webnovel

Luapan Amarah

Devano dan Khanza kembali kerumah tepat d waktu makan malam, mereka saling melempar senyuman lembut ketika berpandangan. Rasa malas, rasa bimbang dan rasa gelisah yang dia rasakan sesaat sebelum bertemu dengan Dvano tadi kini sirna. Mereka seperti sepasang kekasih baru saja meski diantara keduanya belum ada kepastian.

Tiba dirumah, Khanza mengajak Devano untuk makan malam bersama lagi. Tentu ini sesuatu yang Devano harapkan namun sebagai lelaki yang masih memiliki besar gengsi, dia berpura-pura ingin menolaknya.

"Ehm, maafkan kakak! Sepertinya tidak malam ini, karena kakak masih ada urusan." Devano menolak dengan lembut.

"Ah, begitu! Sayang sekali, pasti ibu sudah menyiapkan makan malam yang enak karena dia tahu kakak sedang bersamaku,"ujar Khanza memelas.

Devano menatap wajah Khanza dengan pilu, "Hah… baiklah! Jika kau memasang wajah begitu kakak jadi sedih," ujar Devano mencubit gemas ujung hidung Khanza.

Gesperrtes Kapitel

Unterstützen Sie Ihre Lieblingsautoren und -übersetzer bei webnovel.com

Nächstes Kapitel