Endra masih menggerutu karena ucapan Sarah yang menyebut dirinya berlebihan. Tapi rupanya kekesalan Endra tak berlangsung lama, karena belum ada lima menit, Endra sudah gelisah sendiri dan melirik-lirik ke arah toilet.
Hingga kekhawatiran rupanya jauh lebih mendominasi dari pada kekesalannya pada Sarah, Endra lantas memutuskan untuk beranjak mendekati pintu toilet.
Jangan-jangan saat ini, Sarah sedang kesakitan gara-gara luka memarnya yang bertambah parah? Aduh, Endra jadi semakin gelisah saja. Pertengkaran kecil tadi agaknya sudah membuat emosi Sarah terpancing. Tapi Endra juga paham, Sarah bukan tipikal orang yang mudah melupakan amarahnya begitu saja, bisa jadi Sarah akan semakin terpancing jika Endra mengetuk-ngetuk pintu toilet dan mengatakan sesuatu pada Sarah.
Soutenez vos auteurs et traducteurs préférés dans webnovel.com