Seperti biasa sebelum ke kantor Elma menyempatkan diri untuk membeli sandwich , dia duduk di samping kaca ketika melihat Satria di seberang jalan Elma langsung membuang muka .
Elma berjalan cepat menuju kantor ketika dilihatnya Satria mengikutinya dengan mobilnya , Satria menghentikan langka Elma tiba-tiba .
" El , plis kita ke mama aku mohon bareng-bareng supaya mama mau ngerestuin kita " pinta Satria memegang tangan Elma
" Sat , udah ga ada yang bisa kita perbaiki . Mama kamu , adek kamu , saudara kamu semua ga suka sama hubungan kita " jelas Elma
" mungkin dengan kita mohon , mama mau ngerestuin kita " pinta Satria lagi
" Sat maaf , udah saat nya buat aku membuka hati buat seseorang yang mau nerima aku apa adanya " kata Elma melepaskan tangan Satria dan berlalu pergi .
Sementara diseberang jalan Sadewa melihat kejadian itu dan menarik senyum simpul .
**
Hari itu mungkin hari yang sial untuk Elma , karena tidak berhati-hati saat menaiki tangga dia terpeleset jatuh dari lantai tiga ke lantai satu .
Elma mengerang kesakitan , tapi tidak ada yang tahu karena tidak banyak staf yang lewat situ . Elma merasakan tangan kirinya mati rasa . Dengan tangan kanannya dia meraih Hp di saku bajunya . Elma menelpon seseorang .
" Luna , cepetan ke tangga lantai dua dan bawa bantuan " Elma segera mematikan teleponnya , karena dia tidak bisa menahan sakit dipinggul dan tangannya . Dahinya juga berdarah sedikit .
"astaga kak , kamu ngapain rebahan disini sih" kata Luna begitu melihat Elma terbaring ,
" Luna jangan bercanda " omel Elma emosi , disambut tawa Johan dan Roy .
Mereka segera membopong Elma bersamaan . Keluar dari kantor dan menuju mobil Johan . Mengantar Elma ke rumah sakit .
**
Dirumah sakit Elma harus memakai gips di tangan kiri dan leher nya . Dokter bilang ada yang retak di siku Elma tetapi tidak parah , jadi Elma harus menginap di rumah sakit untuk beberapa saat .
Sedangkan Johan dan Roy segera kembali ke kantor , sementara Luna menemani Elma .
" liburan tuh kak ya di bali , raja ampat , atau kemana kek , ini kok dirumah sakit" goda Luna
" udah deh ga usah ngledek gitu " sungut Elma
" enak juga sih , aku bisa rebahan disini " Luna terkekeh
" dasar kamu tuh ya " keluh Elma
" besuk sendiri deh aku dikantor" kata Luna sedih , Elma tersenyum
" segitu cintanya ya sama aku " kata Elma terkekeh begitu juga Luna .
Tak lama pintu kamar Elma di ketuk oleh seseorang , Luna segera membukakan pintu . Sadewa dan bunda datang dengan membawa buah-buahan .
" kenapa repot - repot kesini tante " kata Elma begitu melihat kedatangan bunda nya Luna
" repot apa nya nak " kata bunda menghampiri Elma dan mengusap lembut rambut Elma .
" jadi ga enak aku nya " kata Elma terharu merasakan perlakuan bunda Luna , Sadewa duduk dikursi disamping Luna
" udah makan belum , mau dibelikan apa mumpung ada Dewa " bunda menawari Elma
" makasih tante , udah kok tadi " kata Elma tak enak
" aku yang laper bunda " renggek Luna ,
" ya udah sana beli makan dulu biar bunda sama kak Dewa yang jaga " kata bunda cuek sibuk memotong buah untuk Elma , membuat Luna melonggo
" astaga mentang - mentang punya anak gadis baru ya " kata Luna ngambek , Sadewa tersenyum melihat tingkah adiknya.
" ya udah aku anterin " Sadewa beranjak dari duduknya , diikuti tawa riang Luna .
Bunda dan Elma tersenyum melihat manja nya Luna .