Kejora sedari tadi panik, karena sahabatnya itu tidak juga mengangkat telfonnya
"Angkat ray"ucapnya panik
Ia takut sahabatnya itu melakukan hal aneh
"Gue harus kerumahnya"
Kejora tidak ingin sahabatnya itu terluka, ia harus membujuknya
Bagaimanapun masalah raya harus selesai
.....
"Ah, macet banget"keluh kejora
Kejora melirik jam tangan birunya, masih ada satu jam lagi ia harus ke rumah raya, karena gadis itu akan tidur di jam 9 malam.
Kejora melirik kearah samping sambil mendengus
Seorang gadis ber hodie hitam itu berjalan dengan tergesa gesa, kejora tidak dapat mengenalinya, karena wajahnya tertutup dengan masker.
Melihat jalanan yang gak begitu macet lagi, kejora menancap gas mobilnya dan berlalu dari sana
........
Seperti biasa rumah besar yang hanya dihuni dua orang itu tampak sepi
Biasanya bi ija duduk didepan teras, namun kali ini benar benar sepi
"Non, kejora"kaget wanita berumur kira kira 40 tahun itu terkejut karena kedatangan seseorang yang begitu ia kenal.
"Eh bi ija, raya nya ada bi? "Tanya kejora sopan
"Hm.. Non raya lagi keluar non"ucap bibi tersenyum
"Tunggu saja, mau? "Tanya bibi
Kejora mengangguk, tidak apa lah ia menunggu
..........
Tidak banyak perubahan dari kamar yang bernuansa biru putih ini, kejora tersenyum melihat figura kecil diatas meja belajar.
Sampai tatapan nya terarah pada buku kecil berwarna merah itu
kejora mulai membersihkan beberapa buku yang berserakan diatas meja belajar sahabatnya itu
Ternyata sahabatnya itu menyukai berbagai sastra
Kejora tidak menyangka sahabat nya ini, sangat pandai dalam bidang membuat puisi, berbagai piala dan penghargaan tentang karangannya tersusun rapi diatas lemari
Tatapan kejora berhenti tepat di depan figura kecil yang letaknya jauh dari meja belajar
Seorang gadis kecil berambut pendek yang ia tau seorang raya dan seorang anak lelaki yang umurnya sebaya tersenyum sambil memeluk gadis itu
"Sahabat"
Deg
Kejora terkejut ketika melihat dibalik foto itu
"Arsenio dan raya"
Prok prok
Kejora membalikkan badannya terkejut
"Atas dasar apa lo masuk ke kamar gue tanpa izin" tanya raya datar
"Ray... Sorry, gu... "
"Gue bilang jangan pernah nyentuh barang gue!!! "Teriak raya
"Lo kenapa gak cerita, kalau lo kenal arsen sejak lama"
"Penting? "Tanya nya sambil membuka laci dan kembali meminum obatnya
"Raya!! "Teriak kejora mulai menghentikan aksi raya
"Lo, mau bayi lo mati. Hah!! "Ucap kejora emosi
"Iya, gue mai dia mati, oh atau lo yang mau mati"
Kejora melangkah mundur, sahabatnya ini sungguh gila
Kejora membuka pintu kamar dan berlari ia harus mencari pertolongan
"Kejora!!! "Teriak raya
Dimana bi ija, kenapa rumah ini tiba tiba saja kosong
Pintu depan terkunci sepertinya raya sudah merencanakan ini sebelumnya
"Kejora!! "Suara raya yang semakin dekat
Kejora melihat sebuah lemari kecil disamping televisi, tanpa pikir panjang ia memasuki lemari tersebut untung saja badannya yang tidak terlalu besar.
"Gue tau lo sembunyi kejora"
"KELUAR!!! "Teriak raya semakin keras
Kejora menahan isakan tangisnya, ia tak menyangka raya bisa melakukan hal segila ini
"Hahaha"
"Lo, mau dengar penjelasan gue kan kejora, gue bakal jelaskan kenapa gue benci sama lo"ucapnya nyaring
"KELUAR!!! "Teriak raya kesal, ia mulai membanting vas bunga hingga pecah
"Kalau emang lo benci sama gue ray, lo boleh bunuh gue"pasrah kejora
"Bagus, tanpa dipancing akhirnya lo keluar sendiri"
"AA...
"KEJORA!!!
"Ngapain lo kesini brengsek, apa lo mau mati juga"ucap raya emosi
"Ray, gue bakal jelaskan semua, gue bakal tanggung jawab, tapi... Lepasin kejora, dia gak salah ray"ucap bintang membujuk raya
Flashback on
Hari itu raya sengaja pulang terlambat, seperti biasa ada acara seminar untuk penulis yang ingin karya nya sukses.
Tentu saja raya sangat suka, selain korea menulis ada lah hobinya, tadi ia ingin mengajak kejora teman baru disma yang menjadi sahabatnya itu, namun ia pastikan kejora tidak mau, ia tau betul gimana kejora, ia hanya pintar di bidang menghitung bukan mengarang.
Brukk
Raya menghentikan langkahnya
Seorang lelaki terjatuh di depannya, raya yang mengetahuinya panik, ditambah lagi suasana malam itu membuat dirinya semakin panik
"Hey, bangun hey"ucap raya panik
Lelaki tersebut tiba tiba saja memeluknya
"Per.... Pergi..., atau k.. Au.. Akh! "Ucapnya kesakitan
Raya yang tidak mengetahui apapun ia tetap berniat laki laki didepannya
"Pergi! "Bentaknya
Tubuhnya panas
"Jang... An salahkan aku"ucapnya menarik raya
Raya yang ketakutan hanya diam, ia menangis melihat lelaki di depannya ini.
Brukk
Pintu itu terbuka menunjukkan lelaki di depannya
"Apa yang lo lakuin sama dia, huh! "Ucap arsen berteriak
Ya, pria itu arsen teman kecilnya
sedangkan pria di depannya terus saja menahan sakit dan panas di sekujur tubuhnya
.......
Setelah pertengkaran hebat antara bintang dan arsen, kini raya sedang berada di rumah raya. Sedangkan raya yang masih saja syok karna kejadian tadi terus saja diam
"Diminum dulu"ucap arsen menyerahkan segelas air putih
"Makasih sen"ucap raya meminum
Tiba tiba saja pandangannya kabur, gelap, kepalanya pusing
"Apa yang kau masukan kedalam air putih itu sen"
Arsen hanya tersenyum
"gue janji tanggung jawab, gue cinta lo raya.... "
Flash back off
Raya terduduk lemas, sambilm enangis histeris
"Gak mungkin, lo bohong, lo bohong!! "Teriak raya frustasi
"Untuk apa gue bohong, aarsen gak terima kalau gue suka sama lo, dari pertama arsen bawa lo ketongkrongan gue udah suka"ucap bintang tegas
"Gak.. Gak... Gak!!! "Teriaknya
.......
Ditempat lain seorang cowok tampan sedang memegangi figura kecil didepannya
"Maaf ray, gue egois... "Lirihnya
Drrt drrt.....
Kalau lo memang cowok, lo bisa datang ke rumah sakit mulia
Pesan singkat itu membuat cowok itu berdiri dan mengambil jaket hitamnya
...