webnovel
#ROMANCE
#R18
#COMEDY

Crazy Wife Vs Cold Husband

WARNING! Terdapat konten dewasa di dalam novel ini. Harap bijaklah memilih bacaan. "Kamu bebas melakukan apapun di rumah ini, kamu bebas pergi ke manapun, dan aku tak peduli dengan itu! Tapi, satu hal yang harus kamu ingat! Jangan pernah mengusik kehidupan pribadiku!" tegas pria berusia 25 tahun, berwajah Asia dengan ciri khas rambut panjangnya yang membuatnya terlihat tampan dan cool di mata para wanita, tepat di hadapan wanita yang baru saja sah menjadi istrinya. "Aku bahkan tak peduli dengan apapun yang berkaitan dengan dirimu! Jangan pernah menggangguku juga! Jika tidak, kamu akan tahu akibatnya! Kamu tahu, aku bisa melakukan apapun untuk membalas orang yang berani mengusikku! Dan, satu lagi. Jangan pernah menyentuhku, atau aku akan membuat dirimu menyesal, dan takan pernah sanggup untuk bangun kembali!" ancam gadis cantik serta berwajah lugu bernama Gabriela Anastasya Sasongko, berusia 21 tahun seraya menunjuk wajah pria tampan itu tepat di wajah pria itu. Siapa sangka? Di balik wajahnya yang lugu tersimpan sesuatu yang membuat pria itu hampir mengalami darah tinggi setiap harinya, serta mendadak membuatnya memiliki riwayat penyakit jantung. Menikah adalah jalan yang harus keduanya tempuh ketika keduanya terlibat dalam skandal yang terjadi akibat kesalah pahaman. Lantas, akankah pernikahan itu dapat membawa keduanya saling menerima kehadiran satu sama lain? Dan mungkinkah seiring berjalannya waktu dapat menumbuhkan benih cinta di hati keduanya?

Mahdania · Urban
Not enough ratings
409 Chs
#ROMANCE
#R18
#COMEDY

CWCVH PART 214

"Apa menjadi istriku juga beban bagimu?" tanya Erland dan Briel pun terperangah.

"Apa-apaan, sih? Kenapa muncul pertanyaan aneh seperti itu?" tanya Briel bingung.

"Aku ingat saat itu kamu mengatakan bahwa aku beban bagimu," ucap Erland.

"Kapan itu? Kenapa aku tak ingat? Jangan mengada-ngada, ya! Kamu mau aku marah karena omong kosongmu ini?" ucap Briel seraya menatap Erland tajam.

"Hem..." Erland tak mengatakan apapun dan pergi mengambil pakaiannya.

Melihat Erland mengabaikannya Briel pun bergegas menghampiri Erland.

"Hei, kamu benar-benar marah?" tanya Briel.

"Hei!" ucap Erland seraya menoleh kemudian menatap Briel tajam.

Tuk!

Erland mengetuk dahi Briel dengan jari telunjuknya.

"Jangan memanggilku hei lagi!" ucap Erland memperingatkan.

"Jadi?" Briel mengerutkan dahinya.

"Panggilan yang lain boleh, selain hei!" ucap Erland.

"Oh, aneh sekali hanya masalah panggilan saja dipermasalahkan," ucap Briel.

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com