1 Alena yang Cantik

Suasana di kampus "the Great" tampak sedikit ramai. Para Mahasiswa tampak berlalu lalang dengan tak beraturan. Dengan pakaian - pakaian standar mahasiswa mereka hilir mudik. sebagian membawa buku tebal di tangannya, sebagian lagi membawa tas ransel dipunggungnya. Tas itu kemungkinan berisi laptop atau buku. Yang berjalan terburu-buru kemungkinan sedang mengejar kelas. sedangkan yang berjalan santai kemungkinan sudah tidak memiliki sesi kuliah atau baru selesai dengan materi di kelas.

Alena adalah gadis berusia 19 tahun, berasal dari Indonesia. Dengan tinggi hanya 165 cm ia tampak mungil diantara para bule. sebenarnya ia cukup tinggi untuk ukuran gadis asia, tetapi di antara kerumunan orang-orang di Amerika ia menjadi berukuran mungil.

Kulitnya sawo matang, putih tidak dan hitam pun tidak. Wajahnya teramat cantik dengan mata yang besar dan bulat, hidung mancung dan bibir merah alami. Rambutnya panjang tergerai sepinggang hitam mengkilap. bulu mata lentik meneduhi mata bulatnya. Mata itu sedikit nakal bergerak ke sana-sini. Bibir seksinya tampak sempurna menghiasi wajahnya.

Alena mahasiswa tingkat 3 Fakultas ekonomi. Sebenarnya ia tidak menyukai kuliah di fakultas tersebut, ia lebih suka menjadi model di agensi Paris Perancis. Tetapi karena ayahnya yang pengusaha batu bara dari Surabaya itu mengancam akan menghentikan uang sakunya, maka ia pun bersedia untuk kuliah d fakultas ekonomi.

Satu-satunya hiburan bagi dia adalah Nizam. Mahasiswa satu jurusan dengannya. Nizamlah penyemangat ia untuk tetap bertahan di fakultas ini. Sayangnya sampai saat ini cinta dia bertepuk sebelah tangan. Bagi Alena Love is just a blue story not a real thing.

Bagi Alena kuliah di jurusan ekonomi adalah hal yang sangat membosankan tetapi Ia tetap bertahan. Ia bertekad untuk mendapatkan gelar bagi orangtuanya sebelum Ia hidup dengan gayanya sendiri. Ia ingin kuliah di jurusan design. merancang pakaian dan membuat pagelaran busana yang spektakuler setiap tahun.

 Nizam adalah pria yang Ia sukai selama hidupnya. Ia menghambakan dirinya hanya untuk mencintainya dalam diam. Nizam tidak pernah menunjukkan rasa tertariknya kepada Alena. Selama tiga tahun Alena satu kelas dengannya dan tidak pernah sekalipun Ia mendengar Nizam menyebut namanya. Ia hidup di dunianya sendiri. Ia datang dan pergi hanya untuk belajar. Ia juga tidak pernah terlibat pembicaraan dengan mahasiswa lain kecuali seputar tugas dan materi kuliah.

 Walaupun demikian Nizam sangat dihormati oleh teman - temannya. Karena Nizam selalu royal dalam memberikan dana kegiatan perkuliahan. Nizam juga tidak pernah berbuat ulah yang menyinggung orang lain. Dan ketampanan Nizam juga membuat para gadis tergila - gila. Tetapi Nizam bukanlah pria ramah yang suka mengumbar senyum apalagi cinta. Dia hanya tersenyum tipis dan mengangkat alisnya jika ada yang menyapanya. Menjawab seperlunya dan selebihnya diam.

Alena sebenarnya gadis cantik dengan tipe penggoda tetapi dia tidak pernah menyadari kecantikannya. Ia adalah gadis yang polos yang tidak tahu cara memanfaatkan kecantikannya untuk menggoda para pria. Tetapi hal ini malah membuat para pria semakin mengejar - ngejarnya. Banyak para pria yang jatuh hati pada Alena tetapi Alena tidak pernah menanggapinya.

Alena hanya jatuh cinta pada Nizam. Nizam adalah cinta pertama dalam hidupnya. Dan Alena tidak pernah tahu bagaimana Ia bisa mendapatkan cinta Nizam kalau Ia hanya berani menatap Nizam dari kejauhan.

Ia berdandan begitu cantik hanya untuk Nizam. Ia tampil menggoda hanya untuk Nizam. Ia hidup hanya untuk Nizam. Ia bertahan kuliah hanya untuk Nizam. Semua hanya untuk Nizam. Tetapi Nizam tidak pernah tahu  hal itu.

Setiap kali mereka bertemu, mereka hanya saling berpandangan mata dan kemudian seperti biasa Nizam mengalihkan pandangannya dari Alena. Ia hanya menganggap Alena adalah teman biasa sama seperti lainnya.

Nizam memandang Alena sebagai gadis cantik yang tidak pernah serius kuliah. Alena adalah mahasiswa yang hampir tidak pernah bisa menjawab pertanyaan dosen. Alena yang seringkali melontarkan pernyataan konyol dalam setiap diskusi yang membuat teman - temannya tertawa.

 Nizam hanya menatap Alena yang kebingungan karena tertawaan teman - temannya. Nizam juga seringkali tertawa karena kepolosan Alena. Tetapi Nizam tidak pernah menampakan giginya saat tertawa. Ia biasanya hanya menundukkan kepalanya kalau Ia tidak dapat menahan tawanya.

Yang membuat Nizam takjub adalah bagaimana teman - teman prianya banyak yang jatuh hati pada Alena. Entah karena matanya yang besar bagaikan bintang di langit atau entah karena kulitnya yang putih kecoklatan atau entah karena bibirnya yang kecil tetapi ikal.

Alena adalah gadis tercantik tapi terkonyol yang pernah Ia temui dalam hidupnya. Yang pasti Nizam sering memergoki Alena menatapnya di kejauhan. Memandanginya dengan pandangan kagum. Dan setiap kali pandangan mereka bertemu pasti Nizam yang pertama kali mengalihkan pandangan mata karena Alena akan terus memandanginya tanpa malu.

Nizam tidak pernah mengerti mengapa Alena terus memandanginya karena kalaupun mereka bertemu, Alena tidak pernah berkata apa - apa. Alena seringkali diam dan menutup mulutnya rapat - rapat. Alena juga berusaha untuk tidak duduk berdekatan dengan Nizam. Alena seakan menghindarinya.

Next chapter