webnovel
#ACTION
#ADVENTURE
#ROMANCE
#SYSTEM

Ardiansyah: Raja dari Neraka

Dunia yang kalian semua kenal telah lama hancur, teman dan keluarga kalian kini entah bertamasya di Surga atau membusuk di Neraka. Namun bagi yang terpilih, Sang Pencipta telah membangunkan Dunia baru untuk mereka yang di dasarkan atas sihir dan sains. Dunia yang diisi oleh tiga bangsa, dengan rumah dan tubuh yang berbeda. Ilmuan cerdas di Angkasa, pengrajin kreatif di Daratan, serta seniman yang bermandikan keindahan di Lautan. Kisah Dunia baru ini terlalu panjang untuk kuceritakan dalam satu kali pertemuan. Jadi untukmu temanku, akan kubagi mereka menjadi beberapa bagian. Part 1: Prologue (Vol 1 & 2) Takdir Amartya untuk menjadi raja atas Bumi ini sudahlah ditetapkan. Demi mengagungkan kelahirannya, Sang Pencipta mengalirkan api neraka di dalam darahnya. Namun hatinya jatuh cacat sebagai bayarannya, dan satu-satunya yang bisa menyempurnakannya hanyalah seorang gadis es, dengan kunci di hatinya. Part 2: A Party of 8 (Vol 3 - 7) Makhluk-makhluk nista datang mencemari Daratan, dan atas nama kemurnian tanah suci ini, Mereka yang Abadi mengumpulkan prajurit-prajurit terbaik dari generasi termuda. Manggala dan rekan-rekannya harus bisa menghadapi tantangan ini, dan menyelamatkan apa yang berhak diselamatkan. Part 3: Throne of the Ocean (Vol 8 - 10) (Warning 18+ only) Perang tiada akhir terus melanda seisi Samudra, yang sudah teramat ganas dari detik dirinya dilahirkan. Gumara yang ditinggalkan keluarganya terpaksa mengemban tanggung jawab untuk bangkit, dan kembali membangun kejayaan itu atas nama sang pembawa ular. Dunia ini dipenuhi aturan yang nista, namun bukan berarti kita harus tenggelam di dalamnya.

PolarMuttaqin · Fantasy
Not enough ratings
413 Chs
#ACTION
#ADVENTURE
#ROMANCE
#SYSTEM

Chapter 16: Keeper of the Fairy Forest

"Jadi Yang Mulia, ke mana kita harus berjalan?"

Saat ini kedua Pelukis itu berada di perairan dangkal di Utara Umanacca, sejajar dengan letak di mana Pohon Kehidupan menumbuh kan dirinya.

"Kamu lihat di sana? Apa kamu bisa melihat warna putih dan merah muda?"

Gumara pun menunjuk ke arah Selatan, dari posisinya mengambang di permukaan lautan yang cukup dangkal ini. Walau ya… kaki mereka masih jauh dari lantai lautan.

"Ah… iya aku bisa lihat! Apa itu tujuan kita?"

Mata gadis itu berbinar-binar, ia sudah tak sabar lagi untuk bisa melihat Daratan yang telah menunggu kedatangannya.

"Tidak, tapi itu tempat para Sarma yang mungkin bisa membantu masalah kekeringan kita di Daratan."

Gumara sebenarnya sama tergiurnya dengan Costancia untuk segera berpetualang di daerah tak terbanjirkan air itu, hanya saja pikirannya terlalu penuh untuk bisa merasa antusias akan perjalanan yang hendak ditempuhnya.

"Ayo Yang Mulia! Sebelum—"

Locked Chapter

Support your favorite authors and translators in webnovel.com