Aku terlahir dari keluarga kaya,namun karena sikap bapakku kini kami hidup miskin dan serba kekurangan,hutang dimana-mana bapakku yang hobi bermain judi dan main perempuan tak bisa diandalkan justru hutang semakin banyak dan semakin menumpuk karena ulahnya,ibuku yang banting tulang mencari uang untuk makan dan sedikit membayar cicilan hutang yang menumpuk,aku anak pertama dari 3 bersaudara,aku memiliki 2 adik yang juga masih bersekolah.
Semakin hari hutang semakin menumpuk,bahkan ibuku sudah tak sanggup untuk melunasi hutang-hutang bapak,akhirnya bapak dengan tega menjadikanku alat untuk membayar hutang pada bosnya.