Dua hari kemudian , Rachel dan yang lainnya sibuk mempersiapkan acara sweet seventeen nya Rachel yang akan digelar di sebuah taman dipusat kota . Konsep yang dibuat pun harus menarik dan sesuai yang diinginkan oleh Rachel .
Acara digelar pada sabtu malam esok . Rachel pun sibuk menyebar undangan untuk teman dan gurunya disekolah .
Undangan berwarna dasar dark blue dan pink tersebut dengan pita merah kecil dibagian kanan atas telah tersebar banyak diSMA Antariksa . Tak lupa Rachel pun menyisakan satu untuk si Es kutub .
"Heh es kutub ! Karena gue lagi bahagia , jadi elo gue undang ke acara sweet seventen nya gue . Besok malam pukul 7 ." ucap Rachel seraya meletakkan kartu undangannya dimeja Jason . "Jangan lupa , nuansa dark blue ." lanjutnya mengingatkan .
Tetapi Jason hanya berdiam tak berbicara apapun dan hanya melihat sekilas kartu undangan yang dikasih oleh Rachel .
Lalu tanpa menghiraukannya Rachel pun pergi keluar kelas untuk mencari Laura .
"Flora !" panggil Rachel saat tiba didepan kelas X.C . Mendengar sebutan itu , Laura pun menengok ke arah sumber suara .
"Hah !? Rachel ? Ngapain dia dikelas gue ?" tanyanya penasaran sambil menghampiri Rachel .
"Lo cari gue ?" tanya Laura .
"Enggak ! Siapa yang cari lo ? Jangan geer deh ." jawab jutek Rachel . "Nih , undangan buat lo . Sekalian gue titip buat Monica dan Chyndi . Jangan lupa , besok malam jam 7 ." lanjutnya .
"Seriusan lo kasih undangan buat gue ?" tanyanya memastikan .
"Ck ! Gue ngundang si Flora , bukan Laura ." jawab Rachel yang masih jutek .
"Aahhh thank you !" ucap Laura girang . Karena ini pertama kalinya Rachel mencari dirinya .
"Oh , satu lagi . Untuk Maureen ."
"Oke , oke ! Gue bakal kasih undangan lo sekarang juga ." ujarnya antusias dan langsung pergi meninggalkan Rachel dikelasnya . Rachel pun tertawa kecil sesaat setelah Laura pergi .
Kemudian ia melanjutkan kembali menyebar undangannya ke semua murid yang ia kenalinya . Ia juga mengundang teman online dan beberapa fansnya di Instagram .
Waktu istirahat tinggal beberapa menit lagi , tetapi kartu undangan belum ke sebar semua . Mau tidak mau Rachel harus bergerak cepat sebelum bel berbunyi . Masih ada sisa 10 kartu undangan ditangan Rachel .
"Dua , empat , enam , sepuluh . Aduh ! Sisa 10 nih ." gumam Rachel . "Oh iya , sekolah kan punya band . Gue undang aja mereka sama anak anak taekwondo ." pikirnya .
Rachel pun bergegas mencari Ketua Osis SMA Antariksa , karena personilnya merupakan anak anak dari anggota OSIS .
"Aduh ! Berani gak ya ? Gue ke kelasnya ketos . Mana kelasnya ngelewatin kelas XII Ips 5 lagi ." ucap Rachel sedikit ragu . "Yaudah deh , gue ke sana aja ." pikirnya dan langsung menuju lantai 3 . Ia pun menyusuri setiap koridor kelas .
Banyak murid yang memperhatikan Rachel , karena ia pergi sendirian tanpa ada Rafa , Rafi ataupun Rio disampingnya . Semua murid kelas XII , terutama murid perempuan banyak yang memandang sinis dan memberikan tatapan tak suka . Ada pula yang memberikan senyuman bahkan sampai ada yang berani menggoda Rachel .
Namun Rachel berhasil sampai dikelas XII Ipa 1 , kelasnya sang Ketua Osis . Dengan sopan , ia pun memberanikan diri bertanya kepada salah seorang murid yang masih berada diluar kelas .
"Maaf kak , boleh nanya ? Apa ketua osis ada didalam kelas ?"
"Oh ! Cari Devan ? Bentar gue panggilin dulu ." ucapnya seraya masuk ke kelasnya . Lalu keluarlah laki laki berbadan tinggi , wajahnya hitam manis dengan penampilan sangat rapih memakai almamater merah ciri khas anggota Osis .
"Bukannya kamu anak kelas X ?" tanya Devan . "Ada perlu apa cari saya ?"
"Ini kak , saya mau kasih undangan untuk anggota Band Antariksa ." jawab Rachel tanpa ragu . "Besok saya ulang tahun , saya ingin band kakak tampil dipesta saya . Acaranya dimulai jam 7 malam ." jelasnya lagi .
"Oke ! Nanti saya kasih tahu anak anak yang lainnya . Thank you sudah ngundang band kita ." Devan pun berterima kasih pada Rachel .
"Thanks juga sudah mau hadir kak . Jangan lupa jam 7 malam , saya tunggu performance band kakak . Kalau begitu saya balik ke kelas ." ucap Rachel seraya pamit dan langsung mendapat anggukan kecil dari Devan .
Rachel pun bergegas balik ke lantai 2 karena sebentar lagi jam istirahat akan berakhir . Saat melewati kelas XII Ips 5 , Rachel dicegat oleh 2 orang kakak kelas laki laki dan 1 orang perempuan .
"Oh ! Jadi ini yang namanya Rachel ?" tanya murid perempuan itu .
"Cantik juga . Mau dong , jadi pacarnya ." timpah salah satu murid laki laki .
Rachel hanya menghela nafas sambil melipat kedua tangannya didada .
"Maaf , saya harus pergi ." ucap Rachel datar . Tetapi mereka malah menertawakan Rachel . Rachel pun tak memperdulikannya , ia kembali berjalan menjauhi mereka . Namun apa yang terjadi , rambut Rachel ditarik oleh murid perempuan sampai Rachel hampir terjatuh .
"Heh ! Suruh siapa kau pergi ?" gertaknya .
Rachel pun segera membalikkan badannya dan berhasil menepis tangan yang menarik rambutnya lalu menatap wajah perempuan itu sampai tak berkedip .
Suasana pun berubah menjadi gaduh , orang orang yang berada dikelaspun sampai berhamburan keluar melihat kejadian tersebut .
"Berani lo berurusan sama gue ?" gertak balik Rachel . "APA ELO TAHU SIAPA GUE ?" Kini berbanding terbalik , tatapan Rachel pun berubah tajam seakan matanya ingin memangsa lawannya .
"GUE DISINI BUKAN MAU CARI RIBUT SAMA LO ! Lo lihat tuh cctv !" ucap Rachel sambil menunjuk ke arah cctv . "Dia tahu siapa yang mulai duluan ." bisiknya dengan penuh tekanan .
Raut wajah perempuan itu pun yang awalnya menyeramkan berubah manjadi ketakutan . Nyalinya pun menciut saat lawan mengeluarkan aura yang lebih menyeramkan dari dirinya .
Kemudian Rachel melanjutkan kembali turun ke lantai 2 menuju kelasnya dengan penuh emosi . Sayangnya bel masuk telah berbunyi sebelum Rachel tiba dikelasnya . Mungkin dirinya akan terlambat sedikit .
Untung saja , gurunya belum masuk kelas . Dan posisi Rachel aman saja , tidak akan ada hukuman untuknya .
Saat masuk kelas , semua murid pun bertanya tanya melihat raut wajah Rachel yang semula terlihat seperti malaikat kini berubah menjadi seperti devil .
"Dari mana aja lo ?" tanya Rafi yang langsung menginterogasi . Melihat tatapan Rachel yang menyeramkan , Rafi pun hanya mengerutkan kening .
"Muka lo kenapa ? Kayak habis nerkam orang saja ." ujarnya lagi . Tetapi masih tak ada sahutan dari Rachel .
"Wah ! Apaan nih ?" tukas Nadin yang masih bermain ponsel . "Lho , Chel ! Bukannya ini elo ya ?" tanya Nadin setengah berteriak karena mejanya agak jauh dari meja Rachel .
Semua orang pun mendekat pada Nadin dan melihat apa yang dimaksud olehnya .
"Apaan sih ? Gue mau lihat dong ?"
"Ih , gue juga mau lihat ."
"Wah , ini beneran si Rachel ."
Melihat semua orang heboh dan berkerumun di meja Nadin , Rafa pun akhirnya turun tangan dan merampas ponsel milik Nadin . Sontak dirinya terkejut melihat rekaman yang diunggah seseorang disosial media tentang kejadian perkelahian antara Rachel dengan seorang kakak kelas .
"BANGS*T !" Rafa pun kesal sampai menggebrak meja dan membuat orang takut . "Siapa yang berani unggah rekaman itu ?" tanya Rafa emosi .
"Rio ! Cari orangnya dan bawa kesini !" titah Rafa pada Rio . Rio pun mengangguk mengerti dan bertanya pada Nadin .
"Akun siapa itu ?" tanya Rio .
"A-a-akun , akun kak Victor . Anak kelas XII Ips 5 ." jawab Nadin gugup .
"Oh ! Oke !" timpalnya lalu pergi keluar kelas .
Jason yang nampak tak mengerti dengan sikap Rafa yang membela Rachel hanya mengernyitkan alisnya . Ia memang tak tahu soal hubungan antara Rachel dengan Rafa dan yang lainnya . Dirinya pun seolah olah tak peduli dan tak mau tahu . Tetapi entah kenapa sudah beberapa kali ia selalu membuat masalah dengan Rachel ? Hanya saja tidak separah orang orang yang sudah pernah buat masalah dengan Rachel cs .
Dan kebetulan sekali , Pak Eno guru Biologi tidak masuk kelas karena ada halangan dan hanya memberi tugas saja . So , Rafa bisa menunjukkan aksinya untuk membalas perbuatan orang orang yang mencari masalah dengan saudaranya .
Tak lama kemudian , Rio pun berhasil membawa seseorang ke hadapan Rafa . Tanpa basa basi , Rafa langsung menggeledah saku celananya untuk mencari ponsel . Setelah menemukan , Rafa menyuruh orang tersebut untuk membuka pasword ponselnya . Lalu mencari aplikasi instagram di dalam menu ponselnya . Usai menemukan aplikasi tersebut , Rafa pun segera mengecek apakah benar orang tersebut telah mengunggah rekaman kejadian pertengkaran Rachel dengan kakel nya ?
Dan ternyata , orang tersebut memang mengunggah kejadian itu . Tanpa meminta persetujuan , Rafa langsung menghapus unggahan tersebut . Orang itu pun meminta maaf kepada Rafa untuk tidak lagi mengunggah apapun tentang Rachel atau yang lainnya ke sosmed . Setelah itu Rafa membiarkan Victor pergi tanpa ada luka sedikitpun karena tindakannya .
***
Dunia terus berputar , siangpun berganti menjadi malam . Cahaya rembulan pun mulai menyinari dunia menggantikan matahari yang tenggelam . Rachel pun segera memejamkan matanya , menunggu esok pagi menyambut kembali sang mentari .
★★★★★