webnovel

Bos Tampan Wanita Cantik

Bos Tampan dan Wanita Cantik merupakan novel karyaku sendiri dengan imajinasiku sendiri dan tidak menyangkut kehidupan orang lain di sekitarku. Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang bos muda yang memiliki paras wajah sangat tampan, dia memimpin sebuah perusahaan besar dan sukses. Kekayaan yang dia miliki merupakan hasil dari berbagai kerjasama dengan beberapa bos muda lainnya. Rumah besar, kaya raya, banyak wanita yang ingin sekali menjadi pendampingnya. Namun hingga saat ini dia belum mendapatkan pendamping di usianya 30 tahun. Bos muda ini bernama Du-ho, Du-ho memiliki sifat kepemimpinan yang luar biasa hingga perusahaan yang dia pimpinpun menjadi sukses. Suatu ketika ada seorang wanita yang membutuhkan pekerjaan dan dia lulusan dari sebuah universitas namun untuk pekerjaan, wanita itu tidak begitu beruntung hingga akhirnya bertemu dengan Du-ho, kehidupan gadis itupun berubah drastis. Gadis itu bernama Yuri, Yuri tinggal bersama dengan saudara perempuannya bernama Aurora. Dan mereka akan mengalami banyak hal yang tidak terduga dalam kehidupan merekdan Dalam novel ini, karakter Du-ho terinspirasi dari seorang idola bernama Park Jimin(BTS) yang memiliki kharisma sangat kuat. Sedang karakter Yuri hanyalah peran yang di buat oleh penulis seperti saya. Jadi, tidak terinspirasi dari siapapun. Suatu hari, ketika Yuri baru saja lulus dari sebuah universitas di tempat dia belajar, dia merayakannya bersama Aurora. Beberapa bulan mereka masih bersantai dan belum memikirkan sebuah pekerjaan.

ciptadewirahmafita · Fantasía
Sin suficientes valoraciones
10 Chs

Yuri Terlambat Di Hari Kedua

Hari pertama dia merasa kesal dengan pekerjaan yang harus dia lakukan bersama Du-ho, setelah dia pulangpun melampiaskan kekesalannya tersebut dengan cara minum yang banyak bersama dengan Aurora. Akibatnya, dia terlambat bekerja pagi hari ini. Namun karena dia memiliki teman yang sangat pengertian, sarapan pagi sebelum pergi kerja sudah dipersiapkan oleh Aurora.

Walaupun waktu sangat mendesak sekali, Yuri tetap mencoba untuk memakannya sedikit sebelum pergi sisanya dia bawa dan dia makan di perjalanan terutama di dalam bus.

Situasi ini sangat tidak di sukai oleh Du-ho, Du-ho yang sedang menunggu sekretarisnya tersebut di dalam ruangan, sudah mulai dipenuhi rasa kesal dengan cara kerja Yuri. Membuat Du-ho ingin memarahinya.

"Wuaahhh,,,, sudah terlambat aku. " Ucap Yuri dalam hatinya sendiri.

Dengan terengah - engah Yuri masuk ke dalam kantor, kemudian ke dalam ruangannya dengan hati - hati agar Du-ho tidak melihat begitu dirinya masuk. Namun apa yang dipikirkan Yuri ternyata salah, dirinya sudah ditunggu oleh Du-ho di dalam ruangannya. Yuripun terkejut.

"Jam berapa ini? " Tanya Du-ho dengan sikap kepemimpinannya.

"Ma... Maaf, saya terlambat. " Ucap Yuri dengan menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap Du-ho.

"Kenapa bisa terlambat? " wajah serius masih terlihat pada wajah Du-ho.

"Kesiangan ,Pak. " Jawab Yuri.

"Sudah tahu kesiangan, penyebabnya apa? " Du-ho meninggikan suaranya menandakan dirinya sedang marah terhadap karyawan.

"Maaf, Pak. " Yuri hanya bisa berkata maaf.

Du-ho bukanlah pemimpin yang suka sekali memberi hukuman kepada pegawainya. Jadi, Du-ho membiarkan Yuri dan hanya memperingatkan saja agar tidak terlambat lagi.

Hari ini masih pagi, dan pekerjaan juga sudah menunggu. Du-hopun kembali ke ruangan dan menyuruh Yuri untuk mengatur jadwal pertemuan dengan beberapa pemilik saham.

"Sudahlah,, kembali bekerja dan buatkan aku jadwal pertemuan dengan pemilik saham! " Du-ho menyuruh Yuri.

"Baiklah,, aku akan mencoba menghubungi mereka. " Jawab Yuri.

Yuri merasa lega setelah Du-ho keluar dari ruangannya.

Diapun langsung duduk di balik meja kerja dan meletakkan tas miliknya di atas meja kerjanya.

Dengan sangat hati - hati Yuri mencoba menghubungi beberapa pemilik saham untuk membuatkan janji.

Yuri merasa hari ke dua dirinya bekerja sangatlah buruk dengan adanya kejadian dirinya terlambat masuk kerja.

Dan hari ke dua juga dirinya sudah harus melakukan banyak pekerjaan. Namun, saat istirahat kerja dirinya bisa berkumpul dengan pegawai lain. Saling bercanda di kantin kantor hingga waktu istirahat selesai.

"Kamu tadi dimarahi oleh pak Du-ho? " Tanya Bora teman satu kantor Yuri.

"Tidak dimarahi, hanya diperingatkan saja karena akukan masih baru dan tetap harus mematuhi aturan jam kerja di sini. " Jawab Yuri dengan tersenyum dan berbalik dengan sifat Yuri yang mudah sekali emosi.

"Kamu tenang saja, dia tidak seperti itu. Dia hanya menjalankan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan. " Ucap Bora.

"Iya, aku tahu dan paham kok. " Kata Yuri sambil memimun secangkir es kopi di atas meja di depannya.

"Oh iya, sepulang kerja bagaimana kalau kita bersenang - senang sebentar? " Bora mengajak Yuri dan teman kantor lain.

"Boleh, aku juga tidak ada kesibukan setelah pulang kerja. " Jawab Yuri.

"Oke,, " Ucap Bora.

Setelah selesai istirahat, mereka berdua kembali bekerja dan kembali menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh Du-ho.

Hari - hari Yuri untuk saat ini akan lebih lama berada di kantor karena Yuri sudah bukan seorang mahasiswa lagi. Dia bekerja untuk kebutuhan.

Saat di tempat kerja, telepon Yuri berdering dan itu adalah nada telepon dari Aurora.

"Halo,, " Yuri langsung menjawab karena handphone miliknya berada didekatnya.

"Hari ini kamu pulang cepat atau tidak? " Aurora bertanya.

"Sepertinya aku pulang terlambat, kenapa? " Yuri ganti bertanya.

"Kamu akan kemana? " Aurora bertanya lagi.

"Ada acara dengan teman - teman kantor. " Jawab Yuri.

"Oohh, ya sudah kalau begitu. " Kata Aurora.

"Kalau begitu, aku lanjutkan pekerjaanmu dan sampai bertemu di rumah. " Ucap Yuri yang langsung menutup teleponnya.

Yuri melanjutkan pekerjaan di kantornya sedangkan Aurora sudah akan pulang ke rumah karena pekerjaan Aurora tidak sampai sore hari.

Aurora duluan sampai rumah dan di rumah masih kosong, karena Yuri belum kembali kerja. Akhirnya Aurora memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena dirinya merasa nya badannya sangat tidak segar. Tidak lupa dia mengunci pintu dari dalam, walaupun Yuri teman satu rumahnya belum pulang.

Aurora mengambil handuk miliknya yang di jemur bersebelahan dengan milik Yuri.

Saat mengambil handuk, ternyata banyak jemuran yang masih ada. Aurora kemudian sekalian mengambilnya.

Aurora masuk ke dalam kamar mandi dan diapun menikmati dinginnya air di kamar mandi.

Tidak lupa untuk mencuci rambutnya menggosok badannya dengan sabun agar bersih dan wangi. Setelah beberapa menit, Yuripun pulang dalam keadaan setengah sadar sehabis bersenang - senang bersama teman - teman kantornya.

"Aurora,,, " Yuri memanggil nama Aurora dari balik pintu.

"Iya,, " Aurora cepat - cepat menyelesaikan mandinya dan memakai bajunya lalu membukakan pintu yang dia kunci dari dalam.

Ceklek,,

Suara pintu terbuka karena Aurora.

"Aaahh,,, braakk. " Yuri terjatuh di depan Aurora.

"Aish,, kamu minum lagi ya. " Ucap Aurora.

Tidak ada jawaban, Aurora membawa Yuri ke atas tempat tidur Yuri agar Yuri bisa beristirahat terlebih dahulu.

Kemudian Aurora meninggalkan Yuri sebentar dan membuatkan minuman hangat agar diminum Yuri setelah Yuri terbangun nanti.

Aurora menuju dapur mengambil cangkir kecil lalu memasak air sebentar. Sambil menunggu mendidih, Aurora duduk di meja makan sambil bermain handphone miliknya.

Air sudah mendidih, Aurorapun mematikan kompor dan menuangkan air mendidih tersebut ke dalam cangkir. Teh hangat untuk Yuri sudah tersedia.

Lalu Aurora membangunkan Yuri untuk meminumnya. Aurora sangat mengurus Yuri pada saat - saat seperti ini.

"Yuri,,, kamu sudah bangun?? " Tanya Yuri sambil membawakan secangkir teh hangat.

"Mm,, iya. " Jawab Yuri dari dalam kamar.

"Boleh aku masuk?? " Aurora bertanya lagi.

"Iya, boleh. " Jawab Yuri.

Aurora membuka pintu dan masuk sambil membawa secangkit teh hangat untuk Yuri.

"Ini aku bawakan teh hangat, minumlah agar lebih mendingan badan kamu! " Suruh Aurora dan meletakkan cangkir tersebut di atas meja kamar Yuri.

"Iya, terimakasih banyak. " Ucap Yuri.

"Bangunlah dan cepat minum!! " Aurora menyuruh Yuri cepat meminum teh tersebut.

"Iya,, " Yuri sambil bangun dari tempat tidurnya.

"Masih pusingkah kepalamu? " Aurora bertanya kondisi Yuri.

"Sudah tidak. " Jawab Yuri.

"Bagaimana hari ke duamu di kantor? " Tanya Aurora.

"Tadi pagi aku terlambat dan hampir saja terkena marah oleh atasan. " Kata Yuri bercerita.

"Haa??? Benarkah? Lalu? " Aurora terkejut dan ingin tahu lebih lanjut cerita dari Yuri.

"Ya begitulah,,, tapi tidak apa - apa. Akhirnya aku bekerja seperti biasa. " Kata Yuri.

"Ya sudah,, aku keluar dulu. Jangan lupa habiskan teh hangatnya! " Suruh Aurora.

Aurora kemudian keluar kamar dan membiarkan Yuri beristirahat terlebih dahulu.