webnovel

When Love Knocks The Billionaire's Heart

L'amour est comme le vent, nous ne savons pas d'ou il vient. Cinta datang seperti angin, kita tidak tahu kapan dia datang. -Balzac- ---- Ditinggalkan dua orang wanita yang sangat dicintai dalam hidupnya membuat William James Hunter, 27, kesulitan untuk mempercayai wanita. Di matanya, wanita hanyalah objek pemuas hasratnya. Dengan uang yang ia miliki ia bisa dengan mudah mendekati wanita manapun yang ia mau. Pandangan William pada wanita mulai berubah ketika ia bertemu Esmee Louise, 24, di sebuah restoran kecil di desa Riquewihr, Perancis. Perlahan tapi pasti, sikap hangat dan pribadi Esmee yang pekerja keras kembali mengetuk hati William. Pada awalnya, William berencana ingin menghancurkan restoran milik Esmee karena gadis itu tidak mau menjual restoran tersebut pada perusahaan milik keluarganya. Namun, perasaan yang ia rasakan pada Esmee akhirnya membuat William memikirkan kembali semua rencana yang sudah ia buat untuk menghancurkan restoran tersebut. Akankah William kembali melanjutkan rencananya untuk menghancurkan restoran milik Esmee agar ia bisa menjadi pewaris seluruh kekayaan keluarganya? Atau, ia akan memilih melupakan warisannya dan memilih cintanya pada Esmee? Let's find out by adding this book to your library for an update. Support this book on WSA events through reviews, comments, power stones, gifts, etc. Your support means a lot. Thank you, and happy reading. ^^ Cover source: Pinterest *The cover is temporary until the main cover is ready

pearl_amethys · Ciudad
Sin suficientes valoraciones
409 Chs

La Solitude 8

Esmee menatap Roxane. "Apa kau pernah salah mengirim pesan?"

"Sepertinya tidak," jawab Roxane. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada Bella yang duduk di seberang Alana. "Bagaimana denganmu?"

Bella tertawa menanggapi pertanyaan Roxane. "Aku rasa hanya Alana yang suka mengirim pesan aneh ketika sedang mabuk."

Esmee, Roxane dan Bella kemudian tertawa bersama. Sementara Alana menatap ketiganya sambil berdecak pelan. "Dasar menyebalkan," gumamnya. Ia kemudian ikut tertawa.

Esmee kemudian kembali memperhatikan pesan yang dikirimkan oleh William. Kalaupun itu hanya pesan yang tidak sengaja dikirimkan, namun entah mengapa pesan yang tidak jelas tersebut bisa membuatnya merasa sedikit lega. Ia akhirnya membalas pesan William dengan mengirimkan dua buah tanya. Setelah mengirimkan pesan tersebut, Esmee kembali melanjutkan makan siangnya sambil mengobrol bersama Roxane, Alana dan Bella.

Capítulo Bloqueado

Apoya a tus autores y traductores favoritos en webnovel.com