webnovel

MALPIS

Urbain
Actuel · 111.2K Affichage
  • 69 Shc
    Contenu
  • audimat
  • NO.200+
    SOUTIEN
Synopsis

[17+] Kisah ini menceritakan soal Alya dan Ben. Mereka bertemu saat si kebetulan tak sengaja menghampiri mereka. Lalu mereka mulai saling memberikan perhatian saat si cinta dan rasa sayang membutakan mereka. Namun si mantan datang dan tanpa sengaja merebut kembali apa yang pernah menjadi miliknya.

Étiquettes
6 étiquettes
Chapter 1Chapter 1 - Ben

Tuk. Tuk. Tuk.

Langkah kaki itu berjalan di lorong dengan tegap dan santai. Lorong yang tampak mewah dan didominasi dengan warna kuning itu tampak lengah tanpa seorangpun kecuali si pemilik langkah kaki itu. Tak lupa ia mengenakan setelan jas bewarna hitam serta dasi yang senada. Kemeja putih dan hentakan sepatu pantofelnya yang mengkilat, melengking di koridor lantai dua puluh lima gedung hotel itu.

Ia berjalan menuju akhir dari lorong itu yang menuju ke kamar dengan nomor 2501. Ia mengeluarkan sebuah kartu Master Key berwarna keemasan yang bertuliskan Malpis Hotel yang selalu dibawanya kemanapun. Kemudian ia membuka pintu kamar itu. Hal pertama yang ia rasakan adalah pendingin ruangan yang begitu menusuk.

Segera ia berlari dan mematikan pendingin ruangan yang ada didalam kamar itu. Diatas tempat tidur, ia melihat orang yang paling disegani dan dihormatinya tengah terlelap disana dengan selimut tebal yang menutupi setengah tubuhnya.

Ia melihat sekeliling tempat tidur itu yang berantakan dengan kertas coretan, dokumen kerja, dan juga bungkus rokok yang sudah diremuk. Bahkan kepingan puzzle berserakan hampir di setiap sudut tempat itu.

Ia memungut dua kepingan puzzle yang tergeletak dikakinya. Kepingan itu berukuran sebesar dua ruas jarinya. Ia berjalan memasuki bilik kerja pria yang tengah tertidur itu yang letaknya tepat di sebelah kirinya. Tampak sebuah bingkai puzzle yang cukup besar dengan tumpukan kepingan kecil puzzle diatasnya yang masih berantakan.

Ia perhatikan puzzle itu dan masih terlihat gambaran yang sama yaitu gambar yang masih tidak jelas dan tidak beraturan. Gambar itu hanya terdiri atas 20 keping puzzle dari 5000 keping puzzle yang harus disusun. Belum pernah puzzle itu dirampungkan pengerjaanya.

Kemudian ia berlalu dari ruang kerja dan beralih ke samping tempat tidur pria itu dan mulai membangunkannya. "Pak," panggilnya. "Pak, sudah jam delapan pagi sekarang." Ia mulai menggoyangkan bahu pria itu. "Pak, kita ada rapat jam sembilan, pak!" Pekiknya.

Tampak perputaran bola mata didalam kelopak pria itu. Ia mundur perlahan. Sang pria membuka matanya dengan berat.

"Ada apa?" Tanya pria itu dengan suara parau. Matanya masih setengah tertutup.

"Sudah jam delapan pak. Kita ada pertemuan dengan klien satu jam lagi." Ia merapatkan kedua tangannya ke arah bawah.

Sang pria bangkit dari tidurnya. Ia mengacak rambut gondrong pendeknya yang berantakan. Ia menoleh ke arah kanan dan melihat orang yang paling dipercayanya saat ini sudah berpakaian rapi. "Kamu gak pulang tadi malam?" Tanya pria itu.

"Saya pulang, pak. Pagi-pagi sekali saya sudah kembali." Jawabnya masih dengan kedua tangannya yang rapat. Ia begitu sopan dan menghormati pria itu. Ia juga selalu menggunakan bahasa yang formal.

Pria itu merenung sejenak menatap lantai kamarnya yang dilapisi oleh karpet bewarna cokelat muda dengan sedikit corak hitam disana. Ia mengambil hp nya yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Ia perhatikan layar hp itu dengan seksama. Terdengar suara helaan napasnya. "Ini rapat terakhir saya minggu ini, rif?" Tanya pria itu sambil melemparkan hp nya ke samping dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Bersusah payah ia bangkit karena kelelahan.

"Iya, pak." Jawab Arif, orang kepercayaan pria itu selama tujuh tahun terakhir. Jabatan Arif tidak bisa disamakan dengan sekretaris. Sebab Arif yang menemani pria itu saat berpergian. Arif juga yang mengetahui pria itu luar dan dalam. Bahkan pada hal yang orang lain tidak tahu. "Tadi malam anda tidur jam berapa?" Tanyanya sekilas namun penuh perhatian. Ia bisa menebak apa yang terjadi dengan pria di depannya ini jika di lihat dari isi kamarnya.

Pria itu menatap lurus ke depan, "Aku pikir bisa menyelesaikannya walaupun hanya setengah." Langkahnya seperti dipaksa menuju kamar mandi dengan celana pendek yang menyangkut dipinggangnya.

Arif mencoba paham akan jawaban pria itu, namun ia tidak berani menambahi. Sambil menunggu pria itu di dalam kamar mandi, Arif pelan-pelan memungut kepingan puzzle yang berserakan. Ia kumpulkan di dalam genggamannya kemudian membawanya ke dalam ruang kerja pria itu agar terkumpul semua di satu tempat. Dan saat pria itu ingin menyelesaikannya lagi kelak, ia bisa menemukannya.

***

Alya tengah mengajar pelajaran geografi untuk kelas sepuluh yang kebetulan letaknya dilantai satu. Saat ia sedang menjelaskan di depan kelas, tak sengaja matanya menangkap sosok orang yang sangat dikenalinya, Dewa. Alya berusaha untuk tidak penasaran dan melanjutkan pelajaran. Namun melihat Dewa membersihkan halaman sekolah yang letaknya dikekelilingi oleh bangunan SMA 278, Alya terpaksa menghentikkan kelasnya sesaat dan berjalan ke luar kelas.

Bukan hal yang aneh lagi bagi Dewa jika cowok itu menghapal semua jadwal kelas Geografi Alya. Ia sengaja menyapu di depan kelas sepuluh tempat Alya mengajar hanya untuk menarik perhatian guru sekaligus wali kelas kesayangannya. Saat melihat Alya memperhatikannya di depan kelas sepuluh, Dewa memberikan senyuman manisnya sambil menganggukkan kepalanya.

Alya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Dewa dengan santai tersenyum padanya. Ia kembali ke dalam kelas dan meneruskan pelajaran.

Sambil senyum kegirangan Dewa melanjutkan bersih-bersihnya. Sudah cukup baginya melihat wanita itu pagi ini.

***

Arif berdiri didepan pintu lift yang tertutup bersama pria itu. Mereka sedang menunggu lift yang bergerak dari arah bawah. Pria itu memandangi pantulan dirinya didepan pintu lift sambil termenung. Setelan jasnya yang bewarna biru tua membuatnya terlihat tampan dan gagah. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku. Sebelah kakinya ia julurkan ke samping. Rambut gondrongnya yang berantakan sudah ia rapikan ke samping dengan diberi gel kesukaannya.

Arif memperhatikannya. Ia adalah saksi hidup pria itu. Penampilan pria itu memang menarik dan menawan bagi semua orang. Caranya bekerja sungguh mengesankan. Tapi tidak ada yang tahu seperti apa pria itu jika sudah berada dikamar 2501 sejak tiga tahun belakangan.

TING!

Pintu lift terbuka. Mereka masuk bersama. Arif menekan angka enam pada lift dan pintu tertutup.

Saat didalam lift, pria itu membuka hp nya dan menatap layar yang gelap itu. Ia menekan tombol tengah namun tidak ada panggilan atau pesan yang masuk. Ia memasukkan kembali hp nya.

"Anda menunggu telepon seseorang, pak?" Tanya Arif disamping pria itu. Ia melihat pantulan mereka melalui pintu lift di depan.

"Orang lain mungkin punya teman dekat atau teman berbagi pesan cinta. Hp mereka gak pernah sepi." Senyum sunggingnya memperlihatkan wajahnya yang penuh canda.

"Saya bisa carikan jika anda memerlukannya." Usul Arif. Segala cara ia tawarkan tapi pria disampingnya ini selalu menolaknya.

Pria itu menoleh ke arah Arif, "Tanpa perlu kamu lakukan, aku bisa mencarinya sendiri. Cuma aku belum berpikir ke sana."

"Tanpa anda harus berpikir keras untuk mencari, terkadang orang itu ada didepan anda. Cuma anda saja yang perlu sedikit lebih peka." Arif begitu bijak memberi nasehat pada atasannya itu.

Pria itu melihat tampilan dirinya lagi dipantulan lift, "Dibalik jas mahal ini, ada hati yang perlu dikasihani." Ia menertawakan dirinya dalam seringai sedih.

TING!

Pintu lift terbuka. Mereka tiba di lantai enam.

Sesaat setelah kaki pria itu keluar dari lift, aura diwajahnya berubah. Tubuhnya tak lagi lesu dan lunglai, semangatnya membara, kepalanya tegak, garis senyumnya naik dan matanya memberikan pandangan keceriaan pada semua orang yang memberikan hormat kepadanya.

"Selamat pagi, pak." Sapa Imas. Wanita paruh baya ini adalah seorang office girl senior yang bertugas membersihkan seluruh lantai enam yang isinya adalah area perkantoran. Wanita itu juga diberi tugas khusus yaitu membersihkan kamarnya.

"Pagi, bu imas. Ibu sudah sarapan?" Tanya pria itu lembut.

"Sudah, pak."

"Saya duluan, ya." Pria itu berlalu. Ia menuju sebuah ruangan diujung koridor. Didepan pintu itu bertuliskan Benjamin Malpis, CEO of Malpis Hotel. Pintu itu ia buka dan pemandangan lapangan golf terhampar dari jendela yang lebar dibelakang meja kerjanya.

Ben masuk ke dalam dan menghempaskan tubuhnya diatas kursi empuk yang beroda itu. Ia membalikkan tubuhnya dan menghadap lapangan golf.

"Mau sarapan dulu, pak?" Tanya Arif berdiri didepan mejanya.

"Tidak usah. Nanti aja selesai rapat." Jawabnya sambil memejamkan mata.

"Tadi malam bos telepon. Beliau menanyakan kapan anda akan datang untuk makan malam bersama. Sudah sebulan beliau tidak melihat anda." Jelas Arif. Bos yang ia maksud adalah ayah Ben.

"Kamu jawab apa?"

"Saya jawab jika anda memiliki waktu kosong, saya akan pastikan kalau anda akan datang menemui mereka." Wajah Arif begitu yakin.

Ben berbalik dan menatap Arif dengan tersenyum tipis, "Bilang dengan mereka, aku kesana sabtu ini."

Arif mengangguk, "Baik pak, nanti saya sampaikan."

Pintu diketuk dari luar. Seorang wanita berpakaian formal rapi masuk kedalam ruang itu. "Maaf pak, pak agusman sudah tiba dilobi."

"Oh," Ben berdiri. Ia merapikan jasnya dan menuju pintu ruangannya dan keluar.

***

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA!

Vous aimerez aussi

MI VOLAS VIN (I Want You)

Patuhi syarat membaca. 1. Mengandung muatan dewasa (21+) yang belum cukup umur dilarang membaca. 2. Follow akun author / IG @dee.Meliana 3. Kasih like/vote dan komentar yang sopan dan membangun. G: Dark Romance. Dilarang mengcopy paste tulisan ini dalam bentuk apapun!!! Tindakan plagiatan akan saya proses secara hukum. BLURB: ========== Kasih dan pengakuan. Cinta dan nafsu. Gairah dan hasrat. Semua itu adalah bagian penuh pesona dalam setiap kisah yang terjalin dalam kehidupan manusia. Pria, wanita, tua, muda, kaya, miskin, semua lapisan golongan dalam bebagai macam warna mata dan kulit menginginkannya. Keinginan yang tanpa batas untuk memiliki berujung pada obsesi. Obsesi berujung pada kegilaan. Kau bisa melakukan apapun saat menjadi gila. MI VOLAS VIN Bahasa Esperanto yang berarti 'aku menginginkanmu'. Ucapan singkat itu lah yang selalu Leonardo bisikkan pada telinga Jasmine. Obsesi Kegilaan dan Hasrat Membuat Leonardo menginginkan wanita bernama Jasmine lebih dari apapun dan bagaimana pun caranya. Lelaki berbahaya namun tampan dan penuh gairah diperhadapkan dengan wanita biasa yang menyimpan sejuta pesona. Mampukah Leonardo melumpuhkan Jasmine? "Sampai tetes darah terakhir yang mengalir melalui pembuluh darahmu adalah milikku. Mi volas vin, Jasmine!" Leonardo berbisik panas pada telinga Jasmine, membuat tubuh Jasmine bergetar karena sensasinya. "Tidak, ini adalah hal yang salah, Leon!" seru Jasmine. (Mengandung unsur maju mundur atau plot twist, baca dengan penuh penghayatan ya Darling!) Cover bukan milik saya. (Cover is not mine, credit belong to owner) Terima kasih. Selamat membaca, Belle Ame.

BELLEAME · Urbain
5.0
529 Chs

Pernikahan Elite Penuh Cinta: Suami Licik, Istri Manis Penyendiri

Wen Xuxu adalah seorang wanita ulet, berbakat, cerdas dan berani yang diasuh oleh keluarga Yan pada usia empat tahun ketika dia kehilangan kedua orang tuanya. Dibesarkan untuk menjadi penerus konglomerat besar, Yan Rusheng adalah seorang pria penyendiri, cerdas dan sombong yang merupakan seorang bujangan paling dicari di ibu kota. Meskipun tumbuh bersama, keduanya seperti saling memperlakukan dengan buruk. Wen Xuxu mengecap Yan Rusheng sebagai seorang yang berengsek dan penakluk wanita, sementara di mata Yan Rusheng, Wen Xuxu adalah seorang wanita pemarah. Seiring waktu, mereka saling jatuh cinta, tetapi mereka tetap menyembunyikan perasaan mereka satu sama lain. Karena sebuah nasib, mereka dipaksa untuk menikah. Dan tidak diketahui oleh orang lain dan Yan Rusheng, Wen Xuxu telah menyembunyikan rahasia yang mendalam selama bertahun-tahun .... Kata kunci: Kekasih masa kecil, Penakluk Wanita, Penyendiri, Belahan Jiwa, Pernikahan Paksa, Anak Yatim, Sekretaris Adegan Manis: Tiba-tiba, Wen Xuxu mengulurkan tangannya untuk mencengkeram dan menarik pergelangan tangan Yan Rusheng dengan paksa. Yan Rusheng tertangkap basah dan dia kehilangan pijakannya. Dia jatuh di tempat tidur dan kemudian napasnya melambat. Tuan Muda Yan takut bahwa dia mungkin kehilangan kendali atas dirinya dan melakukan sesuatu pada Wen Xuxu ... wanita yang dibencinya. Oleh karena itu dia buru-buru mengangkat kepalanya. Tetapi dia belum sempat bergerak menjauh ketika Wen Xuxu mengulurkan tangan dan melingkarkannya ke leher Yan Rusheng. "Jangan pergi."

Wei yang · Urbain
4.7
1998 Chs

Kelahiran Kembali di Tahun 80an: Istri Sarjana yang Imut

Tertipu untuk menikah, dieksploitasi seumur hidup sebagai pengasuh tanpa bayaran, dan akhirnya dipukuli hingga mati oleh ibu angkatnya di depan tempat tidur ayah angkatnya yang sedang sakit, kehidupan menyedihkan Shen Mianmian berakhir. Ketika dia membuka matanya lagi, dia menemukan dirinya kembali pada usia lima belas tahun. Shen Mianmian berjanji untuk melarikan diri dari takdir masa lalunya, menghukum sepupu dan ibu angkat yang jahat, namun secara tidak sengaja bersinar terlalu terang dalam prosesnya. Siswa yang sebelumnya berada di urutan ketiga dari belakang di sekolah tiba-tiba naik ke puncak, menjadi kandidat yang diperebutkan oleh perguruan tinggi bergengsi, menyebabkan sensasi di antara semua guru dan murid... Sementara yang lain sibuk belajar, Shen Mianmian sibuk memulai bisnis kecil untuk menghasilkan uang... Sementara yang lain mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi, Shen Mianmian membeli dua bangunan berhantu yang paling terkenal di Beijing sekaligus... menjadi keanehan di mata semua orang, mereka mengejeknya bahwa walaupun dia punya keberuntungan untuk membelinya, dia mungkin tidak punya nyawa untuk tinggal di dalamnya. Sementara yang lain lulus dan sibuk mencari pekerjaan, properti berhantu yang dibeli Shen Mianmian diambil oleh pemerintah, membuatnya mendapatkan sejumlah besar kompensasi penggusuran. Orang-orang yang dulu mengejeknya tidak bisa tidak menampar diri mereka sendiri dua kali... bertanya-tanya di mana-mana apakah ada rumah berhantu yang dijual. Shen Mianmian, yang awalnya butuh meminjam uang untuk biaya kuliah, menggunakan dana penggusuran dan memanfaatkan keuntungan kelahiran kembali untuk membeli sebidang tanah yang cocok dan membangun gedung sewaan, bertransformasi menjadi pemilik tanah terkaya dan paling makmur di Beijing... Suatu hari, Shen Mianmian, yang membawa tas penuh kunci dan baru saja mengumpulkan sewa, ditarik pergi ke Kantor Urusan Sipil. "Shen Mianmian, sudah waktunya bagi kamu untuk membayar apa yang kamu hutangkan padaku."

Yin Family's Sixth Child · Urbain
Pas assez d’évaluations
548 Chs

Ketika Cinta Menemukan Tuannya

"Aku Mencintainya, walaupun aku tahu kalau itu berbahaya! " ............... Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang wanita asal Indonesia yang memiliki pengalaman buruk akan cinta. Calon suaminya terpaksa harus menikahi sepupunya disaat undangan pernikahannya sudah tersebar. Ditengah ke malangan nya itu, ia melarikan diri ke Korea Selatan. Di Hari pertamanya ia malah bertemu dengan Kim Lion yang merupakan lelaki kejam yang berkuasa di Seoul. Kim Lion menjalankan perusahaan milik keluarganya sebagai CEO di KI Grup yang merupakan salah satu perusahaan paling berpengaruh di Korea Selatan. Sayangnya, Kim Liom adalah lelaki sombong yang menganggap dirinya paling sempurna sehingga tidak ada wanita yang pantas untuk menjadi pendampingnya. Suatu hari Kim Lion bertemu dengan gadis yang aneh dan terlihat sangat biasa. Gadis itu adalah satu-satunya wanita yang membenci Kim Lion karena selalu mengusik hidupnya yang tenang, dia adalah Nana perempuan mungil asal Indonesia yang tidak cantik dan tidak juga jelek. Semenjak bertemu dengan Nana, Lion pun merasa resah dan tidak tenang karena ia selalu memikirkan Nana seperti orang gila. Kim Lion menggunakan segala cara agar Nana menjadi miliknya sehingga pada suatu hari, Nana terpaksa menjadi pelayannya. Kim Lion tahu kalau dia jatuh cinta sama Nana, namun dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. .......................................................................... "Dasar Iblis, apa yang kamu inginkan dariku?". Nana melotot ketika melihat Kim Lion memblokir tubuhnya di dinding kamar mewah itu. "Kenapa kamu selalu menolakku?". Wajah Lion semakin mendekat sehingga Nana merasa Frustasi. "Kenapa aku harus menerima Iblis sepertimu?". Nana memberanikan diri menantang tatapan jahat Kim Lion. "Karena Aku adalah Kim Lion. Lelaki tampan dan kaya raya yang dipuji oleh semua wanita. Jika kamu bersamaku, maka aku pastikan akan membuatmu menjadi wanita paling beruntung. Bagaimana?". Jawab Kim Lion sambil tersenyum licik. ......................................................................... Bagaimana dengan Nana? Akankah Dia mau hidup bersama lelaki kasar dan sombong seperti Kim Lion? Atau, dia memilih lelaki lain yang merupakan musuh sekaligus sahabat Kim Lion yang super baik dan tampan?. Temukan jawabannya dengan mengikuti setiap bab di novel ini. Kalau Kalian suka, jangan lupa dukung novel ini dengan memberi Power Stone sebanyak-banyaknya. Dan tulis pendapat kalian di kolom review dan komentar agar saya bisa memperbaiki yang salah. Satu Power Stone dan Komentar atau Review dari kalian adalah penyemangat saya untuk menulis. Happy Reading! Instagram. @azzahra_tina mampir Juga di Karyaku yang Lain. 1.Istri Kecil Tuan Ju 2. Pelengkap Hidupku. 3. Flower Of Evil

Tinaagustiana · Urbain
4.9
1120 Chs

Pernikahan Kontrak: Pengantin Pengganti

Beberapa menit sebelum pernikahannya, Jeslyn mengetahui bahwa calon suaminya hanya mengincar keuntungan yang akan didapat dengan menikahinya. Patah hati dan merasa dikhianati, dia memilih satu-satunya pilihan yang ada pada saat itu, yaitu untuk melakukan pernikahan kontrak dengan pria yang bisa ia temukan, atau jika tidak, kekayaan keluarganya akan jatuh ke tangan musuh. … "Tuan, tolong, maukah Anda menikahi saya?" Dia bertanya padanya. Seorang pria yang dia lihat masuk ke kamar kecil tempat pernikahan. 'Dia pasti salah satu tamu,' pikirnya. Maverick terkejut dengan proposal itu. Dia melihat Jeslyn mengerutkan dahi ketika dia menoleh untuk menatapnya. Jelas dia ketakutan padanya, namun dia menenangkan diri, siap untuk melompat ke misteri di hadapannya. "Ini akan menjadi kontrak pernikahan. Kita akan bercerai setelah satu tahun," katanya. Dia juga memerlukan seorang wanita untuk anak nakalnya, jadi dia menjawab, "Deal." Tanpa sepengetahuannya, dia baru saja membuat kesepakatan dengan setan termanis yang pernah ada. ... Dia adalah mimpi buruk negara M, negara di mana kejahatan memerintah. Dia adalah kelinci kecil yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang. Membunuh lalat? Tidak, dia belum pernah melakukan itu sebelumnya. Namun, terpaksa menjadi istri iblis, dia tidak punya pilihan selain melepaskan kepribadiannya yang palsu. Kelinci kecil apa? Siapa bilang dia tidak bisa menginjak jari-jari tangan seorang pianis dengan tumitnya dan pura-pura seperti tidak bermaksud melakukannya? Ha, selebriti ini ingin memainkan kartu kasihan? Apakah mereka ingin mendapatkan simpati masyarakat? Nah, mengapa lagi dia disebut 'kelinci kecil'? Bukankah itu karena dia terbaik dalam berakting imut? Apakah tidak ada yang memberi tahu teratai putih ini yang ingin menyelam ke tempat tidur suaminya bahwa dia mencuri jiwanya ketika dia menampar anak nakal itu?

Hassy_101 · Urbain
Pas assez d’évaluations
501 Chs
Table des matières
Volume 1

audimat

  • Tarif global
  • Qualité de l’écriture
  • Mise à jour de la stabilité
  • Développement de l’histoire
  • Conception des personnages
  • Contexte mondial
Critiques
Pleurage! Vous seriez le premier commentateur si vous laissez vos commentaires dès maintenant !

SOUTIEN