Alexa membuka matanya dan ia meraba sisi tempat tidur Nathan.
"Dia sudah bangun lama rupanya", desisnya.
Alexa bangun, dia duduk di sisi tempat tidur dan langsung membuka smartphone nya. Ada chat dari Nathan.
"Sayang, aku harus tugas keluar negeri dulu ya. Mungkin aku pulang 2 minggu lagi. Kamu pindah ke apartemen ku ya, aku sudah minta assisten mu untuk jemput kamu dan bawa kamu ke apartemen aku", tulis Nathan.
Alexa meletakkan kembali smartphone nya tanpa membalas chat Nathan, kemudian ia masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Setelah rapi berpakaian, ia melihat kalau ternyata Nathan telah merapikan gaun pengantin dan barang lainnya masuk ke dalam koper sebelum ia pergi.
Alexa keluar sambil membawa dua buah koper besar, satu miliknya dan satunya milik Nathan.
Saat keluar, dia melihat Jason yang sedang duduk di sofa yang saat tahu kedatangannya langsung mengambil alih koper-kopernya. Tanpa banyak suara, Jason mengikuti langkah Alexa keluar kamar langsung menuju ke lift.
"Bos mau sarapan di hotel ini atau dimana?", tanya Jason saat mereka memasuki lift.
"Di kantor aja. Aku harus membereskan pekerjaan yang tertunda kemarin", ujar Alexa.
"Baik langsung saya pesankan sarapan seperti biasa ya untuk ditaruh di ruangan bos", ujar Jason yang langsung menghubungi Wenny, asisten Alexa yang lain.
Setelah mengembalikan kunci kamar, Jason langsung mengambil mobil dan Alexa masuk ke dalam mobil Alphard menuju ke Aditra Group.
Saat memasuki lobby gedung, karyawan Aditra Group sempat kaget melihat kedatangan bosnya yang sehari setelah pernikahan nya langsung datang bekerja.
"Wenny, tolong jadwalkan ulang ya meeting aku dengan Mr. Adiatman, ganti hari jangan hari ini ya. Aku belum siap", ujar Alexa saat melihat Wenny di ruangan depan ruang kerja Alexa.
"Baik bos. Sarapan bos sudah tersedia bos", ujar Wenny menunjuk ke arah ruang meeting kecil dengan jempolnya sopan.
"Jason, kamu sudah sarapan?", tanya Alexa dan Jason mengangguk.
"Ya sudah, aku sarapan dulu ya, lapar sekali perutku. Apa obat asam lambung ku dibeli juga?", tanya Alexa.
"Sudah bos, sudah tersedia juga", ujar Wenny.
Alexa lalu masuk ke dalam ruang meeting kecil dan kemudian dia memakan sarapannya sambil membuka tabnya memeriksa beberapa laporan.
"Jason, si bos kok masuk kerja sih? Saya pikir kan dia habis menikah kemarin, pasti lelah dan masih honeymoon sama suaminya. Ganteng banget suaminya, tajir pula", bisik Wenny.
Jason hanya menaruh tangannya di depan bibirnya dan ia lalu duduk di meja kerjanya diikuti Wenny yang duduk di meja kerjanya di samping Jason.
Hari ini seperti biasa, Alexa memimpin rapat pagi diawal minggu dengan muka tegasnya didampingi Jason asisten terpercaya nya.
2 minggu berlalu dengan tenangnya dalam kehidupan Alexandria Pratama. Nathan kadang melakukan vicall saat Alexa masih ada di kantornya. Alexa tidak pernah memberitahukan Nathan kalau ia tidak pindah ke apartemen Nathan.
Setiap akhir minggu, Liliana mengajak Alexa untuk pergi berbelanja namun ditemani Albert ataupun Ryan. Seperti saat ini, jumat sore Liliana sudah datang menjemput Alexa ke ruangan kerjanya.
"Mama sudah datang", sapa Alexa yang langsung memeluk ibu mertuanya saat Liliana memasuki ruangan ditemani Ryan.
"Iya, nih bawa tukang angkut buat bawa belanjaan kita", ujar Liliana.
"Hai Ryan, mau berangkat sekarang? Atau mau minum kopi dulu disini? ", tanya Alexa.
"Ayo langsung jalan sekarang aja. Aku sudah lapar", ujar Ryan langsung membalik badannya dan berjalan ke arah lift diikuti Alexa dan Liliana yang berjalan bergandengan.
"Si Bos makin bahagia ya punya keluarga seperti mereka", bisik Wenny.
"Baguslah, dia sudah lama selalu sendiri. Keluarga dekatnya hanya mencari keuntungan pribadi saat didekat dia. Ayo kita berkemas untuk pulang. Letih sekali bos selalu lembur belakangan ini buat kejar targetnya hanya agar dia bisa menemani nyonya Liliana diakhir pekan", ujar Jason yang langsung berkemas diikuti Wenny.
Sepanjang jalan, Liliana dan Alexa bercerita banyak hal dari seputar kehidupan mereka sehari-hari ataupun cerita tentang masa kecil Nathan. Kadang Ryan ikut menimpali terutama saat membicarakan kejelekan Nathan. Alexa merasakan kehangatan keluarga ini untuknya tanpa pamrih.
Setibanya di mall Emporium setelah Ryan memarkir mobilnya, ketiganya langsung menuju ke restoran. Di salah satu sudut restoran, Alexa melihat Nathan yang sedang berbincang serius dengan Albert. Saat mereka mendekati, Nathan menyadari kehadiran Alexa langsung tersenyum pada istrinya itu.
"Hai sayang, aku merindukanmu", bisik Nathan saat Alexa memeluknya. Nathan kemudian mencium pucuk rambut istrinya lalu membukakan kursi untuk Alexa duduk.
"Kamu kapan tiba?", tanya Alexa.
"Baru saja, ini aku bareng sama papa ke sini. Kebetulan tadi ketemu di bandara, papa juga baru pulang dari luar kota", ujar Nathan.
"Bisa kebetulan gitu", ujar Alexa.
"Bukan kebetulan, anak ini bawelnya minta ampun. Tanya papa terus uda sampai mana padahal papa baru masuk jet. Berisik", ujar Albert mengeluh.
"Yaela papa, sama anak gitu amat. Kan aku naik pesawat komersil sedangkan papa pakai jet pribadi, tentunya papa lebih bisa sesuaikan waktunya dengan aku kan", ujar Nathan cemberut.
"Kalau ngga ingat papa mau tau hasil meeting kamu juga papa ogah bareng kamu, nungguin pesawat mu landing di bandara", gerutu Albert lagi.
"Sudah akh. Mau pesan apa nih, aku lapar sekali", ujar Ryan menengahi.
Mereka berlima akhirnya memesan makanan dan berbincang-bincang dengan hangat. Nathan memegangi tangan istrinya dan sesekali membelai rambut istrinya. Alexa banyak tersenyum saat ini dan hatinya sangat bahagia.