webnovel

Heritage

'Padahal aku hanya bertaruh kalau Takemi menggunakan obatnya padaku, tapi, ternyata benar, entah kenapa aku merasa sedikit kecewa'

menghela napas, Kazune lalu duduk ditempat tidurnya

'Padahal kupikir aku jatuh cinta sungguhan pada Takemi... ternyata itu hanya karena obat..'

Kazune lalu mulai melepas pakaiannya,

'Setidaknya aku berhasil menggodanya dengan mencubit pipinya, hehe.., aku tidak menyangka dia akan berpikir aku akan menciumnya.'

tertawa pelan, Kazune lalu melihat langit langit,

"Baju yang diberikan Takemi benar benar sempit"

melihat baju yang robek dibagian ketiaknya, Kazune bingung apakah dia harus mengembalikannya atau membayar Takemi karena merusak bajunya,

"Kalau hanya bajunya saja yang robek aku masih bisa terima... tapi, kenapa celananya juga?"

mengangkat celana cargo hitam yang diberikan Takemi padanya Kazune mengerutkan dahinya,

'Kuharap tidak ada yang melihatku berlari mengenakan celana robek ini'

mulai membolak balik celana itu lalu membayangkan situasi saat dia berlari, Kazune berpikir,

'Sepertinya aman... untunglah celana ini robek ditempat yang tersembunyi, tidak mungkin ada yang menyadarinya kalau tidak ada yang mengamatinya dengan hati hati,'

meletakkan celana itu keatas tempat tidur lalu Kazune mulai bercermin,

"Aku tidak terlalu memerhatikannya sebelumnya tapi... Kazune... dia ini terlalu tampan..."

menyentuh pipinya Kazune mulai tersenyum, dia tidak pernah berpikir kalau suatu hari akan memiliki wajah setampan ini,

"Aku benar benar mirip idol."

mulai berpose Kazune lalu menyentuh tubuhnya,

'Dulu aku olahraga dengan keras tapi tidak dapat abs sesempurna ini...'

menyentuh perutnya, Kazune dapat merasakan ototnya yang membentuk kotak sempurna,

'Dadanya juga sangat bidang...'

membayangkan bagaimana dia dulu melakukan berbagai macam jenis push up tapi dadanya tidak jadi sebidang ini, Kazune ingin menangis,

'Sialan... dinding genetik yang tak bisa ditembus..'

mengingat betapa cantiknya ibu Kazune, dia menyalahkan semua ini pada gen Kazune yang terlalu bagus sehingga dia terlahir alami dengan wajah tampan dan tubuh yang sempurna seperti ini,

'Rasanya seperti mimpi... kalau ini benar mimpi, aku tidak mau bangun.'

mengingat bagaimana dia sangat putus asa sebelum datang kesini, Kazune tidak ingin merasakan itu lagi.

dia masih tidak terbiasa hidup disini, mungkin akan sangat sulit membuat kenangan indah seperti pesan Kazune sebelumnya tapi setidaknya dia memiliki kesempatan, sedangkan didunia yang sebelumnya, dia hampir tidak memiliki kesempatan sama sekali.

Kazune lalu mencari tasnya untuk mengambil pakaian namun pandangannya terkunci pada sebuah kotak,

'Ini...'

Kazune berusaha mengingat apa isi kotak ini dari ingatannya,

'Topeng rubah, kah...'

ia lalu membuka kotak itu, menemukan sebuah topeng hitam berbentuk rubah dengan garis merah yang menegaskan pola rubah,

"Ini seperti topeng rubah yang disentuh noble phantasm Lancelot 'Knight didn't die with empty hands' "

lalu tiba tiba Kazune mendapat notifikasi,

-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

*ding*

...System Task...

Menerima warisan dari Black Fox (Kazune)

Y/N?

Reward : All 'Black Fox' Skill and Power Ups

-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

"Black Fox..."

Kazune lalu mendapat kilas balik dari ingatan Kazune sebelumnya saat dia menjadi Black Fox.

"Jika aku menerima warisan 'Black Fox' itu berarti aku harus menjadi Black Fox menggantikan Kazune, huh..."

Dia tak pernah melakukan hal seperti menyelamatkan seseorang sebelumnya jadi Kazune sedikit ragu untuk menerimanya, namun melihat ingatan Kazune sebelumnya saat menjadi Black Fox hanya satu yang terlintas dipikirannya,

'Keren...'

mengusap topeng itu, Kazune memantapkan hatinya,

'Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku tidak ingin tak bisa melakukan apa apa saat melihat orang lain dalam bahaya'

Kazune lalu menekan Y dilayar didepannya,

-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

*ding*

...Please wait...

...Skill...

...You got [Master] Hand to Hand Combat Skill...

...You got [Master] Gun Skill

...You got [Master] Weapon Skill...

...You got [Master] Crafting Skill

...You got [Master] Stealth Skill...

...You got [Master] Lockpicking Skill...

...You got [Master] Driving Skill...

...You got [Master] Acting Skill...

...You got [Master] Voice Changing Skill...

...You got [Master] Escape Skill...

...Power Ups...

...You got Area View...

...You got Enchanced Reflex...

...You got Genius Mind...

-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+

'Kupikir ini akan sama seperti menerima ingatan Kazune sebelumnya'

Kazune terbaring ditempat tidurnya kelelahan, berbagai macam informasi muncul didalam kepalanya, dia membutuhkan waktu untuk merapikan ingatan yang tiba tiba muncul dalam kepalanya,

"System, kenapa Skill dan Power Up Kazune tidak langsung masuk saat Kazune menggabungkan ingatannya denganku?"

[Seharusnya Host tidak mendapatkan Skill dan Power Up Kazune, karena dia sudah mati, mendapatkan Skill yang bahkan belum host pelajari atau dapatkan dari Lottery itu curang, tapi, sepertinya Kazune memutuskan untuk meninggalkannya untukmu dan berpesan "Jika dia ingin mewarisi title 'Black Fox' dariku maka berikan apa yang sudah kupelajari selama hidupku untuknya"]

mendengar penjelasan System, Kazune tersenyum, tapi tiba tiba rasa sakit luar biasa menyerang kepalanya,

" System... ada apa ini??"

Kazune mengerang sambil memegang kepalanya.

[Mohon Host dapat bertahan, rasa sakit itu diakibatkan oleh Power Ups yang membuka kunci dalam otak Host yang mengakibatkannya merasakan sakit]

"Bukankah otakku dan otak Kazune sama sekarang? kenapa itu terkunci?"

[Yang membuka potensial otak itu adalah jiwa Kazune sebelumnya bukan Host, jadi untuk mewarisinya Host harus membuka kunci dalam area otak itu lagi menggunakan jiwa Host]

"Tapi ini sakit sekali!!!"

Kazune baru pertama kali merasakan sakit seperti ini, rasanya seperti otaknya sedang dipanaskan dalam oven sambil disayat perlahan oleh pisau, dia hampir tak sadarkan diri tapi rasa sakit membangunkannya kembali sebelum dia dapat pingsan,

"ARGHHH!!!!"

Rasa sakit itu hilang, Kazune mulai mengambil napas dalam, keringat bercucuran dari seluruh tubuhnya,

"Itu sakit sekali sialan..."

[Mohon dimaklumi Host, karena Host membuka kunci itu sekaligus sedangkan Kazune membukanya dengan latihan dan waktu selama 3 tahun jadi wajar untuk Host merasakan sakit untuk mendapatkan Power Up Kazune.]

"Apakah dia juga melatih Genius Mind?"

Kazune penasaran apakah menjadi jenius juga dapat dilatih, dia pikir itu hanya bakat seseorang sejak lahir.

[Itu dapat dilatih tapi sayangnya Kazune terlahir dengan itu sedangkan Host tidak jadi Host harus membayar dengan rasa sakit untuk mendapatkan Power Up itu.]

mendengar System mengatakan dirinya tidak terlahir jenius dan harus membayar dengan rasa sakit untuk bisa mewujudkannya, Kazune tidak tahu harus menangis atau tertawa,

'Rasanya badanku dapat bergerak lebih cepat....'

Kazune lalu mulai melancarkan tinju cepat ke arah depan,

"Hehe... ini menyenangkan..."

Melihat tangannya meninggalkan bayangan saat sedang melancarkan pukulan, Kazune jadi ingat film Ip Man yang dia lihat didunianya yang dulu,

'Hmmmm.... pandanganku rasanya jadi luas...'

Kazune mulai memfokuskan pikirannya dan melihat sekeliling, merasa kalau dia bahkan bisa melihat sampai ke arah belakang,

"Ini seperti dapat 'Eagle Eye' milik Izuki Shun dari 'KnB' "

'Hmmm...Genius Mind, kah..."

Kazune lalu membuka buku matematika untuk sekolahnya nanti,

'Hehe... dulu aku selalu dapat 4 atau lebih rendah dipelajaran ini tapi ditutup oleh pelajaran lain yang nilainya rata rata 9...'

Matematika adalah musuh Kazune sejak dia bersekolah, setiap melihat angka saja dia lelah dan memutuskan untuk tidur, tapi sekarang itu berubah,

"Uwaaa... aku tidak tau kalo itu sebenarnya semudah ini...."

Kazune merasa ingin menangis, ini pertama kalinya dia dapat menyelesaikan soal matematika tanpa harus menggosok dahinya atau melamun karena bingung,

"Sepertinya ini sudah cukup untuk tesnya... mari kita lihat Skill..."

Melihat kumpulan skillnya, Kazune rasa dia tak perlu untuk melihat infonya karena fungsinya sudah tertulis jelas dinama skillnya, hanya saja ada satu perbedaan dari skill yang didapatkannya dari 'Black Fox' dan skill yang dia dapat dari Lottery,

"System, bisa kau jelaskan bedanya skill yang aku dapat dari 'Black Fox' dan System?"

[Dimengerti Host, Skill yang Host dapat dari 'Black Fox' sudah termasuk dengan pengalamannya jadi kau dapat melihat kata 'Master' didalamnya dan dapat meningkatkannya dari poin itu sedangkan skill yang kau dapatkan dari Lottery, Host harus melatihnya untuk dapat menggunakannya karna host hanya mendapatkan skillnya saja dari System bukan pengalaman untuk menggunakannya dan untuk dapat menaikkanya ke 'Master', Host harus sering menggunakan dan melatih Skill tersebut.]

Kazune mengangguk setuju, menurutnya jika dia langsung dapat melakukan semuanya begitu mendapatkan Skill itu akan sangat membosankan dan tidak adil untuk orang lain yang berusaha keras untuk melatih kemampuannya dengan susah payah hanya untuk Kazune dapat melampauinya dengan mudah hanya karena dia memiliki Skill untuk itu.

Kazune lalu teringat kalau dia harus cepat bersiap siap untuk dapat makan malam dirumah Sojiro,

'Futaba, aku akan memberikanmu pelajaran.'

memutuskan untuk bergegas kesana untuk menghukum Futaba, Kazune lalu dengan cepat mengenakan bajunya dan pergi meninggalkan cafe, tentu saja, Morgana juga ikut dengannya.

Author is back!!! well karena udah cukup istirahat keadaan author udah mulai membaik, well, enjoy the chaps~ uwu)/ciao~

Xionsama23creators' thoughts