webnovel

Secret Love for Secret Admirer

Tak pernah terpikirkan, apa yang menjadi kesukaanmu aku juga menyukainya. Tanpa sadar, aku selalu menuruti nasihat dan perintahmu. Lama-lama, aku tahu artinya bahwa itu semua hanyalah sebuah keinginan agar diakui untuk menjadi lebih dari seorang sahabatmu. Aku, sebagai pengagum rahasia, yang menyukaimu secara diam-diam. (Nadia Naraya) Rasa simpati dan sebuah ketertarikan biasa. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali melihatmu. Aku tak tahu sejak kapan rasa itu sedikit demi sedikit berubah menjadi rasa penasaran dan selalu ingin tahu tentangmu. Katakan saja, kalau ini adalah sebuah cinta rahasia untuk seorang pengagum rahasia. Lupakan perasaanmu darinya dan berbaliklah menyukaiku. (Fauzan Narendra) Nadia memendam perasaan pada sahabatnya - Agra - hampir selama enam semester terakhir sejak mereka bersahabat. Sayangnya, saat Nadia ingin mengungkapkan perasaannya, bertepatan dengan itu, Agra bercerita bahwa ia sudah memiliki kekasih. Nadia tidak bisa menghindar begitu mudah, karena ia terjebak di dalam satu proyek dengan Agra cukup lama. Inilah yang bisa dilakukan Nadia, mengagumi dalam diam. Saat Nadia sudah mencapai puncak kegalauannya, seorang laki-laki bernama Fauzan datang ke dalam hidupnya. Nadia pikir, ia baru pertama kali bertemu laki-laki ini. Namun, ternyata Fauzan sudah mengenalnya sejak dua tahun lalu. Fauzan muncul begitu saja saat Agra menghilang menangani proyek dosen selama beberapa bulan. Fauzan bilang bahwa ia menyukai Nadia. Lantas, apa yang akan Nadia lakukan selanjutnya? Cover by : Diarra_design Follow me on Instagram : @NurulAyuHapsary

N_Ayu_Hapsary · Urban
Not enough ratings
372 Chs

137. Still Angry

Fauzan menghentikan motornya. Ia memarkirnya tepat di depan kos Nadia. Kemudian, ia mematokan mesinnya. Nadia masih ada di belakang, diboncengnya.

Saat mesin motor Fauzan sudah mati, ia memutar kontak motornya untuk melepasnya. Nadia yang ada di boncengan belakanganya, turun dari motor Fauzan. Saat sudah turun, Nadia melepaskan helmya. Kemudian ia memberikannya pada Fauzan.

Fauzan menerima helm dari Nadia itu. Saat itu, suasana sangat terlihat canggung sekali. Sama seperti waktu tadi ketika selama perjalanan. Mereka berdua hanya terus terdiam.

Fauzan berusaha bertanya untuk mengajak berbicara. Sekedar, apa Nadia merasa kedinginan? Apa Nadia benar-benar tidak mau makan? Atau hanya sekedar ingin jalan-jalan kemana? Tapi, Nadia hanya menjawabnya singkat hanya dengan ya dan tidak.

Fauzan lagi-lagi hanya bingung. Ia tidak tahu harus bagaimana? Apa yang harus diperbuatnya. Ia tahu Nadia marah.

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com