DIBALIK LAMPU KOTA TAPIS 18+
Bandar Lampung, tahun 2005.
Di balik gemerlap lampu kota yang mulai redup menjelang tengah malam, tersimpan kehidupan yang jarang dilihat orang. Ketika sebagian besar warga terlelap, sudut-sudut Pasar Tengah, Enggal, dan Bambu Kuning justru dipenuhi mereka yang berjuang mencari nafkah dengan cara yang sering dipandang sebelah mata.
Di sanalah Brian menjalani hidupnya.
Lahir dari keluarga yang hancur akibat perceraian, Brian memilih meninggalkan sekolah dan terseret ke kerasnya kehidupan jalanan. Demi bertahan hidup, ia menjadi perantara bagi para pekerja malam, mengenal sisi kota yang tak pernah masuk dalam brosur wisata. Dunia yang dipenuhi uang cepat, bahaya, razia, pengkhianatan, dan harapan-harapan kecil yang sering kali kandas sebelum fajar.
Di dunia itulah Brian bertemu Dewi.
Seorang perempuan muda yang bekerja sebagai pekerja seks. Di balik senyum yang ia tunjukkan kepada setiap pelanggan, Dewi menyimpan luka, penyesalan, dan impian sederhana: menjalani hidup yang normal tanpa terus dibayangi masa lalu.
Pertemuan mereka bermula sebagai hubungan kerja. Namun malam demi malam yang mereka lalui bersama perlahan mengubah segalanya. Brian mulai melihat Dewi bukan sebagai bagian dari pekerjaannya, melainkan sebagai seseorang yang ingin ia lindungi. Sementara Dewi menemukan sosok yang mampu melihat dirinya sebagai manusia, bukan sekadar label yang selama ini diberikan orang lain.
Ketika bulan Ramadan tiba, razia penertiban membuat kehidupan malam Bandar Lampung mendadak lumpuh. Keadaan itu menjadi titik balik bagi Brian. Ia menyadari bahwa selamanya bergantung pada dunia malam bukanlah jalan yang ingin ia tempuh.
Dengan modal keberanian, kepercayaan dari seorang pemilik toko kaset, dan dukungan Dewi, Brian mulai membangun sebuah lapak kecil penjual VCD dan DVD di kawasan Bambu Kuning. Dari rak-rak kayu sederhana itulah mimpi baru perlahan tumbuh.
Namun meninggalkan masa lalu tidak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Dunia yang pernah membesarkan mereka terus menarik kembali, sementara kehidupan baru menuntut pengorbanan, kesabaran, dan keberanian untuk menghadapi masa lalu.
Di Balik Lampu Kota Tapis terinspirasi dari kisah nyata yang menggambarkan sisi lain kehidupan malam Bandar Lampung pada pertengahan tahun 2000-an. Novel ini bukan sekadar bercerita tentang kerasnya jalanan, tetapi juga tentang keluarga yang retak, persahabatan yang setia, cinta yang lahir di tempat yang tak terduga, dan perjuangan membangun kehidupan yang lebih baik.
Karena di balik setiap lampu kota yang menyala, selalu ada seseorang yang sedang berjuang mencari jalan pulang.
Dan terkadang, harapan terbesar justru lahir dari tempat yang paling gelap.