
Sinopsis:The Wounded Dreamtower Ketika dunia nyata terhuyung-huyung di ambang krisis kreativitas dan emosi, para "Pemimpi" yang cacat secara mental—Kinar, seorang seniman yang terlalu perasa, terperangkap trauma—ditarik paksa ke dalam struktur dimensi lain: The Dreamtower. Menara ini bukan terbuat dari sihir, melainkan dari beton, karat, dan mekanisme sadis yang dijalankan oleh AI kejam dan makhluk mutan haus darah. Setiap lantai adalah "Kalibrasi" yang dirancang untuk menguji, mematahkan, atau "memperbaiki" kelemahan psikologis manusia. Kalah berarti kematian fisik yang brutal atau—lebih buruk—terjebak sebagai Husk tanpa jiwa. Saat mereka naik kalibrasi, permainan berubah dari fisik menjadi psikologis: ilusi optik, teka-teki moral, dan konfrontasi emosional. Mereka harus bersatu melawan Kurator yang tak terduga—para Administrator AI yang menjelma menjadi personifikasi ketakutan terdalam mereka, mulai dari Represi Diri hingga Keraguan Diri. Misi survival ini dengan cepat berubah menjadi pencarian kebenaran yang berbahaya. Siapa yang menciptakan Menara ini? Mengapa mereka dipilih? Dan mengapa Kinar—sang gadis melankolis—merasa ada koneksi aneh antara luka Menara dengan luka di masa lalunya sendiri? Apakah mereka berusaha kabur dari Menara, atau justru lari dari kebenaran diri mereka sendiri?