webnovel

In the dark with my shadow

Teen
Actuel · 1.1K Affichage
  • 1 Shc
    Contenu
  • audimat
  • N/A
    SOUTIEN

What is In the dark with my shadow

Lisez le roman In the dark with my shadow écrit par l'auteur Bijaya_Khadka publié sur WebNovel. Dark can bring lights. And i shine in the dark because I'm with my shadow in the dark...

Synopsis

Dark can bring lights. And i shine in the dark because I'm with my shadow in the dark

Vous aimerez aussi

Transformer: Wolfie

Ryder, a boy of 15 transforms into a wolf at will. This special ability set him aside from his peers. He gets enrolled in 'Frost Academy', and uncovers a whole new world. Getting to see other intriguing abilities, abilities such as: Super speed, Pyrokinesis, Intangibility, Cryokinesis etc. Most importantly, he got to understand that the world consisted of two major races: Humans and Mutants. Where each race was only tolerating the other. The academy has a long history too. It was built by the first 'Head of House': 'Brandon Regan Frost'. The Frost ancestors had travelled from the Southern World to the Western, escaping those who continued killing mutants subsequent to the first 'Interracial war'; a war more like the massacre of one race — the Mutant race. It was said that: Lord Aryan, and his sister, Ayra, looked upon the world on which they had once threaded, and cried. Their tears brought peace to the world; opening the 'tears of Ayra', which supposedly cleansed the lands and ended the bloodshed, but are those tears enough? Or are the gods destined to cry again? In this school, Ryder met Josie Checkers, whom he falls in love with. Much older than him, their relationship was a taboo. But either through sheer love or lust, they were able to savor a romantic relationship from this 'interdiction'. But Josie gets killed, and her death was followed by the brutal killing of humans. Which was believed to be the mutant's retaliation, and this unleashed the second interracial war. Humans have the advantage of numbers while Mutants have the advantage of abilities. Will these advantages be enough to sustain each race? Or will one drive the other to extinction? Or will the gods open a second river? Give this book a chance and find out.

fawzziyah_habeeb · Fantaisie
Pas assez d’évaluations
21 Chs

Bride of Thaddeus

Bride of Thaddeus Avyanna Klein has found herself bound into an arranged marriage with the century's tycoon, Narcester Thaddeus. Even though she was defiant at first, she can't seem to take off the feeling of responsibility that runs down her conscience. Agreeing with the forceful idea, she decided on divorcing him after three years once Klein Entertainment is saved from bankruptcy. That certain idea had changed her life forever when Narcester Thaddeus knew about that one resolve she placed herself into. Excerpt; “I'm forced into this marriage, Narcester Thaddeus. It doesn't matter what risks I would take to get me out of your hell!” she yelled. “Hell?” he scoffed. “You're in the palms of my mercy, without it, I would've buried you underground once weddings bells started ringing. Know your place little Avie. I will bind you here, inside my threshold until you would find it for yourself that once you step into my abode, you can never leave. Not ever.” He tossed her to the floor and closed the door shut, Avyanna looked intimidated by all of this. 'I'm not one to just sit around, I would do everything accordingly to my extent just to take my name out of yours.' Amidst all the fiery quarrels, he wanted her to stay, but what can he do when she wanted to leave? There's always room to give it a try! Development will move forward like the chapters. Socials: kinsleeXV#8573 kinsleexv@gmail.com Follow me on: kinsleexv@Insta

keulijeu · Urbain
Pas assez d’évaluations
39 Chs

love house

sinar mentari menembus melalui celah celah jendela yang tertutup.suara Air sungai yang mengalir beriringan dengan hembusan angin berserta kicauan burung burung yang seakan bernyanyi mengikuti alunan melodi di pagi ini. seorang gadis membuka pintu balkon rumah nya, kedua tangannya ia renggangkan seakan ia memberi izin bagi hembusan angin untuk menyegarkannya. gadis itu melihat sekeliling rumah nya dari atas balkon melihat sesana kemari seakan " rumah ini masih sama "guma gadis itu. rumah yang ia tempati sedari kecil hingga ia harus meninggalkan nenek nya dan pergi ke luar negri untuk study karna ia mendapatkan beasiswa dari sekolah nya dan harus meninggalkan rumah ini bersama neneknya. bayangan masa kecil nya seakan kembali dan mengingatkan setiap hari hari nya yang ia lalui dengan keluarganya .bermain bersama nenek di kebun belakang, tertawa bersama ibu di ruang dapur,serta ikut memancing di sungai sebelah rumahnya, seakan waktu berhenti di sana. kini gadis itu sendiri disini tampa ada keluarga yang menjaganya. kini ia telah kembali kerumah ini lagi. setelah ia terbangun dari lamunannya. langkah kaki nya kini beranjak menuju kamar mandi dan setelah beberapa menit gadis itu keluar dari balik pintu kamar mandinya dan beranjak menuju pojok lemari pakaiannya dan membuka ksebuah koper besar dan mengambil pakai yang akan ia kenakan setelah itu menuju meja rias dan mengambil sisir di atas meja. menyisir rambut panjang nan hitam , lalu ia merias wajah cantik nya menggunakan beberapa riasan wajah. " seperti biasa masih natural " ucap gadis itu pada dirinya. gadis itu mulai menuju dapur dan melihat apa kah ada makan di dalam kulkas, ternyata gadis itu tidak menemukan apa apa, lalu ia membuka lemari atas dan melihat beberapa mie instan nenek nya. ia mengambil satu bungkus mie instan itu dimasakannya mie instan itu. setelah beberapa menit ia telah makan ia berniat untuk pergi berbelanja ia ambil tas yang ada di kamar atas dan berjalan menuju pintu depan dan menguncinya lalu berjalan menyusuri taman bunga di sebelah rumahnya itu seorang wanita setengah baya memanggil gadis itu "Nadya " ucap wanita setengah baya itu pada Nadya. nadia pun berhenti dari langkahnya lalu langsung mencari datangnya suara itu dan ternyata ada di dalam sebuah toko kecil yang penuh dengan berbagai warna bunga. langkah kaki nadya kini mendekati toko itu. " apa kabar nenek susi " ucap nadya " kapan kau datang nad " ucap nenek susi " saya datang tadi malam nek " duduk lah dulu nad" ucap nenek susi " baik nek " kau mau pergi kemana nad " saya akan ke pasar nek untuk membeli beberapa sayur dan bahan makanan untuk memasak " nad nenek mu menitip kan sebuah pesan untuk mu "ucap nenek susi yang kini beranjak menuju sebuah laci meja kerja nya, ia menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat itu "itu apa nek "jawab nadya yang kini mengulurkan tangan kananya dan siap menerima amplop itu " ini amplop dari nenekmu untuk kamu nad ,seminggu yang lalu nenekmu datang kesini "nenek susi kini mulai menangis .nadya yang melihat nenek susi yang kini telah menahan air matanya yang seakan ingin jatuh mendekat dan memeluk tubuh nenek susi " ada apa nek " aku hanya merindukan nenek mu "jawab nenek susi yang kini telah basah oleh air mata nya. nenek susi adalah sahabat dari neneknya dari kecil hingga nenek nya meninggal pun nenek susi lah yang slalu ada di sampingnya . "andai nenek kamu mau di makam kan di desa maka aku akan slalu mengunjungi nya jika aku rindu pada nya " " nenek aku tahu perasaan nenek tetapi nenek ingin di makamkan di sebelah makam keluarganya yang ada di kota sebelah "tangan nadya kini menghampiri pipi nenek susi yang sedikit keriput itu dan menghapusnya. " nek " iya nad "nenek susi memandang nadya seperti anak kecil yang bertemu dengan ibunya " nek boleh kan nadya menjadi cucu nenek " mata nenek susi seakan terpanah dengan ucapan gadis di depannya " iya kamu kan cucu nenek " sambil memeluk nadya dan tersenyum

inaprihatin · Général
Pas assez d’évaluations
1 Chs
Table des matières
Latest Update
Volume 1

audimat

  • Tarif global
  • Qualité de l’écriture
  • Mise à jour de la stabilité
  • Développement de l’histoire
  • Conception des personnages
  • Contexte mondial
Critiques

SOUTIEN

empty img

À venir

En savoir plus sur ce livre

Rapport