Sunyi Di Ujung Belati ?
Bagi Aura, dunia adalah kesalahan yang berisik.
Di usianya yang ke-12, saat gadis lain sibuk dengan pita rambut dan tawa masa kecil, Aura hanya memiliki satu keinginan: Keheningan Abadi. Dia tidak lahir dengan amarah, dia juga tidak memiliki kebencian. Di dalam dadanya, hanya ada ruang kosong yang dingin — sebuah lubang hitam yang siap menelan siapa pun yang berani mendekat.
Ia memandang nyawa manusia tak lebih dari sekadar lilin yang harus dipadamkan agar ruangan menjadi gelap. Dimulai dari percikan api di rumahnya sendiri, Aura memulai perjalanan berdarah yang tidak didasari oleh dendam, melainkan oleh logika kejamnya yang menganggap keberadaan dunia adalah gangguan.
Satu per satu suara dibungkam. Satu per satu detak jantung dihentikan. Tanpa emosi, tanpa penyesalan, Aura berjalan sendiri di atas tumpukan abu peradaban.
Ini bukan cerita tentang pahlawan yang mengalahkan monster. Ini adalah kronik tentang bagaimana seorang gadis kecil menjadi akhir dari segalanya. Karena pada akhirnya, ketika dunia benar-benar telah senyap, hanya akan ada Aura dan kesepian yang akan menjemputnya di titik akhir.
"Jangan takut pada kegelapan. Takutlah pada gadis yang membawa kegelapan itu bersamanya."
┈┈┈┈․° ☠️ °․┈┈┈┈
⚠️ PERINGATAN KERAS / CONTENT WARNING ⚠️
Karya ini mengandung narasi yang sangat ekstrem, adegan kekerasan berdarah (gore), dan gangguan psikologis berat.
Cerita ini mengeksplorasi tema pembunuhan, trauma mendalam, dan nihilisme yang mungkin dapat memicu ketidaknyamanan atau trigger bagi pembaca tertentu. Pembaca diharapkan bijak dalam mengonsumsi konten ini. Hanya untuk audiens dewasa dan matang secara mental,dan cerita ini singkat tidak sampai ep 50!
(PERINGATAN KERAS)