webnovel

DISTRIK 25 : Sebuah Mimpi Buruk

VOL.I DISTRIK 25: SEBUAH MIMPI BURUK Ami sangat membenci para elit negara karena perubahan sistem pemerintahan sejak pergantian presiden beserta jajaran yang membuat warga tidak tenang, terlebih dengan adanya rumor mengenai hilangnya anak-anak di bawah umur yang di gunakan sebagai tumbal dari sebuah ritual yang dilakukan oleh para elit negara. Mereka bahkan selalu siap untuk menyakiti ataupun menangkap siapapun yang menentang kebijakan Pemerintah. *** VOL.II DISTRIK 25: DUNIA TANPA KEGELAPAN “Kalian mungkin mengira semua ini disebabkan oleh kegelapan. Tapi apa kalian tahu kalau manusia bahkan dapat menjadi lebih kejam dari kegelapan,” kata seorang pria tua yang berjalan dengan tongkatnya. *** VOL.III DISTRIK 25: SEBUAH MASA LALU Sebuah perjanjian dengan kegelapan di masa lalu membawa dampak sangat besar untuk masa depan. Perjanjian berdarah, perjanjian penuh ritual dan penumbalan. Kekuatan dan kekuasaan, semuanya diberikan oleh kegelapan dengan imbalan darah yang melimpah dan kesengsaraan. *** *** Dengan memberikan dukungan untukku berupa vote dan hadiahnya, teman2 telah menjadi PEMBACA ISTIMEWA juga menjadi SAKSI DARI KISAH DISTRIK 25 ^,^ Love *,*

snaisy_ · Fantasy
Not enough ratings
369 Chs

Istirahat Untuk Besok

=Ami POV=

"Apa kamu sudah mengetahui apa tujuan asli mereka?" tanyaku lagi.

"Mereka menginginkan kedamaian dunia. Mereka ingin menyingkirkan semua hal yang membuat mereka lemah. Satu hal yang akan mereka musnahkan adalah, Energi Cahaya Putih."

Deg.

Aku?

"Jadi maksudmu, pasukan pembela masyarakat itu hanyalah palsu?"

"Aku tidak begitu yakin, tapi itulah yang kupahami selama ini."

Kami diam, suasana menjadi hening sejenak.

"Aku mencurinya dari tuan Codet beberapa hari sebelum aku ke tempat ini. Saat itu, aku juga bertemu dengan tuan Presiden." Jarel sedikit mengingat kejadian yang lalu.

"Tuan Presiden? Ge atau tuan Hadiyaksa?" tanyaku.

"Presiden baru, Ge. Dia bersama dengan anak buahnya melakukan pengejaran kepada tuan Codet, namun akulah yang membunuh pria itu. Aku menembaknya, kurasa tidak ada harapan lagi untuknya hidup."

"Kamu membunuh tuan Codet? Bukankah itu akan mempersulit Presiden dan jajarannya untuk membongkar semua kejadian?"

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com