webnovel

CEO -29-

Malam ini ada acara makan malam di keluarga Cha. Semua keluarga Cha berkumpul di rumah keluarga Cha. Yeonhee dan Raymond yang merupakan pasangan Charles dan Jessica juga hadir di acara makan malam tersebut.

Mereka pun mulai bersantap malam.

Nyonya Cha membuka pertanyaan, ia menanyai pekerjaan Raymond.

"Akhir-akhir ini saya memang sedang sangat ssibuk karena sedang menangani beberapa project," jawab Raymond.

"Lalu bagaimana denganmu Yeonhee? Kau seudah betah bekerja di tempat barumu?"

"Keuromyo Omonim (Tentu, Ibu mertua). Saya sudah merasa nyaman dengan pekerjaan baru saya."

Tuan Cha ikut bertanya. "Nak Raymond, kapan akan melamar Jessica?"

Raymond tersedak.

Jessica tersipu malu. "Apaa... Kasian Ray Oppa ditaya mendadak. Ia kan sedang sibuk-sibuknya, jadi aku maklum..."

"Bukan begitu Jes, usiamu tahun ini akan 29 tahun. Alangkah baiknya jika persiapan pernikahan dimulai segera."

Charles menimpali. "Appa... kau tidak ingat jika aku dan Yeonhee yang akan menikah tahun ini?"

"Tentu ingat... Aku sangat senang karena kalian berdua akan segera menikah."

Yeonhee tersipu malu. "Charl Oppa sudah memilih-milih undangan dan kami juga sudah menyewa gedung, Abonim."

"Yeonhee, nanti apabila seteah menikah, baiknya kau berhenti bekerja saja." Nyonya Cha memberikan saran.

Yeonhee terkejut. "Waeyo Omonim?"

"Pekerjaanmu yang sekarang dirasa kurang pantas apabila disndingkan dengan Charles yang akan menjadi direktur dari Namjung. Hanya jadi sekretaris, apa kata orang nantinya jika menantu keluarga Cha Namjung hanya nberprofesi sebagai sekretaris?! Jadi Ibu rumah tangga jauh lebih baik.." jelas Nyonya Cha.

Dalam hati Yeonhee. Apa-apaan ini, aku tidak pernah berniat sama sekali hanya jadi ibu rumah tangga. Omonim, jangan-jangan sekarang ini, karirku sebagai seorang news anchor sedang hancur, aku tidak akan menyerah begitu saja.

Jessica menimpali ibunya. "Majayo Agashi (Benar, ipar). Uri Eommaga maja(Ibuku benar). Lebih baik jika yang bekerja hanya Charl Oppa. Kau tak perlu susah-susah mencari uang dan berkarir. Kau sudah pasti hidup bahagia menjadi ibu rumah tangga." Jessica tersenyum puas.

Yeonhee hanya bisa frustasi dalam hatinya.

"Keugo... (Itu...) Belum kami bicarakan lebih lanjut. Yang paling penting rencana pernikahan kami bisa berjalan mulus." Charles memberikan penjelasan.

Akhirnya makan malam keluarga Cha berakhir.

Jessica dan Yeonhee membantu membereskan ruang makan. Saat mereka berdua sedang di dapur.

"Yeonhee-ssi... Kau menyerah saja dengan karirmu, kau lihatkan Ibuku saja tidak akan menyetujuimu bekerja?! Kau sudah bagus bisa diperistri Oppaku." Jessica berbicara dengan gaya meledek.

Yeonhee tersenyum. "Kita lihat saja nanti."

"Aku harap... Oppaku segera mengetahui kebusukanmu, supaya dia sadar jika wanita yang bertahun-tahun dikencani ternyata tak sebaik yang dibayangkan."

Yeonhee mulai terpancing emosi. "Kau..."

"Apa? Kau ingin menamparku? Tampar saja?" tantang Jessica.

Yeonhee buru-buru menenangkan diri, menahan emosinya.

"Oh iya? Adikmu itu mantannya David kan? Bosmu sendiri?"

"Lalu kenapa?"

"Aku kira adikmu itu gadis kecil yang polos tapi...ternyata mantannya David. Semua wanita yang pernah berhubungan dengan David itu pasti pernah di..." Jessica tersenyum penuh arti.

Yeonhee lagi-lagi naik pitam. "Kau... adikku bukan gadis yang seperti itu. Aku tahu persis adikku seperti apa, dia tidak semurahan dirimu!"

Jessica gantian yang naik pitam. "Beraninya kau bilang aku apa?"

Tiba-tiba Nyonya Cha datang dan melihat calon menantu dan anaknya seperti sedang bertengkar.

Menyadari ada Nyonya Cha, keduanya langsung pura-pura akur.

"Kalian bertengkar?" Nyonya Cha menaruh curiga.

"Ani..." Keduanya kompak mengelak.

"Kami hanya berbeda pendapat saja Omonim, sama sekal tidak bertengkar," ujar Yeonhee.

"Ne, Omma... Agashiga majayo..."

"Keurae..." Nyonya Cha percaya akan pernyataan keduanya.

**

Charice dan Junghyun sedang ada di kafe depan kantor pengacara Lee Dongwook, dia adalah pengacara yeng menangani kasus bullying Anggrek. Ia adalah pegacara keluarga Mawar. Kasus tersebut belum mendapat keputusan hukum yang jelas sampai sekarang padahal sudah berjalan lebih dari 4 bulan lamanya.

Junghyun mencari artikel mengenai Lee Dongwook. Ia mencapati profile dari Lee Dongwook di internet dan tertulis case-case besar apa saja yang pernah ditangani oleh pengacara tersebut. Matanya tertuju akan satu poin dari salah satu case, Samkyung's corruption.

"Char, baca ini deh." Junghyun mengklik poin tersebut di smartphonenya.

Charice dan Junghyun membaca salah satu artikel mengenai kasus Dongwook tersebut. Mereka tampak sangat terkejut.

"Akhirnya Oppa... kita menemukan pengacara yang dihiring oleh Pak David." Charice sangat antusias.

Junghyun sama antusiasnya. 'Char... ini akan menjadi akhir rasa penasaranmu kan?"

"Kenapa bisa sangat kebetulan ya? Pak Dongwook adalah pengacara keluarga Mawar dan juga ternyata pangacaranya Pak David."

"Ini namanya sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui."

"Kak Jung, tumben pribahasanya bener..."

"Jangan mulai deh, lagi adem nih..."

"Ini muji loh..."

"Muji sama ngeledek beti ya..."

Charice terkekek. "Serius nih Kak..."

"Yaudah... Yaudah... Jadi gimana nih kamu maunya?"

"Yaudah Kak... kita sekalian tanyain aja yang masalah kasus korupsi Samkyung pas habis wawancara masalah kasusnya Mawar gimana?"

"Kamu yakin?"

Charice mengangguk. "Yakin Kak. Ini aku lagi buat draft pertanyaannya."

"Yaudah terserah aja."

**

Di kantor pengacara Lee Dongwook. Charice dan Junghyun mencapat giliran untuk bertama pengacara tersebut.

Mereka menanyai kelanjutan kasus Mawar.

"Pak, jadi sekarang ini Mawar akan dinikahkan dengan Jungwoo?" tanya Charice.

Dongwook sinis mendengar pertanyaan Charice. "Sejauh ini baru rencana saja."

Junghyun gantian bertanya. "Saya sebagai detektif yang sedang menangani kasus ini, menyayangakan apabila hal itu terjadi, terakhir saya bertemu Mawar, ia masih sangat trauma akan pemerkosaan itu. Apa bapak sebagai pengacarany tidak memikirkan bagaimana psikis anak itu apabila itu terjadi?"

"Saya tahu persis bagaimana Mawar dari kecil... Asal kau tahu, saya adalah teman ommnya Mawar jadi saya sudah kenal Mawar dari dia masih kecil."

"Pak Lee, bagaimanapun Jungwoo harus disidang di pengadilan terlebih dahulu."

"Detektif Kim Junghyun, saya sudah bilang jika keluarga kedua belah pihak tidak ingin melewati jalur pengadilan untuk kasus ini. Mereka memutuskn untuk berbesan, karena keduanya toh juga saling suka pada awalnya."

Charice bereaksi. "Pak, saya tidak tahu ya bagaimana cara pikir keluarga yag katanya dari kalangan elite tersebut, bagaimana mungkin menganggap enteng kasus seperti ini, apalagi ini terjadi kepada anak-anak mereka sendiri. Apa Bapak pernah menemui kasus sperti ini juga sebelumnya?"

"Saya rasa... itu adalah hak orang tua mereka, toh mereka semua masih di bawah umur. Ini pengalaman pertama saya menangani kasus seperti ini."

"Lalu, bagaimana nasi Anggrek Pak? Apa dibiarkan begitu saja?" tanya Charice.

"Kau ini... tahu tidak sih, jika Anggrek itu tak 100 persen layak dibela?! Lagipula ia juga sudah keluar dari rumah sakit bukan?"

Mereka pun menyudahi wawancara mengenai kasus Mawar dan Anggrek.

Charice ingin menanyai kasus korupsi Samkyung namun ia masih ragu-ragu. Akhirnya ia memberanikan diri. "Pak Lee, maaf saya boleh menanyakan hal lain?"

"Silahkan."

"Pak, \Bapak benar pengacaranya Pak David?"

"Iya benar, kau ingin mencari berita apa mengenai dia?"

"Ah... Tidak Pak Lee. Hanya saja, saya perlu tahu sesuatu mengenai ayah saya dan Samkyung..."

'Ayah kamu?" Dongwook berpikir. "Oh saya ingat, jangan-jangan kamu putri Pak Soojong yang bekerja sebagai reporter itu ya?"

"Ayah saya pernah cerita mengenai saya?"

"Pak Soojong pernah sedikit cerita mengenai kedua putri kesayangannya."

"Kalau begitu, Pak Lee sudah mengerti kan maksud pembicaraan saya."

"Apa yang ingin kau tahu?"

"Anda apakah yang menyimpan surat kuasa ayah saya yang ditjukan pada Pak David?"

"Iya benar..."

"Boleh saya membacanya?"

"Maaf ya... ini sifatnya sangat rahasia, jadi saya tidak bisa menunjukannya sembarangan tanpa persetujuan orang yang bersangkutan."

"Pak... saya janji saya tidak akan beritahu siapa-siapa, bahkan saya bersedia membuat surat perjanjian bermaterai yang menyatakan saya tidak akan membocorkan informasi apapun."

Junghyun menambahkan. "Kita berdua Pak..."

Dongwook berpikir sejenak, Akhirnya mereka berdua diijinkan untuk membaca dan mempelajari surat kuasa dan perjanjian yang telah dibuat Soojong dan David.

**

Charice lemas setelah selesai mengetahui kenyataan yang sebenarnya mengenia David dan Ayahnya.

"Kak Jung, aku masih nggak percaya Pak David orang yang seperti itu?"

"Bagaimanapun Pak David adalah seorang bussinessman yang pasti ingin memperluas jaringan usahanya, jadi wajar saja ia menghalalkan segara cara untuk mewujudkan keinginannya tersebut."

"Tapi... Pak David yang kukenal selama ini..." Charice sedikit bersedih dan masih terkejut.

"Char sudahlah, yang penting kamu udah nggak ada hubungannya dengan orang itu lagi."

Dalam hati Charice. Kalau begini, aku harus memperingati Yeonhee Eonni untuk segera resign dari kantornya Pak David. Bener kata Charles Oppa, ada sesuatu yang tidak beres dengan Pak David. Dan yang paling penting, aku harus bisa 100 persen menghilangkan perasaanku kepada Pak David. Aku tidak boleh menyimpan rasa ke orang itu lagi.

"Ne... maja (iya... benar). Kak Jung sekarang tugasku adalah memperingati Yeonhee Eonni, aku harus meyakinkan dia agar segera resign dari kantor Pak David?!"

**

Next chapter