hidup adalah tentang hitam putih dunia ini dimana kita berjalan seiring waktu melalui berbagai macam hal yang kita alami....
Namaku rei batara seorang anak perantauan tinggal disebuah kota kecil yang bernama bontang.usiaku 17 tahun kelas 11 SMK jurusan TKJ semester 3,tinggal disini hanyalah sebuah hasil nekat untuk melatih diriku yang sudah terlalu lama berada dizona nyaman.
Suatu hari ayah menelfonku untuk meminta izin.ujarnya rei ayah ingin menikah lgi,apakah kamu mengizinkannya?entah mengapa hal yang pertama kali aku pikirkan ketika ayah bicara seperti adalah teringat pada sosok ibuku,namun aku bilang pada ayah untuk diberi waktu memikirkannya.huh hanya itu yang bisa aku katakan sembari melegakan diriku.
Setelah berfikir Panjang bahwa ayah telah berjuang selama 4 tahun ini untuku dan adikku ifan batara,membuatku kasian jika ayah terus begini.aku khawatir masa tuanya nanti seperti apa jika hanya aku dan adik?aku harap ini keputusan yang tepat untuk keluargaku.setelah itu aku menelfon ayah kembali bahwa aku mengizinkan nya,serentak suara ayah seperti merasa sangat lega mendengarnya membuatku sangat senang.tapi ayah menyuruhku untuk pulang ke rumah disana bahwa lusa ia akan menikah dan besok kami akan saling bertemu dengan keluargaku dan keluarga calon istri ayah.sungguh ayah membuatku sangat terkejut dan kesal karna tidak memberi tahuku segala persiapan yang ia buat sendiri.Hari ini aku harus bersiap-siap untuk berangkat besok.
Aku tiba siang hari setelah diperjalanan selama 2 jam bermotoran,ayah sangat menantikan diriku terlihat jelas raut wajahnya yang sangat gembira hari ini.ketika malam,tibalah saatnya keluarga pihak wanita datang.datang dengan gembira membuatku terkejut melihat calon ibuku beserta kedua anak perempuannya.bertemu mereka mebuatku gugup tapi aku senang ayah sangat bahagia,tiba lah saatnya memperkenalkan keluarga masing-masing.anak pertamanya yang bernama bidara setahun lebih muda dariku dan adiknya bintang usianya 12 tahun juga setahun lebih muda dari adikku.