"Yahh... Keburu mati lagi panggilannya, Lo sih lama!" ujar Figo menyalahkan Dewan. Padahal hanya sebentar lagi saja. Figo bisa mengangkat panggilan tersebut, tapi Zalfa lebih dulu mematikannya.
"Perduli amat. Dia aja gak suka sama Gue, gak perduli sama Gue. Dia pikir, yang bisa cuek dia doang? Gue juga bisa." Dewan berkata dengan suara yang menggebu-gebu. Dia tidak perduli,jika Figo menganggapnya aneh atau apapun yang bisa membuat lelaki itu berpikir bahwa dia tidak perduli pada Zalfa.
"Gue telepon balik ya?" tanya Figo pada Dewan. Seolah dia tidak mendengar apa yang barusan sahabatnya itu katakan, semenjak dia jujur pada Zalfa, Figo sedikit berubah, lebih friendly sekarang
"Jangan. Gak punya pulsa Gue," ujar Dewan beralasan.
"Pelit."
Apoya a tus autores y traductores favoritos en webnovel.com