Aku Membangkitkan Khodam Terkuat - Rahwana
Di bawah gemerlap lampu neon dan kepulan asap industri **Distrik Jaksa**, hidup **Aksa**, seorang kuli zirah kelas bawah yang sehari-hari bertahan hidup dari memungut rongsokan sirkuit mekanis.
Hidupnya yang semula hanya tentang upah harian berubah menjadi mimpi buruk yang membakar ketika ia menemukan sebuah artefak terlarang dari Sitinggil Sektor Lima: **Kristal Alengka**.
Kristal itu bukan komponen mesin biasa. Ia berdenyut, hidup, dan menyimpan amarah purba yang sanggup meruntuhkan tatanan dunia. Saat melakukan prosedur intervensi spiritual darurat secara mandiri (*Panggilsarira*), Kristal Alengka hancur dan melesat masuk ke dalam tubuh Aksa.
Aliran darahnya dipetakan ulang, Sulur Nadinya dipaksa meluap hingga batas kritis, dan kesadarannya ditarik ke dalam dimensi kehampaan—sebuah reruntuhan sisa kiamat purba Alengka yang dihujani abu vulkanik.
Di tempat itulah, Aksa berhadapan langsung dengan siluet raksasa bermata sepuluh: **Rahwana sang Dasamuka**.
Sebelum Aksa, sudah ada enam Penala elit berkekuatan tinggi yang mencoba menyatu dengan kristal tersebut. Namun, mereka semua tewas mengerikan karena mendekati Rahwana dengan keserakahan, ketakutan, dan hasrat untuk menjadikannya senjata.
Aksa berbeda. Didorong oleh kepasrahan murni untuk bertahan hidup, Aksa menawarkan sebuah **Ikrar Kawah** yang setara: ia menolak menjadi budak maupun tuan, melainkan menjadi mitra demi mengungkap kebenaran yang sengaja dihapus dari sejarah manusia.
Lewat ikrar tulus itu, Rahwana membuka gerbang memori kuno yang mencengangkan. Sejarah yang selama ini diagungkan dunia adalah kebohongan para pemenang. Rahwana bukanlah monster biadab yang menculik **Dewi Shinta**.
Sebaliknya, Shinta adalah seorang pemberontak langit yang melarikan diri ke Alengka demi mengungkap kebobrokan moral para penguasa "Kebajikan" (Korps Dwarapala terdahulu).
Shinta mencintai Rahwana dan memilih ikut membakar diri bersama Alengka daripada kembali menjadi boneka pajangan di atas altar langit.
Terbangun kembali di lantai semen kontrakannya yang dingin dengan tingkat sinkronisasi hantu sebesar 14.02%, Aksa bukan lagi manusia biasa.
Kulitnya mulai ditumbuhi sisik naga halus, mata kirinya berpijar merah kawah, dan ia memegang protokol misterius bernama *Sandhang Mulyane*.
Bersama entitas Sang Hyang Suwung yang bersemayam di dalam dadanya, sang kuli zirah siap menantang narasi dunia dan memulai perang suci untuk menuntut balas atas nama Alengka yang telah lama punah.