webnovel

Menikahlah denganku

Volume 1 Bian menikahi Mutiara karena ingin membuat Ristie, mantannya, cemburu dan menyesal telah meninggalkannya. Bian sangat mencintai Ristie dan ingin gadis itu kembali padanya. Bian memaksa Mumut yang datang meminta bantuan kepadanya untuk menikah dalam waktu satu minggu. Bian menikahi gadis itu untuk membantunya dan dan menjaganya. Dia berjanji suatu saat Ia akan melepasnya pada orang yang dicintainya. Mumut, seorang cleaning servis di perusahaan Bian, Mumut memiliki cita-cita yang tinggi karena itu dia kuliah di malam hari untuk mewujudkan impiannya meski serba kekurangan. Dia terpaksa menikah dengan Bian karena membutuhkan biaya untuk membayar biaya rumah sakit ibunya yang harus menjalani operasi dan melunasi hutang-hutangnya. Akankah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka atau Bian memilih berpisah dari Mumut dan kembali pada Ristie dan membiarkan Mumut bersama orang yang dicintainya??? Volume 2 Bian semakin menyadari kalau dia sangat mencintai Mumut dan mulai melupakan cintanya pada Ristie. Mumut juga merasa perasaannya pada Bian semakin kuat dan membuatnya tak lagi memberi ruang pada Andika yang selama ini dia sukai diam-diam. Mumut dan Bian terpaksa mempercepat bulan madu mereka karena putra mereka diculik. Keduanya bekerja sama untuk menyelamatkan buah cinta mereka dari cengkraman para orang menculiknya. Follow me on FB : https://www.facebook.com/alanylove.alanylove IG : @alany828

AlanyLove · General
Not enough ratings
601 Chs

MD 278 - Meragukan Seruni

Seruni merasa tak bisa bernafas saat merasa Bima berdiri di sampingnya, dadanya berdebar kencang saat merasakan tangan Bima menyentuh tangannya meski Bima segera mengangkat tangannya dari tangan Seruni.

"Kirim ke emailku saja," kata Bima sambil melangkah ke kursinya, dia takut berdiri lama di samping Seruni akan membuat Bima tak bisa mengendalikan diri untuk memeluk dan mencium Seruni. karena itu dia merasa lebih baik menghindar.

"Baik, Kak." suara lembut Seruni memenuhi gendang telinga Bima.

Sebuah ketukan terdengar di pintu saat Bima baru saja duduk, Bima segera menekan tombol agar pintunya terbuka. Bima melihat Bian tampak masuk ke ruangannya. Bian berjalan dengan anggun ke arah Bima dan duduk di depan Bima.

"Selamat pagi, Pak Presdir." sapa Seruni pada Bian yang baru masuk. Baru kali ini Seruni bertemu langsung dengan Bian, dia merasa sedikit terintimidasi dengan kehadiran Bian tapi dia mencoba untuk tetap tenang.

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com