webnovel

MAFIA And VEILED GIRL

sinopsis SEMUA BOLEH BACA, TAPI INGET.. ADA RATING UMUR YANG HANYA MENGHENDAKI KAUM DEWASA! HAPPY READING... Dia.. Lucas Vantouxer. Pria dingin tanpa ampun pada siapapun yang berani mengusik ketenangannya. Kejam nan sadis pada siapapun yang berani menghianati. Mereka tak akan pernah hidup tenang jika sudah menyangkut Tuan Agung itu dalam kehidupan. Tak ada ampun bagi mereka jika sudah di seret masuk ke dalam ruangan berbau anyir nan banyak senjata api oleh para anak buah Lucas. Namun semua tetap sama, saat ia tak sengaja menolong gadis dengan pakaian tertutup tengah menghadang jalan dan perlahan masuk dalam lingkar kehidupannya. Gadis itu juga perlahan membawa pengaruh dan selalu menjadi penengah pada konflik-konfliknya. Ya.. perlahan namun pasti, entah dari mana Lucas selalu penasaran tentang gadis itu hingga gadis bermarga Waesley itu mampu membuatnya berubah. Kekejaman dan kearoganan yang selalu ia tampakkan perlahan memudar seiring berjalannya waktu. Mengikuti kata hati seperti yang pernah gadis itu katakan padanya. “kau harus mengikuti kata hatimu jika ingin hidup tanpa beban, Mr. Luc.” - Mrs. Waesley.

Anesa_mons · Ciudad
Sin suficientes valoraciones
386 Chs

63. Penghianat Lagi, Huh?

"LEPASKAN AKU, BRENGSEK! SALAH APA DIRIKU?" teriak Robert yang diseret dua orang dengan topeng wajah masing-masing. Ia terus meronta agar terlepas dari cengkraman dua pria bertubuh gempal itu tetapi sia-sia sebab kedua orang tua bahkan jauh lebih kuat daripadanya.

"HEI … KALIAN TULI? KU BILANG LEPASKAN AKU ATAU KU SURUH ANAK BUAHKU MEMBUNUH KALIAN?!"

"Diam atau ku cincang mulut busukmu," desis salah satu dari kedua pria itu. Mereka terus menyeret tubuh Robert masuk ke dalam ruangan bercahaya minim.

Robert meludah sembarangan. "KALIAN PIKIR KALIAN BERURUSAN DENGAN SIAPA, HAH?! BRENGSEK!! KU PASTIKAN KALIAN AKAN MEMBUSUK DI PENJARA SETELAH INI."

Brak!       

"Argh ..." Robert meringis saat tubuhnya dihempaskan begitu saja disebuah kursi. Dimana ia sebenarnya? Ah kain penutup dimatanya membuatnya semakin mengumpat dalam hati. Sialan mereka, berani sekali melakukan hal seperti ini padanya. Lihat saja ... setelah ini ia pastikan tempat ini akan rata dengan tanah dan akan ia bunuh semua orang yang ada dibalik kejadian penculikannya.

"KU KATAKAN SEKALI LAGI. JIKA KALIAN TAK MAU MELEPASKANKU, KALIAN BENAR-BENAR AKAN MENDAPAT BENCANA BESAR SETELAH INI," teriaknya lagi saat merasakan seluruh tubuhnya dibalut tali. Brengsek! Siapa dalang dibalik semua ini? Ia bersumpah akan membunuh mereka.

"Tutup mulut busuk itu, Tuan Robert," perintah seseorang yang tepat berada di hadapan Robert.

Robert menengadah. Bodoh! Ia tetap tak akan bisa melihat siapa orang di depannya saat kain penutup masih bertengger manis dimatanya. "Siapa ka ... Mmmft ... Emm ... Emm," ucap Robert menggantung karena tiba-tiba mulutnya ditutup dengan lakban. Sial.

Bisa Robert rasakan seseorang di depannya mendekat ke wajahnya. "Maaf, Tuan Robert. Aku menyesal telah menghianati tuan Harley demi menerima uangmu yang tak bisa menukar nyawaku," ucap pria bertopeng itu tepat ditelinga Robert.

Robert mendengar suara itu. Ya … ia kenal suara pria itu. Ia tak mungkin salah, itu jelas suara Holmes. Salah satu anak buah Mafia terkenal di negerinya yang ia suruh melacak keberadaan dan mengintai siapa sebenarnya tuan mafia itu. Jadi, apa ia berada di markas Tiger Black sekarang? Tidak. Ini berbahaya!

"Selamat tinggal, Robert. Berdoa saja semoga tuanku mengampunimu," ujar Holmes menepuk pundak Robert sebelum ia pergi dengan temannya.

"Emm ... Em ... Emmmm," teriak Robert dalam mulut tertutupnya. Tentu saja tak akan ada yang mau membukakan lakban sialan itu mengingat tempat ini adalah markas tuan mafia yang disegani banyak kalangan. Sial. Tak akan ada jalan keluar sekarang.

Robert semakin gencar menggerakan seluruh tubuhnya. Berharap tali sialan itu terlepas dari tubuhnya dan ia bisa pergi dari tempat ini secepatnya sebelum tuan mafia itu datang. Ya ... sebenarnya ia hanya iseng ingin menangkap ketua mafia termasyhur di negerinya ini demi bisa membuktikan pada Lucas bahwa seorang Robert Smith tak selemah apa yang tuan sombong itu kira. Tapi semua terbalik saat ia malah diculik salah satu anak buah mafia itu dan berakhir di sini. Astaga ... Ia yang ingin menangkap tapi malah ia sendiri yang tertangkap? Dunia semakin bercanda.

Tuk ...

Tuk ...

Tuk ...

Suara ketukan sepatu pantofel memenuhi ruangan senyap dan gelap ini. Bisa Robert dengar suara itu semakin mendekat dan menggema dalam ruangan. Robert yakin itu adalah tuan Harley Jaegwae. Ketua mafia yang terkenal dingin dan bengis. Ketua mafia yang pandai sekali memainkan berbagai senjata api untuk membunuh siapa saja yang berani mengusiknya. Ketua mafia yang tercatat sebagai orang terlicik dan tak ada yang bisa membandinginya. Tidak. Ia harus segera pergi dari sini atau nyawanya akan lenyap dalam genggaman Harley mengingat tuan besar itu sangat benci dengan seorang penghianat, dan justru anak buahnya mengkhianatinya karena ulah Robert. Oh god! Apalagi yang bisa menyelamatkan nyawanya selain doa?

"Tutup semua akses." 

tuntaskan bacaan kalian dan jangan lupakan power stone dan komennya untuk meninggalkan jejak ya.. Salam sayang dari author ^_^

Anesa_monscreators' thoughts