Lanjutan Episode 1.
ekonomi bisa membuat orang lupa diri hingga bunuh diri.
...
Tak kenal gender dan usia, bahkan tak jarang pula anak kecil sudah berbakat jadi mafia, misalnya dari hal mencuri. Yang memupuk bakat menjadi keterbiasaan hingga dewasa.
Tapi manusia memang banyak lucunya, tak terkecuali saya.
Untuk apa repot-repot meladeni sesuatu yang bisa dilihat dengan mata yang masih menempel di kepala?
Toh keduanya berfungsi dengan baik bukan?
Telinga tersebut pun masih menempel pula, lubangnya juga tak tertutup galian. Kadang-kadang, bisikan syaitan lah yang ikut ambil bagian. Karena sang lelembut tau pikiran manusia, maka dimanfaatkanlah hal tersebut. Menunggangi iri hati yang didasari benci. Alhasil, manusia tersebut ikutlah dalam naungannya. Menuruti napsu, ego dan lainnya. Tak jarang pula yang menjadi sahabat karib.
Tapi, manusia punya hati nurani, dan tak bisa diduga-duga oleh sesama. Bisa jadi saling bermanfaat, atau jadi tak punya empati.