webnovel

Penantian

Kisah kita sudah berakhir bukan? Aku

menghela napas menatap bangunan

megah di depan mataku. Beberapa tahun

yang lalu aku memutuskan untuk pergi

dari tanah kelahiranku.

Pengecut? Ya itu memang aku.

Aku hanya tidak ingin melihat laki-laki

yang aku sayangi bersama dengan orang

lain. Meskipun dari mulut berkata aku

ikhlas tapi lain dengan hati.

Nyatanya melupakan tak semudah

membalikkan telapak tangan. Mau

seberusaha apapun aku, jika hatiku belum

bisa mengikhlaskan semuanya akan

percuma. Aku tidak akan bisa melupakan

dia.

Aku mengepalkan tanganku mencoba

memberi semangat pada diriku sendiri.

Aku bisa. aku tidak boleh kabur dari

masalah ini lagi karena nyatanya hal ini

belumlah usai.

Aku menatap bangunan yang dari dulu

masih belum berubah, aku merindukan

bangunan ini setiap saat. Aku merindukan

rumah dan kehangatan keluarga.

Aku hidup sendiri di London, kepergianku

tentu dibantu oleh Jay. Laki-laki itu yang

mengurus semua kebutuhanku selama

Capítulo Bloqueado

Apoya a tus autores y traductores favoritos en webnovel.com