webnovel

Jurang Cinta

Fantastique
Actuel · 26.9K Affichage
  • 33 Shc
    Contenu
  • audimat
  • NO.200+
    SOUTIEN
Synopsis

Naura putri tunggal dari seorang janda, dan karena memiliki peringkat cum laude saat selesai kuliah, gadis itu diterima di perusahaan Androlux. Tanpa sengaja, gadis itu terlibat komunikasi dengan pegawai di perusahaan tersebut, yang tidak diketahui identitasnya. Karena kecerdasan dan keunikannya gadis itu bisa menarik perhatian CEO perusahaan yang bernama Alexander, yang selalu merahasiakan dan membatasi interaksi dengan para bawahannya. Berbagai cara dilakukan Alexander untuk mendapatkan Naura, dan akhirnya terjalin komitmen untuk menjalin ikatan antara mereka berdua. Sebagai manusia vampire origin, diharapkan keturunan Alexander juga memiki darah dari vampire origin pula. Ketika orang dari koloninya mengetahui jika laki-laki itu menjalin hubungan dengan manusia yang memiliki darah murni, berbagai upaya dilakukan orang-orang dalam kelompoknya untuk memisahkan mereka berdua. Bagaimana cerita selanjutnya...????

Chapter 1Hari Pertama Kerja

Naura merasa bersemangat di pagi ini, karena hari ini dia akan mulai kerja di hari pertama. Polesan bedak tabur tipis dan warna lipstik nude tambah mempercantik wajahnya. Setelah mempersiapkan perlengkapan, gadis itu bersiap untuk berangkat.

"Naura..., nikmatilah sarapanmu dulu! Jangan biasakan pagi-pagi pergi, perut dibiarkan kosong!" seperti biasa, alunan suara Nyonya Elsa mama Naura mengiringi waktu pagi keluarga ini.

"Tanggung mam.., Naura masih harus mencari bis kota juga untuk menuju kantor. Khawatir telat, ga etis dong.. masak hari pertama kerja sudah telat masuk kantor." sambil menenteng tas, Naura bersiap untuk berangkat. Melihat putri satu-satunya sudah berdandan rapi dan siap berangkat, Nyonya Elsa segera memasukkan sandwich ke lunch box dan Tumbler berisi minuman.

"Naura.., tunggu sebentar!" teriak Nyonya Elsa. Tidak mau mengecewakan mamanya, Naura menunggu di depan pintu sambil mengenakan sepatu. Tidak lama kemudian, perempuan paruh baya itu berlari keluar dan menyerahkan paper bag berisi lunch box dan Tumbler.

"Thank.s Mam..., mama selalu mengerti yang Naura butuhkan." aura kebahagiaan menghiasi wajah Naura. Segera gadis itu mengambil bekal yang sudah disiapkan Elsa, kemudian mencium punggung tangannya. Tidak lupa ciuman pipi kiri dan kanan, sebagai ungkapan selamat tinggal gadis itu.

Perlahan Naura menyusuri jalan sempit di gangnya, untuk menuju jalan besar, dan mencari halte bis. Tidak lama gadis itu berjalan, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dan tanpa sadar sebuah batu yang tergilas ban mobil terlontar dan mengenai gadis itu.

"Wooiii.., tahu diri dong. Jangan mentang-mentang bawa mobil, seenak jidat merugikan orang lain." Naura berteriak marah sambil memandang mobil yang berlalu di depannya.

"Cittt.." suara rem mobil bergesekan dengan aspal, terdengar di telinga gadis itu. Mobil yang tanpa sengaja melindas batu itu, dengan cepat mundur dari berhenti di depan Naura.

Jendela mobil terbuka di bagian sopir, dan seorang laki-laki muda tiba-tiba turun menghampiri Naura

"Permisi.., maafkan kami! Apakah anda terluka?" dengan sopan pengendara mobil itu meminta maaf pada Naura. Mendengar permintaan maaf itu, menjadikan Naura seperti mati kutu.

"Ya.., tapi ingat. Jalanan ini bukan milik nenek moyang Loe. Banyak orang yang juga memiliki hak untuk menggunakan jalan ini. Perhatikan kecepatan!" ucap Naura. Merasa kepalang tanggung, gadis itu menasehati pengemudi mobil itu.

"Johan.., cepat lanjutkan perjalanan!" tiba-tiba kaca mobil bagian belakang terbuka. Seorang laki-laki tampan melongok kan kepala, memanggil sopir.

"Baik Tuan Muda.. Nona ..., sekali lagi mohon terima permintaan maafku ya!" sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya, pengemudi itu segera meninggalkan Naura.

"Ya sudah sana..., juraganmu sudah tidak sabar menunggumu." tidak mau membuat orang lain susah, Naura mengijinkan pengemudi itu meninggalkannya. Sekali lagi Naura melirik laki-laki tampan yang duduk di belakang sambil mengenakan kaca mata hitam itu.

"Buset.. itu wajah tampan sekali. Tapi sayangnya sedikit pucat sih." gumam Naura lirih. Gadis itu kembali berlari menuju halte bis, ketika bis jurusan arah kantornya sudah berhenti di sana. Segera Naura masuk ke dalam bis, dan untunglah masih ada tempat duduk kosong di belakang sopir.

******

Lima belas menit perjalanan, akhirnya halte terdekat dengan kantornya sudah terlihat. Naura langsung berdiri dan mendekat ke pintu keluar.

"Cempaka..., halte Cempaka.." kondektur bis berteriak memberi tahu penumpang.

"Saya turun pak.." ucap Naura memberi tahu kondektur.

"Okay.., berhenti!" teriak kondektur. Naura langsung keluar melalui halte begitu pintu bis terbuka.

Melihat bangunan tinggi di depannya, Naura tersenyum bahagia. Gadis itu tidak menyangka, jika dia berhasil diterima di perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan korporasi dan termasuk lima besar peringkat perusahaan besar di negara ini. Tidak mau berlama-lama, Naura segera berjalan cepat menuju kantor perusahaan tersebut.

"Selamat pagi pak.." Naura menyapa petugas keamanan yang bertugas di pintu lobby

"Pagi Non..., pegawai baru ya?" petugas keamanan itu menjawab sapaan Naura.

"Iya pak.., mohon do.a dan bantuannya ya. Permisi saya akan langsung menuju ke ruang tunggu, untuk menemui Miss Kathleen." segera Naura meninggalkan petugas keamanan itu. Tampak kekaguman di mata Naura.., saat melihat lay out dan desain interior yang terlihat sangat mewah di dalam ruangan itu. Melihat petugas receptionis, Naura langsung mendatangi perempuan itu.

"Selamat pagi kak..., apakah saya bisa numpang bertanya?" tanya Naura dengan sopan. Petugas receptionis bernama Karin itu melihat sekilas pada Naura.

"Iya .., silakan. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Karin balik dengan ramah.

"Kenalkan, nama saya Naura. Kebetulan saya pegawai baru disini, dan akan menemui Miss Kathleen. Apakah saya bisa menemui beliau?" Naura mengenalkan dirinya. Petugas receptionis itu kembali melihati Naura.

"Tunggulah sebentar di kursi tunggu itu! Aku akan menanyakan dulu pada Miss Kathleen, apakah bisa diganggu sekarang. Kenalkan.. namaku Karin." petugas itu mengulurkan tangan, mengajak Naura berjabat tangan. Naura tersenyum dan menerima uluran tangan Karin.

Naura kemudian membalikkan badan, dan duduk di kursi tunggu yang tadi ditunjukkan oleh Karin. Sambil menunggu, Naura menyalakan ponselnya dan mulai membaca pesan-pesan chat yang dikirimkan teman-teman kuliahnya.

"Naura..., Miss Kathleen bersedia menemui mu sekarang. Silakan langsung masuk ke ruangannya sekarang! Ikuti jalan ini lurus, kemudian belok kanan. Nanti kamu akan menemukan Human Resource Department Manager, masuklah!" Karin menunjukkan arah untuk menuju ruangan Miss Kathleen.

"Okay terima kasih Karin.. informasinya sangat membantuku. Semoga ke depan, kita bisa menjadi seorang mitra kerja yang baik." kembali Naura mengucapkan terima kasih pada Karin, dan gadis itu menjawab dengan melambaikan tangannya. Bergegas Naura masuk mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Karin.

"Apakah ruangan ini ya?" di depan pintu ruangan bertuliskan Human Resource Department Manager, Naura berhenti. Gadis itu menengok ke sekeliling, tetapi dia tidak dapat menemukan satu orangpun disitu

"Sudahlah.. aku ketuk pintunya saja. Toh.. aku hanya mengikuti informasi yang diberikan Karin." gumam Naura, dia mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskan secara perlahan. Setelah merasa sedikit tenang..

"Tok.., tok.., tok.." Naura mengetuk pintu tiga kali. Beberapa saat gadis itu menunggu, tetap tidak terdengar jawaban yang mempersilakan masuk.

"Tok.., tok.., tok.." kembali Naura mengetuk pintu dengan perlahan.

"Doronglah pintu itu Miss.., biasanya tidak ada yang duduk di ruang tamu. Miss Kathleen pasti sedang berada di meja kerjanya." tiba-tiba terdengar suara laki-laki di belakangnya. Naura menoleh, terlihat laki-laki muda berpakaian seragam cleaning service sedang berbicara padanya.

"Terima kasih kak atas informasinya." sambil tersenyum, Naura mengucapkan terima kasih. Perlahan Naura mendorong pintu ke dalam. Sebuah sofa mewah terlihat di depannya, dan seperti yang dikatakan cleaning service tadi, tidak ada siapapun di ruang tamu.

Gadis itu mengedarkan pandangannya, dan tiba-tiba senyuman muncul di bibir manisnya. Matanya melebar sebuah tag name Kathleen H tertempel di sebuah pintu.

*******

Vous aimerez aussi

The Prince Of The East Sea (Bahasa INDONESIA)

18+ (Dark Content) Liburan Tasia dan teman-temannya berakhir di luar dugaan. Tasia yang adalah gadis penakut, tidak pernah menyangka pertemuan dan niat baiknya terhadap seorang anak kecil di tepi pantai saat malam hari akan membawa hidupnya ke dalam kekacauan. Karena ternyata, anak manis itu adalah jelmaan pangeran siluman ular yang mendiami kerajaan goib di laut timur. .... Tasia menatap Hadyan yang tersenyum ramah padanya. Lalu air mata mulai menggenangi matanya lagi "Aku ingin pulang. Aku tidak mau berada di sini. Maafkan aku jika aku berbuat kurang ajar sampai kalian menangkapku, tolong lepaskan aku! Ku mohon!" Hadyan memijat keningnya sendiri "Kau tidak salah, Tasia. Aku membawamu ke sini, karena aku telah memilihmu untuk menjadi permaisuriku di kerajaan ini." "Apa? Permaisuri?" Ulang Tasia. Hadyan mengangguk "Ya, aku telah memilihmu sebagai permaisuriku. Jadi, mulai sekarang kau akan tinggal di sini bersamaku." Tasia menggeleng cepat "Gak mau! Aku tidak mengenalmu! Lagipula aku punya rumah dan nenek juga teman-temanku menunggu di sana. Aku tidak mau menjadi permaisuri mu. Aku mau pulang!" *** Mohon berikan support (Power stone, Komen, Review) kalau kalian suka ceritanya ya!! Trimakasih & Selamat membaca!! \^^/ Karya Lydia_Siu di Webnovel : - The Prince Of The East Sea (Tamat) - The Black Swan Behind (Tamat) Banyak quotes dan info menarik di sosial media author! Yuk difollow! Instagram : @author_lydia_siu FB Page : author Kalong_ungu / Lydia_Siu Twitter : @kalong_ungu *** Note tambahan : - Cerita ini terinspirasi dari tokoh, tempat, dan cerita mitos yang banyak beredar di Indonesia. Lalu digabungkan dan mengalami modifikasi sesuai imajinasi author. - Isi, nama, tokoh, dan lokasi dalam cerita ini tidak ada hubungannya dengan cerita rakyat/lokasi yang sesungguhnya.

Lydia_Siu · Fantastique
4.9
255 Chs

Luna yang Indah Setelah Penolakan

Cecily adalah gadis kurus tanpa teman. Namun, seperti semua gadis lainnya, dia mendambakan cinta sejati. Dia selalu memiliki perasaan terhadap Robert, putra Alfa di Kelompok mereka. Namun, di hari ulang tahunnya yang ke-18, dia menemukan bahwa Robert adalah pasangannya! Sebelum dia bisa memeluknya dengan gembira, Robert sudah menepis tangannya seperti sampah. "Kamu tidak akan menjadi pasanganku. Anggap saja tidak ada yang terjadi hari ini. Pergi dan awasi mulutmu. Jangan bilang apa-apa yang tidak seharusnya kamu katakan!" Robert secara terang-terangan menatap Alison yang seksi dan cantik berambut pirang di wisuda sekolah menengah mereka. Perjalanan wisuda itu mengubah Cecily, membuatnya lebih kuat, lebih percaya diri, lebih bersemangat, dan lebih cantik dan seksi. Selanjutnya, Robert, yang bertemu dengannya di kampus perguruan tinggi lagi, mulai mengejarnya. "Kamu seharusnya menjadi Luna ku. Kita akan hidup bersama dari sekarang. Kita akan memiliki banyak anak. Mereka akan sehat dan cerdas." Mata Robert penuh dengan nafsu. Gangguan Robert membuat Cecily merasa jijik dan mual! Ketika Cecily tidak bisa melindungi dirinya dari Robert karena perbedaan kekuatan, Michael muncul. "Tindakanmu membuatmu tidak layak sebagai Alfa." Michael memandang Robert dengan hina. Selama pengukuhan Robert sebagai Alfa, Cecily tidak tahan lagi dengan gangguannya. "Saya, Cecily Levin, menolak Robert Paslo sebagai pasangan saya." Ketika Robert marah dan kesakitan, ingin melukai Cecily, Michael muncul lagi! "Cecily adalah pasangan yang diatur oleh Dewi Bulan untuk saya." Michael memandang Cecily dengan lembut. "Siapa pun yang berani menyentuhnya adalah tidak menghormati keluarga kerajaan."

JQK · Fantastique
Pas assez d’évaluations
337 Chs

SOUTIEN