Edelweis Terakhir
Audrey masih mengingat aroma hujan sore itu-hari ketika kabar kepergian adiknya, Erwin, datang dari jauh, membawa luka yang tak kunjung sembuh. Erwin, si pendaki muda yang gemar membawa pulang setangkai edelweis setiap turun gunung, meninggalkan dunia di usia dua puluh lima tahun, setelah kecelakaan tragis di Yogyakarta.
Namun bagi Audrey, kepergian itu tak pernah terasa utuh. Ada jejak yang tertinggal: langkah samar di teras rumah, bayangan yang lewat di balik jendela saat senja, dan bisikan lirih yang menyebut namanya setiap kali hujan turun.
Ia tahu, mungkin hanya rindu yang menipu. Tapi setiap kali Edelweis itu terbayang, Audrey merasa Erwin belum benar-benar pergi-seolah janji yang pernah diucapkannya,
> "Aku akan selalu pulang membawa Edelweis untuk Kakak..." masih bergema di antara angin dan langit senja.