Malam pun tiba dengan Rai dan Rain yang kini sedang berada di balkon kamar gadis itu. Keduanya sedang menunggu ketiga sahabatnya yang berada dalam perjalanan menuju ke rumah ini. Salah satu di antara mereka pun tersenyum menatap langit dengan bintang yang menghiasinya.
"Rai," panggil gadis itu yang saat ini sedang memandang langit malam. "Pernah nggak, sih, kamu berpikir kalau kita bakal sampe sejauh ini?"
"Jujur, sih, aku nggak sama sekali kepikiran kalau kita akan tunangan, apalagi sebentar lagi kita nikah. Tapi, ada yang mau aku tanyain sama kamu, Rain."
"Apa?" tanya Rain dengan kedua alis yang terangkat.
Kini keduanya pun saling memandang satu sama lain dengan senyum manisnya itu. Baik Rai maupun Rain, mereka sama-sama tak menyangka dengan takdir yang diberikan oleh Tuhan untuk persahabatan yang sudah terjalin sampai sejauh ini.
Soutenez vos auteurs et traducteurs préférés dans webnovel.com