webnovel
#ROMANCE
#R18
#COMEDY

Crazy Wife Vs Cold Husband

WARNING! Terdapat konten dewasa di dalam novel ini. Harap bijaklah memilih bacaan. "Kamu bebas melakukan apapun di rumah ini, kamu bebas pergi ke manapun, dan aku tak peduli dengan itu! Tapi, satu hal yang harus kamu ingat! Jangan pernah mengusik kehidupan pribadiku!" tegas pria berusia 25 tahun, berwajah Asia dengan ciri khas rambut panjangnya yang membuatnya terlihat tampan dan cool di mata para wanita, tepat di hadapan wanita yang baru saja sah menjadi istrinya. "Aku bahkan tak peduli dengan apapun yang berkaitan dengan dirimu! Jangan pernah menggangguku juga! Jika tidak, kamu akan tahu akibatnya! Kamu tahu, aku bisa melakukan apapun untuk membalas orang yang berani mengusikku! Dan, satu lagi. Jangan pernah menyentuhku, atau aku akan membuat dirimu menyesal, dan takan pernah sanggup untuk bangun kembali!" ancam gadis cantik serta berwajah lugu bernama Gabriela Anastasya Sasongko, berusia 21 tahun seraya menunjuk wajah pria tampan itu tepat di wajah pria itu. Siapa sangka? Di balik wajahnya yang lugu tersimpan sesuatu yang membuat pria itu hampir mengalami darah tinggi setiap harinya, serta mendadak membuatnya memiliki riwayat penyakit jantung. Menikah adalah jalan yang harus keduanya tempuh ketika keduanya terlibat dalam skandal yang terjadi akibat kesalah pahaman. Lantas, akankah pernikahan itu dapat membawa keduanya saling menerima kehadiran satu sama lain? Dan mungkinkah seiring berjalannya waktu dapat menumbuhkan benih cinta di hati keduanya?

Mahdania · Urbain
Pas assez d’évaluations
409 Chs
#ROMANCE
#R18
#COMEDY

CWCVH PART 259

Erland sampai di kamar hotelnya. Dia tak melihat Briel berada di kamar. Ke mana dia? Pikir Erland.

Erland mencari Briel ke kamar mandi, tetapi tak melihat Briel di sana.

Erland mencari ke balkon, dan lagi-lagi tak menemukan Briel di sana.

'Ke mana dia? Kenapa pergi tak bilang-bilang padaku, sih? Apa dia masih marah padaku?' gumam Erland.

Oh, tunggu dulu! Siang tadi Erland meninggalkan Briel dalam keadaan Briel terlihat marah. Jangan-jangan Briel kembali ke Jakarta, pikirnya.

Erland mencari ke sekeliling dan menghela napas lega saat melihat koper milik Briel. Dia bergegas mengambil ponselnya dan menekan panggilan menuju kontak Briel. Namun, Briel tak menjawab panggilan Erland meski panggilan tersebut tersambung.

Erland mengambil telepon yang ada di laci nakas. Dia menghubungi room service. Dia menanyakan apakah Briel keluar dari kamar hotel dengan meninggalkan pesan padanya? Namun, mereka mengatakan Briel tak menyampaikan pesan apapun bahkan mereka tak tahu ke mana Briel pergi.

Chapitre verrouillé

Soutenez vos auteurs et traducteurs préférés dans webnovel.com