webnovel

Arman Sang Penakluk

Bagaimana rasanya menyaksikan kematian gurumu di depan matamu? Itulah yang dirasakan Arman, seorang pemuda ras manusia yang hidup di keluarga sederhana. Suatu saat dirinya berguru pada seorang tetua, untuk menaklukan Kingdom lain dan menyatukan dunia! Namun...gurunya dibunuh? Kampung halamannya diserang? Arman yg berhasil bertahan hidup, kini hanya memiliki 1 tujuan. Membalaskan dendam gurunya! Dibantu oleh beberapa sahabatnya dari berbagai Ras serta kakaknya ridho, ia mencari kelompok badik merah yang dipimpin oleh seorang pejabat pemerintahan... Dapatkah Arman membalaskan kematian gurunya dan menjadi sang penakluk dunia penuh misteri ini? Siapakah dalang dibalik pembunuhan gurunya? Akankah Arman memilih balas dendam atau melupakannya? Petualangan penuh balas dendam, persahabatan antar Ras dan makna hidup... Baca hanya di "Arman Sang Penakluk" Saya akan selalu berusaha tiap hari untuk mengupdate ceritanya. Jangan lupa untuk selalu mendukung karya-karya lokal di webnovel. nb : mohon maaf jika dalam penulisan masih terdapat kekurangan, secara baru belajar dalam penulisan novel

Si_Koplak · Fantasía
Sin suficientes valoraciones
402 Chs

Bab 174 - Judul Bab Kosong

Semakin mereka berdua mendengar Arman berbicara tentang petualangannya di kabut hutan. Semakin mereka mengerti betapa abnormalnya Arman. Berdasarkan bagaimana dia menggambarkan seluruh rangkaian kejadian, tidak sekali pun dia panik atau takut. Itu adalah hutan yang terkenal dengan orang-orang yang datang, tetapi tidak pernah keluar, bahkan itu lebih berbahaya dari Hutan Terlarang. Namun Arman menggambarkannya seolah itu bukan masalah besar, sepertinya dia yakin bahwa apa pun yang terjadi dia pasti akan keluar.

"Jadi setelah mengikuti bola mengambang untuk sementara waktu, aku mencapai apa yang tampaknya menjadi pusat hutan. Kamu tidak akan percaya apa yang kulihat di sana."

"Apakah itu penjara bawah tanah?" seru paman Sapto.