
"Satu bulan, Brandon. Biarkan aku menjadi istrimu dalam setiap arti kata." Itu adalah perjanjian yang putus asa. Bagi Elara Serace, itu adalah harapan yang nekat—sebuah kesempatan untuk membawa sedikit bagian dari pria yang dicintainya selamanya. Satu-satunya hal yang akan dia ambil dari pernikahan yang dimaksudkan sebagai hukumannya. Dia tahu sejak awal bahwa pernikahan mereka tidak pernah tentang cinta. CEO yang dingin dan penuh wibawa, Brandon Sterling, hanya menikahinya sebagai penebusan dosa, utang atas kehilangan nyawa. Tidak ada momen lembut, tidak ada tatapan yang saling berbagi—hanya kesunyian yang menusuk karena menjadi hantu di rumah megahnya. Namun, Elara bertahan, berpegang pada secercah harapan bahwa suatu hari dia mungkin akan melihatnya. Tapi harapan itu hancur oleh kenyataan: dia berencana membuangnya demi cinta sejatinya, supermodel Seraphina Halloway. Dan seluruh keluarganya menyetujui pilihannya. Patah hati dan kehabisan pilihan, Elara membuat penawaran terakhirnya: satu bulan keintiman. Satu bulan... sebelum dia menghilang tanpa jejak. Brandon menganggapnya sebagai penawaran yang menyedihkan dan putus asa. Tapi bulan tunggal itu terus menghantuinya. Bagaimana rasanya Elara dalam pelukannya, kekuatan dalam mata tenangnya. Terutama apa yang dia tinggalkan—warisan rahasia, seorang putra dengan mata biru tajam seperti miliknya. Kini, Brandon diliputi penyesalan. Ketika wanita yang dibuangnya akhirnya berada dalam genggamannya lagi, dia mendapati bahwa Elara bukan lagi miliknya untuk diambil. Dia memiliki kehidupan baru, cinta baru, dan seorang anak yang akan dilakukan apa saja untuk dia klaim kembali. Tapi bisakah dia menghancurkan dunia baru Elara untuk mengklaim warisannya, atau akankah dia menyadari bahwa sudah terlambat untuk memenangkan kembali keluarga yang tidak pernah disadarinya ingin dia miliki?