku yakin, aku adalah bagian yang tak terpenting di sekolah. Aku adalah bagian yang tak mungkin dilihat oleh semua orang.

Itu benar.

@@@

"Nilam!"

Aku terhenti, menutup bukuku yang sedari tadi ku baca. Lala dan Genta datang. Lala dan Genta, adalah sahabat yang aku punya, hanya mereka yang mampu melihatku, dari sisi yang berbeda dari lainnya.

"Ulangan biolgi, kan?" tanya Lala, gadis cantik yang menjadi salah satu buruan siswa di sekolah. Aku tidak mengerti, mengapa dia mau bersahabat denganku.

"Elo nggak belajar emang? Masih nanya aja kalau hari ini ulangan."

Genta, tidak jauh beda dengan Lala, dia adalah Lala versi laki-laki, meski bersahabat, tapi aku fikir mereka adalah pasangan yang serasi.

"Gue nyontek elo, ya?" mohon Lala, Genta menggeleng. Keduanya ini tidak bodoh, bahkan keduanya salah satu anak pintar di kelas, tapi memang sifat Genta yang selalu mengalah, membuat Lala bersemangat untuk menjadikan Genta, 'kacung'-nya.

"Ogah, elo tahu sendiri, kan. Bagaimana galaknya Pak Warto, gue nggak mau dikeluarkan dari kelas gara-gara elo."

"Gentaaaa --" Lala merengek dengan tampang lucu, wajah imutnya terlihat semakin imut.

"Udah jangan ribut, ayok masuk sebelum Pak Warto mendahului kita." ajakku,

Pak Warto, Guru biologi di sekolahku. Guru yang akan datang sepuluh menit sebelum bel masuk sekolah, apalagi di semeseter ini, jadwal Pak Warto adalah di jam pertama pelajaran hari sabtu. Musibah bagi murid-murid yang malas, karena, jika telat sedikit, nilai mereka akan dikurangi, sesempurna apapun nilai tugas dan ulangannya. Begitu pun dia, yang lebih memilih telat meski berangkat pagi, lebih memilih nongkrong di warung, daripada masuk ke dalam kelas, ya dia.

@@@

"Lam, gue nyontek elo, ya?"

"Maaf, tapi ini kan ulangan."

"Gaya banget sih lo, pokoknya gue nyontek!"

"Emang boleh gitu ama gue? Jadi anak itu belajar biar pinter, Ma! Bukan nyontek!"

Lala selalu seperti ini, jika ada teman-teman lainnya mendekatiku, bukan untuk berteman, tapi untuk ku bagi jawaban.

Salma, teman sekelas yang selalu bersikap seperti itu, dan bodohnya aku tidak pernah bisa menolak setiap dia meminta sesuatu. Aku fikir dulu, tidak apa-apa. Tapi pada akhirnya aku mulai merasa, ini apa-apa. Saat Pak Nanang, guru matematika kami mengetahui jawaban kami sama, dan berakhir, nilaiku dikurangi 10 poin, Salma yang mendapatkan nilai tertinggi.

Mungkin, resiko menjadi siswa cupu.

"Rese banget sih lo, La! Ih!" Salma pergi, menuju bangkunya kembali, dan dengan tatapan itu, dia melihatku.

Bukan, bukan hanya Salma, tapi semuanya, mereka memandangku dengan tatapan itu. Tatapan menghina dan merendahkan, seolah ingin menunjukkan jika aku di sini, bukanlah siapa-siapa.

"Nggak usah diladenin, La. Salma emang udah kayak gitu." kataku, Lala mendengus kemudian dia menggenggam pundakku,

"Nggak boleh dong. Dia itu ngerugiin elo! Jadi, dia harus dikasih pelajaran biar kapok! Apa elo lupa pas ulangan matematika dulu?" aku mengangguk, meng-iya-kan ucapan Lala, aku tidak akan pernah lupa masalah itu.

Vous aimerez aussi

MY...sterious HUSBAND

WARNING!!! novel ini bukan untuk pembaca di bawah 21th. mengandung kebucinan dan perasaan yang menggebu-gebu, yang tidak kuat jantung di harap segera mundur. tq Menjalani pernikahan paksa, yang berawal dari sebuah rencana licik dalam memainkan sebuah taruhan kecil yang di peran dan di rencanakan oleh kakeknya. Orlando terpaksa menikahi gadis yatim piatu yang bernama Desty.. Gadis itu memiliki cita-cita tinggi, ingin mengelilingi dunia..  walau ia adalah gadis miskin, bukan berarti ia tidak bisa mewujudkan keinginannya tersebut. Ia adalah gadis tangguh, multi talented, cerdas dengan segudang prestasi. Telah lama ia merencanakan untuk dapat mewujudkan mimpinya itu. Hanya tinggal satu langkah lagi, maka keinginannya dapat terkabulkan. Tapi sayang, sebelum mimpinya tercapai, gadis itu malah memiliki hutang budi pada seseorang yang membuat ia terpaksa mengikuti sebuah pertaruhan kecil. Yang pada akhirnya ia harus menjalani pernikahan paksa dengan seorang pria misterius yang bahkan tak pernah ia lihat sebelumnya Bahkan, pria itu menjalani akad nikah sendiri tanpa kehadirannya. Begitu pula sebaliknya, Destypun menjalani resepsi pernikahannya tanpa kehadiran si pria. Meski dirinya telah terikat tali pernikahan, Desty tetap tak melupakan mimpinya untuk berkeliling dunia Hingga ia pun menyusun kembali rencana untuk mewujudkannya Bagaimana kelanjutan kisah mereka??  apakah desty dapat meraih mimpi nya? Atau tetap bertahan pada pernikahannya? Kapan orlando menunjukan wajah tampan nya pada desty?  Akan kah mereka akhirnya benar benar bisa bersatu??

Call_me_MI · Adolescent
5.0
430 Chs

Was My Sweet Badboy

WARNING !! [cerita ini hanyalah fiktif belaka, semua setting tempat adalah fiktif! kesamaan nama tokoh, tempat, sekolah maupun scene dalam novel ini adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan!] ------------------------------------------------- Bimo namanya, anak baru pindahan dari Bandung yang tiba-tiba memberiku surat, isinya dia minta izin untuk menyukaiku. hah?! 'kenapa suka aku?' kuputuskan untuk tanya hal ini. lalu dia jawab begini ; 'aku tidak punya alasan, tidak paham juga kenapa bisa suka, hanya mataku tidak bisa berhenti melihat kemanapun kamu pergi, aku tidak bisa menahan senyumku dan rasa senangku kalau sedang dekat denganmu, aku suka lihat kamu ketawa dan tidak senang lihat kamu nangis, aku benci orang-orang yang bikin kamu sedih sampai-sampai ingin ku tendang pantat mereka biar sampai ke pluto, aku mau pegang tanganmu dan bilang pada cowok-cowok yang suka padamu untuk tidak lagi mengganggumu.' ku baca tulisannya yang panjang itu. aku deg-degan, sumpah kalau dia bisa dengar jantungku, itu seperti ada drum band di dalamnya. Dia orang yang unik, dan punya pendekatan berbeda padaku, orang yang percaya diri dengan bagaimana kepribadiannya, tidak kasar, berusaha dengar perkataanku, tapi sebenarnya dia juga adalah orang yang keras pada idealisnya, suka naik gunung bahkan bikin jantungku sering ingin lompat karena khawatir setiap kali dia melakukan hobinya itu. Bimoku... Elangku yang selalu terbang bebas tanpa peduli apapun.. Elangku yang selalu terbang menerjang badai... ini, adalah kisahku saat itu, saat dia bersamaku.. -------------------------------------------- VOLUME 2 : Menggapai kembali Ketika masa lalu menyesak masuk saat kau telah mulai lari darinya. Seseorang yang tetap berdiri di persimpangan hidup mereka. Yang tetap tegak di persimpangan waktumu dengannya. Kini persimpangan itu mempertemukan mereka kembali. Dengan segala keajaiban-keajaiban yang kau kira telah tiada. Dia berusaha menggapaimu sekali lagi. Berlari dari masa lalu, mengejarmu yang telah lama tertatih untuk bisa berdiri di titik ini. Mencoba meraihmu dengan senyumnya lagi. "Kamu masih punya hutang jawaban sama aku." "Apa?" "Yang mau kamu jawab 10 tahun lagi sejak waktu itu." "Hahah, kamu pikir itu masih akan berlaku?" "Tentu! Ray, marry me please ..." POV 3 ---------------------------------- Volume 3 : Langit dan Rindu Kisah si kembar buah hati Bimo dan Raya, akankan kisah mereka semanis kisah remaja kedua orang tuanya? Bagaimana jika Langit Khatulistiwa punya kecenderungan sister complex dan juga tsundere akut terhadap adik kembarnya? Intip yuk ... ---------------------------------------------- [karya ini bergenre romance-komedi, harap bijak dalam membaca, jika sekiranya tidak sesuai selera, silahkan close, gak usah masukin koleksi] [mengandung kata kasar, dan diksi tidak serius dalam penceritaan!] Credit cover : Pinterst cover bukan milik pribadi

MORAN94 · Adolescent
4.9
425 Chs

Greentea Latte

VOL 3. {Greentea Latte Destiny (21+)} = Bab 215 Badboy dingin yang memiliki penyesalan besar kini telah menjelma menjadi pria tampan dan mapan di usianya yang tergolong muda, yaitu 22 tahun. Di usia tersebut, dia telah menyelesaikan S1 di Oxford dan menjadi CEO dari perusahaan Fedrick Company, perusahaan yang bergerak di bidang kuliner paling besar se-Asia Tenggara. Sayangnya, di usia yang tergolong cukup muda itu, dia sudah menjadi duda sehingga dia mati rasa terhadap wanita. Afka menjalani hidupnya dengan monoton, tanpa cinta dan kasih sayang. Hanya ada kebencian yang besar dalam hatinya kepada seseorang. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang sangat mirip dengan mantan istrinya. Sialnya, Afka mengenal dengan baik gadis itu. VOL 1,2. {Greentea Latte (18+)} = Bab 1-214 Afka Fedrick, seorang badboy tampan ala novel yang memiliki sifat yang dingin. Dia memiliki penyesalan terbesar dalam hidupnya. Penyesalan yang berhasil membuat hidup cinta pertamanya hancur berantakan. Ghirel Sananta, seorang gadis yang tertatih selama hidupnya. Tak ada kebahagiaan dalam kamus Ghirel sampai Afka hadir dalam hidupnya. Sayangnya, kebahagiaan itu hanya sesaat. Afka kembali menurunkan hujan padanya. Hujan badai yang membuatnya hancur berkeping-keping. Afka adalah penyebab kehancurannya. Afka adalah sosok yang bertanggung jawab atas rasa sakitnya. bagaimana kelanjutan kisah cinta sepahit Greentea yang terjalin diantara lembutnya Latte tersebut? by Depaaac_

Depaaac_ · Adolescent
5.0
369 Chs
Table des matières
Volume 1

audimat

  • Tarif global
  • Qualité de l’écriture
  • Mise à jour de la stabilité
  • Développement de l’histoire
  • Conception des personnages
  • Contexte mondial
Critiques
Aimé
Nouveau
Romancelov3r
Romancelov3rLv15
FIFIanNUR31
FIFIanNUR31Lv3
Santi_Sunz
Santi_SunzLv12
aprilwriters
aprilwritersLv3

SOUTIEN