webnovel

bab 5

Musuh terakhir meninggal dengan serangan yang menembus dadanya terkena tusukan pedang besar luis.

"Kita menang, Semua musuh berhasil dimusnahkan"

Sorak sorai para milisi pertempuran telah berakhir dengan kemenangan mereka.

Kebencian dan kemarahan mereka akhirnya mereda setelah musuh yang membunuh kenalan mereka meninggal.

"Vita dapatkah kamu menggunakan kekuatanmu lagi"

"Maaf master, aku perlu memulihkan tenagaku dengan istirahat atau makan sebelum dapat menggunakan kekuatanku lagi"

" Hmm. Jika memakan mayat-mayat itu apakah akan memulihkan tenagamu lagi "

"Aku hanya memerlukan dua mayat untuk medapatlan tenagaku kembali master karena di tubuh mereka mengandung energi"

"Energi?  Apakah energi itu mana, Qi atau energi spiritual? "

"Tidak tahu master,  selain mayat para manusia para milisi juga memiliki energi yang sama"

" Apakah yang lainnya dapat melihatnya juga ? "

"Bisa master" mereka sembilan menjawab serempak.

' aku tidak menyangka bahwa mereka memiliki kemampuan yang lain'

Azazil berpikir bahwa dia harus meneliti kemampuan mereka, sepertinya tidak hanya sebatas itu saja kemampuan mereka.

Siapa tahu bahwa mereka memiliki kemampuan yang lebih menakjubkan.

Hal itu dapat di lakukan di lain waktu sekarang saatnya untuk memulihkan tenaga Vita dan menyembuhkan yang terluka.

Azazil berjalan ke arah para milisi.

Luis melihat bahwa Azazil berjalan ke arahnya, dia membuka mulutnya berkata, "Ada yang bisa saya bantu, sir Azazil "

Mendengar pertanyaan Luis Azazil menggelengkan kepalanya berkata " Tidak, aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku bisa membantumu untuk memulihkan yang terluka"

"Benarkah itu, saya sangat berterima kasih atas bantuannya"

"Mn, tapi aku meminta agar ekor ularku memakan mayat manusia untuk memulihkan tenaganya"

"Silahkan, makan sepuasmu " Luis dengan cepat menjawab tanpa ada pemikiran sama sekali.

Dia tidak peduli dengan mayat manusia yang menyerang mereka.

Dia memikirkan akan membuang mayat mereka ke dalam hutan agar di makan Magic beast.

Saat mendengar bahwa Azazil membutuhkan mayat mereka agar dapat memulihkan warga dan milisi yang terluka Luis tanpa ragu langsung setuju.

Melihat bahwa Luis setuju tanpa keraguan sama sekali, Azazil tidak memikirkan lebih jauh karena itu bukan urusannya, Dia berkata " Pyro, Terra, Vita kalian boleh memakan Mayat para manusia"

"Baik master"

"Terima kasih master"

Vita, Pyro dan Terra pergi kearah Mayat manusia, mereka membuka mulut mereka dengan lebar menelan utuh seluruh tubuh manusia.

Sisa ekor lainnya tidak yang protes sama sekali dengan Vita, Pyro dan Terra yang memakan manusia.

Azazil yang melihat bahwa ekor lainnya tidak cemburu, memberikan pujian kepada mereka dalam benaknnya.

Vita, Pyro dan Terra kembali setelah memakan mayat manusia.

"Saya dapat mulai menyembuhkan" Azazil berkata kepada Luis.

Luis membawa Azazil ke dalam sebuah rumah yang lebih besar dari pada rumah lainnya.

'Apakah ini rumah kepala desa'

Pemikiran itu langsung muncul di kepalanya, karena hanya kepala desa yang memiliki rumah lebih besar dari pada lainnya, seperti itu menurut novel-novel yang dibacanya.

Disekitar rumah itu terdapat banyak mayat manusia tapi tidak ada mayat warga desa atau milisi, hal itu membuat Azazil merasa aneh.

Luis membuka pintu Rumah dan masuk ke dalam.

Azazil dan anggota milisi lainnya mengikuti masuk ke dalam.

Di dalam terdapat banyak warga yang terluka, dari yang memiliki luka ringan hingga parah.

Luis berkata kepada seorang pria paruh baya.

"Master, pria tua itu memiliki energi lebih besar dari pada lainnya"

Azazil sedikit terkejut dengan perkataan salah satu kepala Hydra.

Tapi dengan cepat tenang kembali.

'Kalau itu benar, yang membunuh manusia yang berada di sekitar rumah merupakan perbuatan pria tua itu'

Luis melihat bahwa Azazil masuk, dia dan Pria paruh baya itu berjalan kerahanya.

"Sir Azazil perkenalkan ini kepala desa kami, Harson"

"Kepala desa harson ini Tuan Azazil yang aku ceritakan"

Pria paruh baya itu menilai penampilan Azazil dari atas kepala sampai kaki.

Azazil merasa tidak nyaman saat pria tua itu mengamatinya, dia merasa seperti telanjang di depan pria tua itu.

"Bisakah kamu berhenti menatapku"

"Kamu bukan seorang kultivator bagaimana kamu akan menyembuhkan luka para warga"

"Kamu akan mengetahuinya, dimana yang harus aku sembuhkan terlebih dahulu"

Pria tua itu mengerutkan keningnya terhadap ucapan tajam Azazil.

Azazil tidak memperdulikan pandangan pria tua itu terhadapnya.

Dia akan menunjukkan bukti dari pada banyak berbicara.

"Ikuti aku"

Azazil mengikuti kepala desa ke dalam sebiah ruangan.

Ruangan itu sangat luas, tapi memiliki desain putih polos tidak ada hiasan sama sekali.

Di dalam ruangan terdapat sekelompok berjumlah  20 orang yang memiliki luka yang sangat parah di seluruh tubuh.

"Buktikan ucapanmu, sembuh kan mereka "

Azazil mengabaikan ucapan sarkasme kepala desa Harson.

"Vita, dapatkah kamu menyembuhkan mereka"

"Dengan kekuatan saya saat ini, saya hanya dapat membuat luka mereka menjadi tidak parah master, hal itu akan menguras tenaga saya"

"Baiklah kamu sembuhkan mereka semampumu, masih banyak mayat manusia untuk memulihkan tenagamu"

"Baik, master"

Vita menggunakan kemampuan vitakinesisnya kepada mereka

Cahaya hijau muncul di seluruh bagian tubuh yang terluka.

Luka mereka mulai pulih tapi tidak sepenuhnya.

Vita mulai bernafas kasar, menandakan bahwa tenaganya

' Menyembuhkan luka parah 20 orang sangat menguras tenaganya '

"Kepala desa harson, saya perlu keluar sebentar untuk memulihkan tenaganya"

" Baiklah, terima kasih telah membantu kami "

Sikap kepala desa mulai berubah terhadap Azazil, dia memiliki ekspresi bersyukur diwajahnya terhadap Azazil terutama terhadap ekornya yang memiliki bentuk kepala ular yang telah membantu menyembuhkan warga yang terluka parah.

Azazil hanya mengangguk, dia berjalan keluar dari rumah, dan membiarkan Vita memakan mayat manusia.

'Desa ini sangat hancur, butuh setidaknya beberapa minggu untuk membangun rumah yang hancur'

' Selain itu, warga pasti trauma terhadap peristiwa tersebut '

Serangan terhadap desa mereka yang menewaskan kerabat mereka pasti meninggalkan trauma yang mendalam terhadap psikologis mereka.

Azazil tidak akan terkejut jika mereka akan memiliki kebencian yang sangat besar terhadap manusia.

"Saya sudah selesai master"

Azazil menganggukkan kepalanya terhadap perkataan vita.

Dia masuk lagi ke dalam rumah dan menuju ruang tadi.

Vita mulai menyembuhkan mereka kembali.

Cahaya hijau menyelimuti tubuh mereka yang terluka, luka mulai cepat pulih sepenuhnya.

"Mari kita ke pasien selanjutnya"

"Baik"

Kepala desa membawa Azazil ke ruangan lainnya.

Di dalam ruangan itu hanya memiliki 20 orang sama dengan ruangan sebelumnya tetapi mereka memiliki luka yang lebih parah.

"Anak kecil "

"Iya, mereka adalah anak kecil yang berhasil selamat dari serangan manusia itu tapi kondisi mereka sangat memperhatikan "

Kepala desa menjelaskan kepada Azazil, di dalam suaranya terkandung kemarahan.

"Baiklah, Vita sembuhkan mereka"

"Okey master"

Cahaya hijau menyelimuti semua anak-anak, luka mereka mulai sembuh dengan kecepatan yang normal.

'Apakah kemampuannya meningkat ? '

Saat di ruangan sebelumnya saat pertama memulai penyembuhan kecepatan penyembuhan Vita sangat lambat.

Anak-anak ini memiliki luka yang lebih parah dari pada ruangan sebelumnya.

Luka makin cepat disembuhkan dan akhirnya pulih sepenuhnya.

"Apakah kemampuan kanu meningkat, Vita"

"Ya master, karena menggunakannya terus menerus kemampuan saya semakin meningkat"

Tebak Azazil tepat sasaran, Rencana untuk meningkatkan kemampuan mereka langsung muncul di kepalanya.

"Apakah ada lagi? "

"yang terluka parah ini yang terakhir, sisannya hanya luka ringan dan sedang"

Azazil dan Kepala desa Harsonmulai menuju warga yang lainnya.

Walaupun luka mereka ringan dan sedang tapi jumlah orang yang terluka banyak sehingga Azazil perlu mengisi tenaga Vita kembali sebelum memulihkan mereka. Mereka tidak hanya warga tetapi milisi yang terluka juga.

Setelah beberapa menit akhirnya Vita selesai menyembuhkan mereka.