cerita fantasi romantis dan sedikit fakta menarik di dalamnya. menceritakan seorang gadis SMA yang sudah merasakan hal yang seharusnya belum dirasakan. semoga menjadi pelajaran untuk kita semua. selamat membaca
Malam itu,, telefon ku berdering dengan nada yang memekak kan telinga dan segera ku angkat. Tak di sangka seorang lelaki di balik telefon itu ya dia adalah senior ku saat sekolah menengah atas. Sebut saja nama nya Abar, dia berkenalan tanpa rasa malu dan mengajak ku bercerita tentang awal mula bagaimana ia bisa mendapatkan nomor telepon ku dan kenapa ia tertarik untuk meneleponku tentu nya. aku pun menanggapi dengan apa ada nya karena sebenarnya aku segan ingin menolak telepon itu karena dia adalag senior ku. tak terasa sudah cukup cukup lama juga kami berbincang sehingga tak terasa waktu semakin malam. setelah itu tanpa sadar sebenarnya saya yang sudah mempunyai pasangan lupa untuk mengabari pasangan saya pada malam itu keesokan harinya saya tidak menemukan kan nya di sekolah ah ya mungkin karena dia adalah seorang senior yang tidak mematuhi aturan. kemudian saya tetap menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa dan tidak ada yang berbeda dari biasa biasanya.saya juga masih berhubungan baik dengan pacar saya pada waktu itu anggap saja namanya Rian saya dengan Ryan masih baru berpacaran sekitar 2 bulan mungkin kami satu angkatan dengan kelas yang berbeda dan saya tidak menanggapinya dengan serius untuk hubungan yang lebih lanjut, karena perasaan saya waktu itu biasa saja seperti teman ya daripada saya tidak punya pasangan jadi sudahlah. hubungan saya dengan Ryan pun berjalan semestinya seperti anak SMA yang baru jatuh cinta kami hanya berhubungan lewat message dan telepon saat itu sepertinya belum ada WhatsApp ataupun BBM dan social media lainnya. hubungan kami terasa hambar dan biasa saja karena saya lebih dekat dengan teman-teman sekelompok saya, sore itu saya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yaitu volleyball. karena saya belum bisa mandiri untuk pulang dan pergi dari kegiatan itu jadi sore itu saya diantar pulang oleh Nya itu adalah kesan pertama kami duduk berboncengan berdua di atas motor. kami masih seorang anak polos yang tidak tahu bagaimana caranya pacaran zaman sekarang yah mungkin bisa dibilang sedikit jadul kami juga nggak pernah makan bersama jalan-jalan bersama kami hanya ya hanya sebatas komunikasi lewat pesan dan telepon. suatu malam saya lupa itu malam apa di tempat saya tinggal terdapat pasar malam dan saat itu dia mengajak saya untuk pergi bersama namun saya keluarga saya bukan tipe yang bisa keluar malam dengan seenaknya jadi saya harus dijemput dengan teman perempuan saya ya dan kami bersenang-senang di sana. kami pun tanpa sengaja sudah berjanji an di pasar malam tersebut sehingga kami bisa bermain bersama disana namun sayang bang yang kami hanya melihat motocross sebentar dan tidak berbincang lebih lama lagi karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam saya harus segera pulang. dan saya pun melanjutkan komunikasi melalui pesan dan telepon untuk mengucapkan selamat malam