webnovel

I'M NOT VILLAINESS

Author: dindanos_13
Fantasy
Ongoing · 12.9K Views
  • 4 Chs
    Content
  • ratings
  • N/A
    SUPPORT
Synopsis

"Aku harus mengambil kembali gelarku." Teresa Elbourd, gadis penerus keluarga Count Elbourd menyaksikan ketidakadilan bagi keluarganya. Gelar 'Marquess' itu adalah penghargaan bagi keluarganya namun ternyata keluarga Count Oaniq yang mendapatkannya. Namun tidak disangka, gelar yang diberikan kaisar lebih dari yang diharapkan mereka dan justru mempertemukan Teresa dengan putra mahkota yaitu Brivon Triaz. Bagaimana kisah Teresa yang angkuh, Syica yang selalu iri, dan Brivon yang sedikit mengharapkan rasa pada Teresa?

Tags
5 tags
Chapter 1MARQUESS ATAU DUKE?

"Aku harus mengambil alih apa yang harusnya milikku!"

Teresa Elbourd. Putri satu-satunya Count Elbourd.

"Nak, itu tidak baik untukmu," ucap ayahnya, Jeemy Elbourd.

Teresa menatap tajam ayahnya. "Oh, ya? Kalau ayah tidak bisa mendapatkan itu untukku, aku akan mendapatkannya sendiri."

Setelah mengatakan keinginannya, Teresa berbalik badan dan berjalan keluar ruangan dengan tubuh gemetar penuh emosi. Ia tidak bisa menjaga emosinya mengingat segala perbuatan 'orang itu' terhadap keluarganya.

Orang yang sudah merampas gelar bangsawannya.

"TERE!"

***

Teresa berjalan masuk ke dalam kamarnya dan tidak mengizinkan siapapun masuk, termasuk ibunya sendiri. Mood-nya benar-benar hancur dan tidak baik. Ia selalu teringat saat dimana seharusnya gelar itu didapatkan oleh keluarganya, tetapi gelar itu diberikan kepada keluarga lain. Teresa tidak terima.

Saat itu....

Keluarga Elbourd membantu urusan politik kerajaan Imazal. Setiap mengatur strategi perang, keluarga Elbourd selalu memberikan arahan yang tepat dan membuat kerajaan ini menang dalam peperangan. Lalu, pasukan perang keluarga Elbourd selalu ikut dikerahkan dalam perang apapun dan menjadi garda terdepan juga membawa berita kemenangan.

Namun, tiba-tiba keluarga Count Oaniq yang tidak terdengar memberi bantuan kepada kerajaan tiba-tiba saja diberikan gelar Marquess padahal sebelumnya Raja Imazal II akan memberikan penghargaan gelar Marquess kepada Count Elbourd. Tidak tahu alasan apa di balik itu, karena untuk melakukan peningkatan gelar dilakukan satu tahun lagi untuk Marquess baru.

"Yang Mulia...., bagaimana bisa?!" tanya Teresa yang tidak terima mendengar gelar itu diberikan pada keluarga Oaniq.

"Kau tidak perlu bertanya alasannya padaku, Nona. Kembalilah!" jawab Raja.

Jawaban dari Raja tidak membuat Teresa puas. Ia butuh penjelasan yang masuk akal mengapa keluarganya yang sudah memberikan banyak bantuan untuk kerajaan hanya tetap menjadi Count sedangkan keluarga yang diam diri itu menjadi Marquess.

Teresa kecewa.

Sekarang, Teresa hanya ingin mengambil gelar itu kembali menjadi milik keluarganya. Ia harus mencari cara agar semuanya dapat ia genggam lagi.

***

Matahari sudah kembali terbit setelah berjam-jam menyembunyikan dirinya di balik langit gelap. Suara burung berkicau membuat Teresa terpaksa membukakan matanya, padahal ia masih mengantuk. Tidak ada dayang yang membangunkan Teresa karena ia tidak mau siapa pun mengganggu waktu istirahatnya.

Teresa bangkit dari tidurnya kemudian membasuh wajahnya. Ia sudah tahu dayang pribadinya pasti masuk dan menaruh mangkuk dan handuk untuk mencuci muka di meja samping ranjang. Ia tidak ada hasrat untuk keluar dari kamarnya, bahkan makan pun diantar oleh dayangnya.

Tok, tok, tok.

"Nona, ini saya, Risa."

Risa adalah dayang pribadi Teresa.

"Masuk."

Risa yang memakai baju khusus dayang pribadi itu masuk ke dalam kamar membawakan sarapan untuk Teresa.

"Nona, mau saya siapkah air hangat?" tanyanya.

Teresa mengangguk, "Boleh. Sekalian siapkan gaunku karena aku akan keluar."

Risa mengangguk kemudian berjalan menuju kamar mandi.

Teresa yang masih memakai gaun tidur itu memandangi jendela yang langsung menghadap taman. Sudah hampir dua minggu dirinya mengurung diri di rumahnya dan tidak bersosialisasi dengan para bangsawan. Pesta kedewasaannya akan segera digelar, sekitar dua bulan lagi. Teresa tidak bisa tetap berdiam diri di rumah karena nama baiknya akan menjadi buruk.

"AAAW!"

Teresa membuka jendelanya lebar dan saat itu juga seseorang merintih kesakitan. Teresa terkejut dan melirik ke kanan-kiri jendela. Ternyata di sebelah kiri jendela ada seorang pria yang menggunakan jubah hitamnya.

Teresa membulatkan matanya. "Ha! Kau siapa?!" tanyanya berteriak.

Orang itu masih mengusapkan kepalanya yang terbentur kaca jendela. Ia pun turun dari tembok itu kemudian menatap Teresa.

"Sampai jumpa di pesta kedewasaan nanti!" ucap pria itu.

Teresa terkejut dan refleks berkata, "ADA PENYUSUP!"

***

"Setelah kau mengunci dirimu sendiri, tidak ada yang akan kau katakan pada ayah atau ibu?" tanya Jeemy pada anaknya yang baru saja keluar kamar dan menghadapnya.

Teresa menatap tajam ayahnya, "Ayah, dengarkan. Aku akan melakukan apa saja agar semuanya berjalan seperti seharusnya."

Jeemy tertawa kecil, "Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Gelar Marquess itu tidak penting karena ayah akan menjadi Duke. Tunggu saja. Belum ada pengangkatan gelar Duke kali ini. Sabarlah menunggu. Apakah gelar Marquess lebih berharga dibandingkan harga dirimu?"

Teresa mengepalkan tangannya. "Berani-beraninya ayah berkata seperti itu padaku. Ayah....," Teresa berjalan mendekati ayahnya kemudian menatapnya sinis, "aku hanya tidak ingin dipermalukan di depan teman-temanku."

"Gengsimu terlalu tinggi. Turunkanlah, sadar diri."

Teresa menggelengkan kepalanya, "Jika ayah tidak mendapatkan gelar Duke dalam satu minggu, aku akan mengambil gelar Marquess milik Oaniq."

Jeemy tertawa lagi, "Silakan, ayah akan menepati kata-kata ayah."

"Baiklah, aku akan menunggu."

***

You May Also Like

The Prince Of The East Sea (Bahasa INDONESIA)

18+ (Dark Content) Liburan Tasia dan teman-temannya berakhir di luar dugaan. Tasia yang adalah gadis penakut, tidak pernah menyangka pertemuan dan niat baiknya terhadap seorang anak kecil di tepi pantai saat malam hari akan membawa hidupnya ke dalam kekacauan. Karena ternyata, anak manis itu adalah jelmaan pangeran siluman ular yang mendiami kerajaan goib di laut timur. .... Tasia menatap Hadyan yang tersenyum ramah padanya. Lalu air mata mulai menggenangi matanya lagi "Aku ingin pulang. Aku tidak mau berada di sini. Maafkan aku jika aku berbuat kurang ajar sampai kalian menangkapku, tolong lepaskan aku! Ku mohon!" Hadyan memijat keningnya sendiri "Kau tidak salah, Tasia. Aku membawamu ke sini, karena aku telah memilihmu untuk menjadi permaisuriku di kerajaan ini." "Apa? Permaisuri?" Ulang Tasia. Hadyan mengangguk "Ya, aku telah memilihmu sebagai permaisuriku. Jadi, mulai sekarang kau akan tinggal di sini bersamaku." Tasia menggeleng cepat "Gak mau! Aku tidak mengenalmu! Lagipula aku punya rumah dan nenek juga teman-temanku menunggu di sana. Aku tidak mau menjadi permaisuri mu. Aku mau pulang!" *** Mohon berikan support (Power stone, Komen, Review) kalau kalian suka ceritanya ya!! Trimakasih & Selamat membaca!! \^^/ Karya Lydia_Siu di Webnovel : - The Prince Of The East Sea (Tamat) - The Black Swan Behind (Tamat) Banyak quotes dan info menarik di sosial media author! Yuk difollow! Instagram : @author_lydia_siu FB Page : author Kalong_ungu / Lydia_Siu Twitter : @kalong_ungu *** Note tambahan : - Cerita ini terinspirasi dari tokoh, tempat, dan cerita mitos yang banyak beredar di Indonesia. Lalu digabungkan dan mengalami modifikasi sesuai imajinasi author. - Isi, nama, tokoh, dan lokasi dalam cerita ini tidak ada hubungannya dengan cerita rakyat/lokasi yang sesungguhnya.

Lydia_Siu · Fantasy
4.9
255 Chs

Javanese Freislor

"Sadarlah, Breckson! Kau tidak akan bisa hidup bersamaku! Sekalipun aku mencintaimu, tapi aku tahu kedudukan kita berbeda!" pekik Freislor. "Aku tidak peduli itu, Freis!" Breckson menjawabnya dengan nada tinggi. Freislor, sosok perempuan yang memiliki tugas tersendiri untuk menemukan sosok Grendolfin, seorang dewi yang diutus ke bumi untuk mengadili suatu perkara. Ia bertemu dengan sosok Breckson, salah satu pemimpin Negara Zavrainz yang digadang-gadang menjadi pusat peradaban dunia. Pertemuan mereka diawali dengan kejadian tragis. Di mana Freislor merupakan salah satu kaum buangan dari beberapa negeri. Ia memperjuangkan para penduduknya untuk diberikan tempat tinggal di Negara Zavrainz sekalipun dia mendapat hinaan dan pembulian dari para warga. Beberapa tahun setelahnya, dia melanjutkan misi untuk mengalahkan Tuan Reos. Pada akhirnya, Breckson, Freislor dan Tuan Krapolis berkelana ke masa lalu, masa depan dan kematian untuk menemukan Grendolfin. Di sana, mereka mendapatkan beberapa pengetahuan baru mengenai Hasta Brata yang berasal dari kaum Jawa. Tak hanya itu, dia mendapatkan teka-teki baru yakni dengan permainan angka dan waktu yang terdiri dari satu, tiga dan juga lima. Hal itu diperjelas dengan sebuah puisi yang dibuat oleh ayahnya. Satu kali satu, aku berlari Dua kali satu, aku berputar Tiga kali dua, aku berhenti Tunggu dulu, sepertinya aku salah langkah Ku putar langkahku sebesar tiga puluh derajat ke kiri Ku dapati sebuah garis panjang yang mengarah ke suatu tempat Dihiasi cahaya bermandikan gemerlap bintang Aku dan kamu menjadi kita Selama perjalan, mereka juga mendapatkan kunci untuk mengalahkan Tuan Reos dari adanya petunjuk Serat Joyoboyo. Tak hanya itu, dia juga menemukan jati dirinya sebagai pemimpin di sebuah negeri. Breckson akhirnya sempat menyatakan cinta kepada Freislor. Namun, kisah cinta itu berubah setelah bertemu dengan Poresa. Ditambah lagi, beberapa kitab kuno menyebutkan bahwa hidup Freislor hanya sebatas hitungan angka dan waktu. Lantas, bagaimanakah dengan misi mereka? Akankah mereka berhasil membunuh Tuan Reos? Bagaimana dengan kisah cinta Freislor? Siapa yang akan dia pilih?

Rainzanov_words · Fantasy
5.0
351 Chs

ratings

  • Overall Rate
  • Writing Quality
  • Updating Stability
  • Story Development
  • Character Design
  • world background
Reviews
WoW! You would be the first reviewer if you leave your reviews right now!

SUPPORT

empty img

coming soon